Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Minggu, 28 Juni 2026 12:22 WIB

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Minggu, 28 Juni 2026 12:09 WIB

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Minggu, 28 Juni 2026 11:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
  • Afrika Selatan vs Kanada 32 Besar Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Line Up Lengkap!
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Begini Wujud Manusia 50 Ribu Tahun Lagi, Prediksi Pakar

By Aga GustianaJumat, 3 Januari 2025 15:52 WIB2 Mins Read
Ilustrasi robot manusia. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tidak ada yang tahu pasti bagaimana rupa manusia dalam 50 ribu tahun mendatang. Namun, para pakar mencoba memprediksinya.

“Evolusi sebagian bersifat deterministik, ada aturan bagaimana sistem berevolusi, dan sebagian acak, di mana mutasi dan perubahan lingkungan pada dasarnya tak dapat diprediksi,” kata Thomas Mailund, profesor bioinformatika Universitas Aarhus.

“Tapi dalam rentang waktu puluhan atau ratusan tahun, sebagian besar hanya tebakan. Kita dapat membuat tebakan agak terbatas, tapi daya prediksinya rendah, jadi anggap saja ini eksperimen pemikiran,” katanya.

Menurutnya, waktu 50 ribu tahun lebih dari cukup untuk beberapa perubahan evolusi dalam skala relatif kecil.

Baca Juga:  Berkonsep Forest City, Prabowo Sebut IKN Butuh Teknologi Canggih Cegah Kebakaran Hutan

“Perubahan yang benar-benar dramatis butuh waktu lebih lama. Kita takkan menumbuhkan sayap atau insang dalam waktu kurang dari jutaan tahun, dan 50.000 tahun yang lalu, kita adalah manusia modern secara anatomi,” paparnya.

Jason Hodgson, ahli evolusi Universitas Anglia Ruskin, mengatakan 50.000 tahun sangat lama dalam evolusi manusia, mewakili lebih dari 1.667 generasi.

“Di 50.000 tahun terakhir, sebagian besar variasi yang terlihat di antara populasi manusia berevolusi. Ini mencakup semua variasi warna kulit yang terlihat di seluruh dunia, semua variasi perawakan, semua variasi warna dan tekstur rambut, dll. Faktanya, sebagian besar variasi yang kita kenal berevolusi 10.000 tahun terakhir,” jelasnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Bumi di Megamendung: Kolaborasi Lintas Sektor Gaungkan 'Voices for the Planet'

Hodgson memperkirakan, di masa depan lebih dekat, populasi global menjadi lebih homogen dan kurang terstruktur dalam genetika dan ciri-ciri individu yang dapat diamati.

“Perkawinan antara kelompok-kelompok berkerabat jauh meningkat, dan akan mengakibatkan berkurangnya struktur dan populasi global yang lebih homogen,” katanya.

Manusia juga mungkin menjadi lebih tinggi, karena seleksi seksual. Seiring waktu dan berkembangnya teknologi, ada kemungkinan manusia mulai mengarahkan evolusi melalui alat penyuntingan gen seperti CRISPR yang mungkin dibantu kecerdasan buatan.

Baca Juga:  Pentingnya Kolaborasi dan Regulasi dalam Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

“Menerapkan teknik genetika pada manusia sangat kontroversial dan penuh dengan masalah etika. Namun dalam 50.000 tahun, hampir tidak dapat dipahami oleh saya bahwa orang-orang pada akhirnya tidak akan menerapkan teknologi ini pada spesies kita,” kata Hodgson.

“Saya menduga hal-hal seperti penampilan sebagian besar akan bergantung pada pilihan sendiri. Teknologi seperti CRISPR, atau teknologi yang belum ditemukan, memungkinkan kita memilih banyak hal tentang penampilan kita. Saya bahkan membayangkan penampilan kita dapat berubah dari generasi ke generasi seperti halnya perubahan mode,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

manusia Pakar teknologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.