Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!

Sabtu, 30 Mei 2026 06:00 WIB
Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Sabtu, 30 Mei 2026 05:00 WIB

Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok

Sabtu, 30 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!
  • Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP
  • Puaskan Lidah di Purwakarta: 3 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Disambangi
  • Hidden Gem Baru di Bogor: Menemukan Ketenangan di Lereng Gunung Salak
  • Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis
  • Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Berkarya Sejak 1985, Komunitas Celah-celah Langit Sampaikan Kritik Lewat Kesenian

By Putra JuangSenin, 3 Juni 2024 19:39 WIB2 Mins Read
Komunitas Celah-celah Langit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru saja merayakan HUT ke-26 tahun, Komunitas Celah-celah Langit masih berdiri memeluk erat kesenian Teater sebagai media aspirasi.

Aktivitas komunitas ini telah ada sejak tahun 1985 pada Sang Pendiri yaitu Iman Soleh masih kuliah. Hingga akhirnya diresmikan pada tahun 1998 tanggal 22 Mei.

Salah satu karya pentas mereka yang bertajuk “ Ode Air” telah dipertontonkan sekitar tahun 2001-2005 di beberapa tempat di Indonesia.

Selain di Indonesia, kemunitas ini bergabung dengan kelompok teater dari beberapa negara seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Prancis, Australia, Belanda. Pertunjukkan berakhir di kota Islamabad dan Lahore di Pakistan.

“Saya akhirnya menyadari dalam pentingnya seni dan pendidikan kontekstual baik di masa kini atau masa yang akan datang,” ucap Iman, dikutip Senin (3/6/2024).

Baca Juga:  Serap Aspirasi Warga Jabar, Pemprov Berkolaborasi dengan Media Komunitas

Naskah “Ode Air” ditulis serta digarap secara bersama-sama hingga lebih dari 30 orang.

Iman menyebutkan, mereka hampir selalu mengerjakan naskah dengan cara collaborative text. Sebuah tradisi dari lisan berubah ke tulisan lalu menjadi lisan kembali.

“Tradisi lisan pada orang-orang modern ini buruk sekali. Seperti sulit menyampaikan tentang ilmu yang mereka miliki. Maka dari itu, hal ini menjadi latar belakang kenapa kami garap naskah secara bersama-sama. Semudah mengobrol lalu dicatat, hanya saja kami tentukan apa yang ingin dibicarakan lalu kita tampilkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Napak Tilas Seni Teater Bandung di Tiga Ikon Legendaris

Motivasi Iman Soleh untuk menyampaikan kritiknya lewat kesenian adalah karna kesukaannya pada puisi W.S. Rendra dengan judul Sajak Sebatang Lisong.

“Tulis yang ada di dekatmu, maka itulah yang membawamu ke tempat-tempat jauh. Sesuai dengan kontekstual yang saya sampaikan tadi, kita tulis tentang keresahan kita yang paling dekat, itu yang membawa kita ke tempat yang jauh selama adanya seni dan pendidikan kontekstual tadi,” katanya.

Iman Soleh yang sekaligus menjadi dosen Teater di kampus Institut Seni Budaya Indonesia ini mengungkapkan, membangun komunitas ini atas rasa kehilangannya terhadap gelanggang remaja yang dulu pernah ada di Kota Bandung.

Kini sudah hilang sehingga ia membuat tempat agar anak muda dapat berkekspresi karena dirasa kurangnya taman kebudayaan.

Baca Juga:  Permudah Perizinan, Pemerintah Siapkan Sistem Satu Pintu untuk Acara Seni dan Olahraga

Teater dianggap sebagai kesenian yang primitif oleh beliau karena hanya menggunakan orang. Iman soleh pun mengakui bahwa teater belum tentu memberikan kita hidup.

“Dari teater mungkin kita tida bisa hidup atau menghidupi, tapi kita disini mugkin bisa membuka cara orang untuk mau hidup,” ucapnya.

Jadwal Komunitas CCL untuk melakukan kegiatan yang bertempatkan di Gang Bapak Eni No. 8/169A di belakan Terminal Ledeng Bandung ialah setiap Sabtu pagi seperti melakukan olah rasa, dan juga ikut mempersiapkan pentas mereka yang dekat ini akan dipertontonkan pada 13 Juni 2024 di LPSK Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Celah-celah Langit komunitas seni Teater
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!

Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok

Ilustrasi Sate

Puaskan Lidah di Purwakarta: 3 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Disambangi

Hidden Gem Baru di Bogor: Menemukan Ketenangan di Lereng Gunung Salak

Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis

Geger! Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral Bikin Warganet Penasaran

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.