Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Rabu, 12 Agustus 2026 06:00 WIB
Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Rabu, 12 Agustus 2026 05:00 WIB

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Rabu, 12 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
  • Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Setinggi 2 Meter Rendam Green Lavender Sukamekar, Warga Bergerak Selamatkan Barang Berharga

By Aga GustianaJumat, 23 Januari 2026 21:44 WIB3 Mins Read
Warga perumahan Green Lavender Sukamekar bergerak selamatkan barang berharga. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perumahan subsidi Green Lavender Sukamekar di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, kembali dilanda banjir parah sejak Kamis malam, 22 Januari 2026. Tinggi air terus bertambah, bahkan mencapai 180–200 sentimeter pada Jumat sore, (23/1/2026).

Banjir mulai menggenangi perumahan sekitar pukul 19.30 WIB. Sejak itu, air tidak kunjung surut, bahkan semakin meninggi hingga menenggelamkan rumah warga sampai ke atap. Pada Jumat sore, ratusan rumah tampak tenggelam dalam genangan luas, menyatu dengan air keruh yang menghampar sejauh mata memandang. Perumahan kini tampak seperti danau, sementara aktivitas warga nyaris berhenti.

Warga yang mampu, mulai meninggalkan rumah setelah mengamankan barang berharga mereka. Dengan hati-hati, mereka menuju lokasi pengungsian di tepi Jalan Kampung Pulo Daun. Ember, jeriken, dan alat apung sederhana digunakan untuk memindahkan barang maupun membantu warga keluar dari kawasan yang hampir sepenuhnya terendam.

Salah seorang warga, Muhammad Jaelani (38), menggambarkan kondisi banjir sebagai “sangat parah” dan sebagai banjir susulan yang terjadi hanya beberapa hari setelah banjir sebelumnya.

“Ya, kondisi di Perumahan Green Lavender Sukamekar ini sangat parah ya. Kami juga evakuasi seadanya menggunakan ember. Tanggal 19 kemarin sudah surut, ini banjir lagi dan tambah parah,” ujar Jaelani.

Ia menjelaskan bahwa banjir bukan hanya akibat hujan lokal, melainkan banjir kiriman dari luapan Kali CBL dan Kali Bekasi.

“Ini banjir kiriman dari luapan Kali CBL dan Kali Bekasi. Jadi dua kali jebol. Kalau intensitas hujan lokal saja tidak separah ini,” tambahnya.

Warga mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk mencari solusi jangka panjang. Para ibu rumah tangga bahkan berencana mendatangi pihak pengembang perumahan.

“Ibu-ibu sudah mau bergerak ke developer. Kalau tidak ada antisipasi terus, kita bakal ada pergerakan atau cari solusi ke kementerian,” ungkap Jaelani.

Hingga Jumat sore, banjir masih merendam seluruh kawasan perumahan. Warga berharap ada penanganan serius agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Hingga saat ini, bantuan yang diterima warga baru berupa mi instan. Menanggapi kondisi ini, salah satu petugas developer Rike, menjelaskan bahwa pihak pengembang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Jadi kita itu sebenarnya developer bukannya tidak bertanggung jawab. Kita sudah benar-benar support sama konsumen. Semua fasilitas kita siapkan, baik utilitas maupun sarana prasarana, sesuai perizinan dari pemerintah daerah,” jelas Rike.

Rike menegaskan bahwa pembangunan perumahan dilakukan dengan izin resmi pemerintah setempat, dan pihaknya akan terus mendorong penyelesaian masalah hingga tingkat yang lebih tinggi.

“Ini kemarin saya titik terakhir langsung saya kirim ke Paket 6, Paket 7. Kalau tidak masuk ke pusat, saya langsung ke pusat, ke pemprov,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa banjir bukan hanya terjadi di Perumahan Green Lavender, tetapi banyak developer lain yang menghadapi situasi serupa.

“Kami capek dikomplain sama konsumen gara-garanya pemerintah. Sebenarnya bukan kita saja, developer di sini ada banyak, cuma mereka enggak berani speak up saja,” ujar Rike.

Kejadian ini menyoroti perlunya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah agar perumahan di wilayah rawan banjir tidak kembali terendam setiap musim hujan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Bekasi banjir parah Evakuasi Warga Green Lavender Sukamekar Kali Bekasi Kali CBL perumahan terendam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Ganti Pohon yang Ditebang di Jalan Riau, Pemkot Bandung Siapkan 10 Mahoni Setinggi 5 Meter

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.