bukamata.id – Belasan orang menjadi korban pembacokan di wilayah Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, dan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Pelaku yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sempat kabur hingga ke lembah sebelum akhirnya ditangkap dan dihakimi massa.
Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyampaikan, insiden ini bermula dari cekcok antara pelaku dan orang tuanya. Usai keluar rumah dengan membawa golok, pelaku langsung menyerang siapa pun yang ditemuinya di jalan.
“Informasi sementara, pelaku setelah cekcok dengan orang tuanya keluar rumah dan melakukan kekerasan menggunakan golok kepada siapa pun yang ditemuinya,” ujar Anom, Senin (17/11/2025).
Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 16.15 WIB pada Minggu, 16 November 2025, di tiga titik berbeda:
- Kampung Cijayu, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur
- Kampung Cihonje, Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Purwakarta
- Kampung Pasirbondol, Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Purwakarta
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga panik melihat beberapa korban berlumuran darah sambil berteriak meminta pertolongan. Di saat bersamaan, sebagian warga mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap dan diamuk massa.
Polisi mengungkap identitas pelaku sebagai Deni Supriyani (29), warga Kampung Pasir Bondol, Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis.
Pelaku disebut memiliki riwayat gangguan jiwa dan kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa Cisarua setelah mengalami luka akibat dihakimi massa.
Kapolres mencatat 13 korban pembacokan, dengan kategori luka ringan, sedang, hingga parah. Lima di antaranya harus dirawat intensif di RSUD Sayang Cianjur dan RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Korban mengalami luka di bagian kepala, leher, tangan, dan bahu. Salah satu korban anak mengalami luka serius sehingga harus dirujuk ke RSUD Cianjur. Meski demikian, seluruh korban kini sudah mendapatkan perawatan medis dan dalam kondisi stabil.
“Terkahir kami cek, korban dalam keadaan sadar dan sedang menjalani perawatan,” kata Kapolres Anom.
Salah satu korban, Indi (61), menceritakan detik-detik ia diserang.
“Tiba-tiba datang dan langsung menebas. Kami sempat berhadapan, tapi tidak sempat melawan. Langsung oleng dan pingsan,” ungkapnya.
Pihak Puskesmas Maniis membenarkan bahwa pelaku adalah pasien ODGJ yang rutin berobat. Meski sering kambuh, sebelumnya pelaku tidak pernah sampai melukai orang lain.
“Obat rutin dikasih, tapi memang sering kambuh. Informasinya golok itu dibawa sendiri dari rumah,” kata Gani, petugas puskesmas.
Polisi kini melakukan pendalaman terkait motif, kondisi psikologis, serta kronologi lengkap kejadian untuk keperluan penyidikan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











