Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Rabu, 30 September 2026 04:00 WIB

Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK

Rabu, 30 September 2026 03:00 WIB
Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Rabu, 30 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu
  • Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Begini Wujud Manusia 50 Ribu Tahun Lagi, Prediksi Pakar

By Aga GustianaJumat, 3 Januari 2025 15:52 WIB2 Mins Read
Ilustrasi robot manusia. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tidak ada yang tahu pasti bagaimana rupa manusia dalam 50 ribu tahun mendatang. Namun, para pakar mencoba memprediksinya.

“Evolusi sebagian bersifat deterministik, ada aturan bagaimana sistem berevolusi, dan sebagian acak, di mana mutasi dan perubahan lingkungan pada dasarnya tak dapat diprediksi,” kata Thomas Mailund, profesor bioinformatika Universitas Aarhus.

“Tapi dalam rentang waktu puluhan atau ratusan tahun, sebagian besar hanya tebakan. Kita dapat membuat tebakan agak terbatas, tapi daya prediksinya rendah, jadi anggap saja ini eksperimen pemikiran,” katanya.

Menurutnya, waktu 50 ribu tahun lebih dari cukup untuk beberapa perubahan evolusi dalam skala relatif kecil.

Baca Juga:  Benih Unggul dan Teknologi Jadi Kunci Sukses Petani: Dari Lahan Kecil Menuju Panen Miliaran Rupiah

“Perubahan yang benar-benar dramatis butuh waktu lebih lama. Kita takkan menumbuhkan sayap atau insang dalam waktu kurang dari jutaan tahun, dan 50.000 tahun yang lalu, kita adalah manusia modern secara anatomi,” paparnya.

Jason Hodgson, ahli evolusi Universitas Anglia Ruskin, mengatakan 50.000 tahun sangat lama dalam evolusi manusia, mewakili lebih dari 1.667 generasi.

“Di 50.000 tahun terakhir, sebagian besar variasi yang terlihat di antara populasi manusia berevolusi. Ini mencakup semua variasi warna kulit yang terlihat di seluruh dunia, semua variasi perawakan, semua variasi warna dan tekstur rambut, dll. Faktanya, sebagian besar variasi yang kita kenal berevolusi 10.000 tahun terakhir,” jelasnya.

Baca Juga:  Melek Teknologi, Ibu Millennial Ini Hobi Koleksi Pel Canggih Ketimbang Tas Branded

Hodgson memperkirakan, di masa depan lebih dekat, populasi global menjadi lebih homogen dan kurang terstruktur dalam genetika dan ciri-ciri individu yang dapat diamati.

“Perkawinan antara kelompok-kelompok berkerabat jauh meningkat, dan akan mengakibatkan berkurangnya struktur dan populasi global yang lebih homogen,” katanya.

Manusia juga mungkin menjadi lebih tinggi, karena seleksi seksual. Seiring waktu dan berkembangnya teknologi, ada kemungkinan manusia mulai mengarahkan evolusi melalui alat penyuntingan gen seperti CRISPR yang mungkin dibantu kecerdasan buatan.

Baca Juga:  Viral Kecepatan Internet Indonesia Terendah di ASEAN? Ini Fakta Terbarunya

“Menerapkan teknik genetika pada manusia sangat kontroversial dan penuh dengan masalah etika. Namun dalam 50.000 tahun, hampir tidak dapat dipahami oleh saya bahwa orang-orang pada akhirnya tidak akan menerapkan teknologi ini pada spesies kita,” kata Hodgson.

“Saya menduga hal-hal seperti penampilan sebagian besar akan bergantung pada pilihan sendiri. Teknologi seperti CRISPR, atau teknologi yang belum ditemukan, memungkinkan kita memilih banyak hal tentang penampilan kita. Saya bahkan membayangkan penampilan kita dapat berubah dari generasi ke generasi seperti halnya perubahan mode,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

teknologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.