Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!

Selasa, 15 September 2026 09:31 WIB
Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Selasa, 15 September 2026 08:27 WIB

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Selasa, 15 September 2026 07:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!
  • Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Berkarya Sejak 1985, Komunitas Celah-celah Langit Sampaikan Kritik Lewat Kesenian

By Putra JuangSenin, 3 Juni 2024 19:39 WIB2 Mins Read
Komunitas Celah-celah Langit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru saja merayakan HUT ke-26 tahun, Komunitas Celah-celah Langit masih berdiri memeluk erat kesenian Teater sebagai media aspirasi.

Aktivitas komunitas ini telah ada sejak tahun 1985 pada Sang Pendiri yaitu Iman Soleh masih kuliah. Hingga akhirnya diresmikan pada tahun 1998 tanggal 22 Mei.

Salah satu karya pentas mereka yang bertajuk “ Ode Air” telah dipertontonkan sekitar tahun 2001-2005 di beberapa tempat di Indonesia.

Selain di Indonesia, kemunitas ini bergabung dengan kelompok teater dari beberapa negara seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Prancis, Australia, Belanda. Pertunjukkan berakhir di kota Islamabad dan Lahore di Pakistan.

“Saya akhirnya menyadari dalam pentingnya seni dan pendidikan kontekstual baik di masa kini atau masa yang akan datang,” ucap Iman, dikutip Senin (3/6/2024).

Baca Juga:  5 Rekomendasi Art Space di Kota Bandung

Naskah “Ode Air” ditulis serta digarap secara bersama-sama hingga lebih dari 30 orang.

Iman menyebutkan, mereka hampir selalu mengerjakan naskah dengan cara collaborative text. Sebuah tradisi dari lisan berubah ke tulisan lalu menjadi lisan kembali.

“Tradisi lisan pada orang-orang modern ini buruk sekali. Seperti sulit menyampaikan tentang ilmu yang mereka miliki. Maka dari itu, hal ini menjadi latar belakang kenapa kami garap naskah secara bersama-sama. Semudah mengobrol lalu dicatat, hanya saja kami tentukan apa yang ingin dibicarakan lalu kita tampilkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Bale Seni Barli Resmi Hadir dengan Wajah Baru, Jadi Pusat Edukasi Budaya di Bandung Barat

Motivasi Iman Soleh untuk menyampaikan kritiknya lewat kesenian adalah karna kesukaannya pada puisi W.S. Rendra dengan judul Sajak Sebatang Lisong.

“Tulis yang ada di dekatmu, maka itulah yang membawamu ke tempat-tempat jauh. Sesuai dengan kontekstual yang saya sampaikan tadi, kita tulis tentang keresahan kita yang paling dekat, itu yang membawa kita ke tempat yang jauh selama adanya seni dan pendidikan kontekstual tadi,” katanya.

Iman Soleh yang sekaligus menjadi dosen Teater di kampus Institut Seni Budaya Indonesia ini mengungkapkan, membangun komunitas ini atas rasa kehilangannya terhadap gelanggang remaja yang dulu pernah ada di Kota Bandung.

Kini sudah hilang sehingga ia membuat tempat agar anak muda dapat berkekspresi karena dirasa kurangnya taman kebudayaan.

Baca Juga:  Staycation Penuh Seni, Nikmati Keindahan Arsitektur Art Deco dan Karya Lokal di Bandung

Teater dianggap sebagai kesenian yang primitif oleh beliau karena hanya menggunakan orang. Iman soleh pun mengakui bahwa teater belum tentu memberikan kita hidup.

“Dari teater mungkin kita tida bisa hidup atau menghidupi, tapi kita disini mugkin bisa membuka cara orang untuk mau hidup,” ucapnya.

Jadwal Komunitas CCL untuk melakukan kegiatan yang bertempatkan di Gang Bapak Eni No. 8/169A di belakan Terminal Ledeng Bandung ialah setiap Sabtu pagi seperti melakukan olah rasa, dan juga ikut mempersiapkan pentas mereka yang dekat ini akan dipertontonkan pada 13 Juni 2024 di LPSK Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

seni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis

Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau

Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.