Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Kamis, 13 Agustus 2026 17:02 WIB

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kamis, 13 Agustus 2026 16:14 WIB

Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 16:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
  • Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb
  • Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
  • Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki
  • Pertama Sejak 1433, Negara Ini Alami Gelap Gulita Saat Gerhana Matahari Total Berlangsung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purwakarta Siaga: Tanah Bergerak Terus Meluas, Warga Dilarang Mendekat

By Aga GustianaRabu, 18 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada warga agar menjauhi kawasan terdampak tanah bergerak di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bencana susulan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.

Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, menyebut bahwa Desa Pasirmunjul memang termasuk dalam wilayah dengan tingkat kerawanan tanah bergerak yang tinggi. Ia menegaskan perlunya penanganan darurat yang cepat dan terstruktur untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Segala upaya berupa bantuan logistik semaksimal mungkin untuk segera didistribusikan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian. Jadi kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sekitar lokasi bencana,” kata Norman dikutip Rabu (18/6/2025).

Norman juga mengungkapkan bahwa saat ini pergerakan tanah terjadi dengan selang waktu sekitar satu jam, lebih jarang dibandingkan sebelumnya yang hanya lima menit sekali. Meskipun demikian, risiko bencana tetap tinggi sehingga warga diharapkan tidak mendekati lokasi tersebut.

Ilustrasi pergerakan tanah. (Shutterstock)

Dampak Meluas, Ratusan Warga Mengungsi

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, bencana tanah bergerak di Pasirmunjul telah memaksa sekitar 250 warga untuk mengungsi. Sementara itu, laporan sementara menunjukkan bahwa 70 bangunan mengalami kerusakan. Rinciannya, 57 rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, delapan rumah rusak ringan, serta satu fasilitas umum dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan berat.

Bencana ini disebut sebagai yang terbesar sejak tahun 2007, menurut laporan Pemkab Purwakarta yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan lembaga terkait lainnya seperti Baznas.

Dalam rentang waktu 11 hingga 14 Juni 2025, tanah ambles dilaporkan telah menjalar sejauh 20 meter dari titik awal dan terus bertambah setiap 10 menit. Dampaknya pun bukan hanya pada hunian, tetapi juga terhadap situs pemakaman keluarga di Kampung Cigintung yang terpaksa dipindahkan.

Kondisi Geologi Berisiko Tinggi

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, fenomena tanah bergerak di Pasirmunjul bukan kali pertama terjadi. Aktivitas serupa telah terdeteksi sejak Minggu, 20 April 2025, dan terus berulang di beberapa tanggal penting: 23 April, 19 Mei, 21 Mei, hingga terakhir pada Sabtu, 14 Juni.

Secara geologis, wilayah tersebut berada di ketinggian sekitar 370 meter di atas permukaan laut dan didominasi oleh perbukitan dengan lereng yang cukup curam. Kondisi morfologi inilah yang menjadikan Pasirmunjul sangat rentan terhadap pergerakan tanah.

Langkah Lanjutan

Inventarisasi kebutuhan logistik dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemkab Purwakarta menegaskan bahwa segala bentuk bantuan akan segera disalurkan untuk mendukung para pengungsi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan guna memastikan keselamatan bersama. Pemerintah juga mengingatkan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam BPBD Jawa Barat Pasirmunjul pengungsian rumah rusak tanah bergerak Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki

Pertama Sejak 1433, Negara Ini Alami Gelap Gulita Saat Gerhana Matahari Total Berlangsung

Kasus Dugaan Penistaan Agama The Sound Project Mencuat, 2 Orang Diamankan Polisi

Pemkot Bandung Tertibkan 58 Bangunan di Rajawali Tanpa Relokasi dan Kompensasi

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.