Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga

Jumat, 18 September 2026 06:00 WIB

Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 05:00 WIB

Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972

Jumat, 18 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
  • Redmi Note 17 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh
  • Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Canggih One UI 9 di Jajaran Galaxy S26 Series Beserta Cara Instalasinya
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Kembali ke Setelan Pabrik, BMKG Prediksi Suhu Dingin Bertahan hingga Agustus

By Putra JuangSelasa, 16 Juli 2024 15:48 WIB2 Mins Read
Ilustrasi kedinginan. (Foto: StockSnap/Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Bandung Raya kembali ke setelan pabrik. Dimana suhu dingin di wilayah tersebut bisa mencapai 16 derajat celcius.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan, suhu minimum di Bandung Raya di antara 16 – 19 derajat celcius. Sedangkan suhu maksimum di antara 29-30 derajat celcius.

Staf Data dan Informasi BMKG Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, saat ini di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat umumnya memasuki periode awal musim kemarau.

“Dimana Juli dan Agustus diprediksi merupakan puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya,” ucap Yuni saat dihubungi, Selasa (16/7/2024).

Baca Juga:  2024 Jadi Tahun Terpanas di Indonesia, BMKG Ungkap Penyebabnya

Yuni menjelaskan, angin yang dominan bertiup di wilayah Jabar termasuk Bandung Raya adalah angin monsun Australia atau sering disebut juga dengan angin timuran yang membawa udara dingin dan kering.

“Kemudian juga di bulan Juli ini tutupan awan konvektif signifikan ataupun juga tutupan awannya berkurang. Sehingga untuk siang hari panas matahari yang dipancarkan itu maksimum, kemudian karena tidak ada awan maka ketika malam itu panas juga akan dipantulkan secara maksimum lagi, sehingga pada siang hari panasnya terik dan pada malam, dini hari dan pagi hari suhunya menjadi dingin,” jelasnya.

Baca Juga:  BMKG: Gempa 7,6 Magnitudo di Myanmar Tak Berdampak ke Indonesia

Yuni mengatakan, berdasarkan catatan BMKG Bandung suhu terendah di Juli ini mencapai 16,2 derajat celcius pada Senin (15/7/2024). Pihaknya memprediksi hal ini masih akan berlangsung sampai dengan Agustus nanti.

“Agustus itu diprediksi merupakan puncak musim kemarau, jadi suhunya masih seperti ini untuk dini hari dan pagi hari, masih pada kisaran di antara 16-19 derajat celcius. Kemudian untuk siang harinya masih pada kisaran di antara 29-30 derajat celcius,” terangnya.

“Jadi fenomena ini, suhu dingin di pagi hari diprediksi secara empiris akan berlangsung hingga Agustus,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca di musim kemarau yaitu perbedaan suhu yang cukup signifikan pada pagi dan siang hari.

Baca Juga:  Jabar Diguncang Gempa 1.321 Kali dan 10 Juta Petir Sepanjang 2024

“Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, apabila terjadi cuaca yang cukup panas ataupun terik diharapkan untuk berlindung di tempat yang aman,” imbuhnya.

Menurutnya, perbedaan suhu ini akan sedikit banyak berdampak terhadap kesehatan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air putih.

“Diharapkan untuk mengonsumsi air putih, mengonsumsi sayur dan buah. Jangan lupa untuk update informasi cuaca dan iklim dari laman resmi atau media sosial BMKG,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya BMKG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Lapas Sumedang

Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.