Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah

Sabtu, 18 Juli 2026 19:37 WIB
MotoGP

Paruh Kedua MotoGP 2026 Dimulai! Ini Jadwal Lengkap GP Inggris di Silverstone

Sabtu, 18 Juli 2026 18:21 WIB

Jadwal Final & Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Catat Jam Tayang dan Link Streamingnya!

Sabtu, 18 Juli 2026 18:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Paruh Kedua MotoGP 2026 Dimulai! Ini Jadwal Lengkap GP Inggris di Silverstone
  • Jadwal Final & Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Catat Jam Tayang dan Link Streamingnya!
  • Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras
  • Analisis Prediksi Prancis vs Inggris: Catatan Kelam The Three Lions Menghadapi Les Bleus
  • Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!
  • Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
  • Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Berkarya Sejak 1985, Komunitas Celah-celah Langit Sampaikan Kritik Lewat Kesenian

By Putra JuangSenin, 3 Juni 2024 19:39 WIB2 Mins Read
Komunitas Celah-celah Langit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru saja merayakan HUT ke-26 tahun, Komunitas Celah-celah Langit masih berdiri memeluk erat kesenian Teater sebagai media aspirasi.

Aktivitas komunitas ini telah ada sejak tahun 1985 pada Sang Pendiri yaitu Iman Soleh masih kuliah. Hingga akhirnya diresmikan pada tahun 1998 tanggal 22 Mei.

Salah satu karya pentas mereka yang bertajuk “ Ode Air” telah dipertontonkan sekitar tahun 2001-2005 di beberapa tempat di Indonesia.

Selain di Indonesia, kemunitas ini bergabung dengan kelompok teater dari beberapa negara seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Prancis, Australia, Belanda. Pertunjukkan berakhir di kota Islamabad dan Lahore di Pakistan.

“Saya akhirnya menyadari dalam pentingnya seni dan pendidikan kontekstual baik di masa kini atau masa yang akan datang,” ucap Iman, dikutip Senin (3/6/2024).

Baca Juga:  Jelajahi 4 Destinasi Wisata Seni Memukau di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Naskah “Ode Air” ditulis serta digarap secara bersama-sama hingga lebih dari 30 orang.

Iman menyebutkan, mereka hampir selalu mengerjakan naskah dengan cara collaborative text. Sebuah tradisi dari lisan berubah ke tulisan lalu menjadi lisan kembali.

“Tradisi lisan pada orang-orang modern ini buruk sekali. Seperti sulit menyampaikan tentang ilmu yang mereka miliki. Maka dari itu, hal ini menjadi latar belakang kenapa kami garap naskah secara bersama-sama. Semudah mengobrol lalu dicatat, hanya saja kami tentukan apa yang ingin dibicarakan lalu kita tampilkan,” tuturnya.

Baca Juga:  ArtSociates Kembali Gelar BaCAA, Kukuhkan Komitmen Dukung Perkembangan Seni Rupa

Motivasi Iman Soleh untuk menyampaikan kritiknya lewat kesenian adalah karna kesukaannya pada puisi W.S. Rendra dengan judul Sajak Sebatang Lisong.

“Tulis yang ada di dekatmu, maka itulah yang membawamu ke tempat-tempat jauh. Sesuai dengan kontekstual yang saya sampaikan tadi, kita tulis tentang keresahan kita yang paling dekat, itu yang membawa kita ke tempat yang jauh selama adanya seni dan pendidikan kontekstual tadi,” katanya.

Iman Soleh yang sekaligus menjadi dosen Teater di kampus Institut Seni Budaya Indonesia ini mengungkapkan, membangun komunitas ini atas rasa kehilangannya terhadap gelanggang remaja yang dulu pernah ada di Kota Bandung.

Kini sudah hilang sehingga ia membuat tempat agar anak muda dapat berkekspresi karena dirasa kurangnya taman kebudayaan.

Baca Juga:  Pameran Modi Creandi, Jelajahi Dunia Tumbuhan Lewat Sentuhan Estetika dan Ilmu

Teater dianggap sebagai kesenian yang primitif oleh beliau karena hanya menggunakan orang. Iman soleh pun mengakui bahwa teater belum tentu memberikan kita hidup.

“Dari teater mungkin kita tida bisa hidup atau menghidupi, tapi kita disini mugkin bisa membuka cara orang untuk mau hidup,” ucapnya.

Jadwal Komunitas CCL untuk melakukan kegiatan yang bertempatkan di Gang Bapak Eni No. 8/169A di belakan Terminal Ledeng Bandung ialah setiap Sabtu pagi seperti melakukan olah rasa, dan juga ikut mempersiapkan pentas mereka yang dekat ini akan dipertontonkan pada 13 Juni 2024 di LPSK Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Celah-celah Langit komunitas seni Teater
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!

Jadwal Cair Bansos PKH Tahap 3 Juli 2026: Segera Cek Bansos Anda Sekarang!

Game Free Fire

Update Kode Redeem Free Fire 18 Juli 2026: Klaim Skin & Item Gratis Sekarang!

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Skema Baru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Bakal Lewat Koperasi Desa?

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Aman dan Resmi Klaim Saldo DANA Gratis 18 Juli 2026: Hindari Penipuan

Daftar Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini, 18 Juli 2026: Segera Klaim Hadiahnya!

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.