Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Healing ke Negeri di Atas Awan? Yuk, Simak Panduan Wisata Tebing Keraton Bandung

Rabu, 27 Mei 2026 06:00 WIB

Lengkap! Urutan Bacaan Doa Kurban Idul Adha Menurut Syariat Islam

Rabu, 27 Mei 2026 05:00 WIB

Daftar 18 Pemain Incaran Persib Bandung Bocor, Ada Nama Besar dari Eropa dan Asia

Rabu, 27 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Healing ke Negeri di Atas Awan? Yuk, Simak Panduan Wisata Tebing Keraton Bandung
  • Lengkap! Urutan Bacaan Doa Kurban Idul Adha Menurut Syariat Islam
  • Daftar 18 Pemain Incaran Persib Bandung Bocor, Ada Nama Besar dari Eropa dan Asia
  • Fenomena ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Trending, Warganet Ramai Cari Link Asli
  • Pangandaran Hidden Gems: Dari Gua Mistis hingga Air Terjun Biru yang Wajib Dikunjungi
  • Liburan ke Bandung Tak Perlu Mahal! Ini 15 Spot Wisata Gratis & Murah Meriah
  • Surga Kuliner Bogor: Dari Bapatong hingga Pizza Meteran, Ini 18 Rekomendasi Wajib!
  • Tak Perlu Jauh! Ini 9 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Purwakarta yang Bisa Dijangkau dari Stasiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 27 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bertahan Sejak 1960, Perajin Gamelan Purbalaras Asal Bandung Kini Sudah Mendunia

By Putra JuangJumat, 29 September 2023 09:03 WIB2 Mins Read
Gemelan Purbalaras. (Foto: bandung.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gamelan merupakan kesenian khas Sunda menjadi musik khas yang sering dimainkan pada zaman dahulu saat hajatan atau di tempat khusus, seperti kerajaan hingga kini masih bertahan.

Di Kota Bandung, terdapat perajin gamelan yang telah bertahan sejak tahun 1960, bernama Gamelan Purbalaras. Bahkan, namanya sudah terkenal hingga mancanegara.

Bengkel pembuatan Gamelan Purbalaras berada di RT 09 RW 01 Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Sang pemilik yakni Dedi Rahmat atau yang lebih dikenal dengan Asep Ahum merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha bapaknya.

Asep Ahum bercerita, awalnya usaha pembuatan gamelan dirintis oleh sang ayah sejak tahun 1960 di daerah Cicadas Kota Bandung. Lalu berpindah ke daerah Lengkong pada tahun 1990 dan pindah ke Rancasari pada tahun 2017.

Baca Juga:  Ini Tiga Strategi Herman Suryatman dalam Memimpin Kabupaten Sumedang

“Awalnya dari bapak saya. Sebetulnya bikin gamelan dulu hanya sampingan, dulu bapak bikin gamelan dari tahun 1960an terus berkembang sampai tahun 1990. Saya mendirikan sendiri sampai sekarang sampai sekarang,” ucap Asep Ahum, Jumat (29/9/2023).

Produk yang dihasilkan oleh Purbalaras di antaranya gamelan Sunda degung, salendro. Bahannya menggunakan bahan besi, steinless, kuningan, dan perunggu.

Gamelan buatan Purbalaras telah sampai ke pasar internasional. Asep Ahum menyebut, gamelannya talah dikirim ke berbagai negara mulai dari Amerika, Perancis, Belanda, Inggris, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea hingga berbagai negara lainnya.

Baca Juga:  Jokowi Soal Isu Pembubaran KPK: Lembaganya Bagus, Tiap Bulan OTT

Selain itu, gamelan purbalaras juga dipakai Lingkung Seni (LS) Giriharja di bawah asuhan Abah Sunarya.

“Gamelan yang dipakai Giri Harja semuanya produk Purbalaras,” jelasnya.

Selain dari gamelan Sunda, Purbalaras juga membuat alat musik khas daerah lain seperti halnya gamelan Betawi (gambang kromong), gamelan Indramayu, Cirebon, Jawa, Bali, Minahasa, Aceh, Lombok, dan lainnya.

Selain gamelan, Purbalaras juga membuat alat musik tradisional lainnya, seperti marawis hadroh rebana.

Asep Ahum mengatakan, fokus Purbalaras yaitu memproduksi alat-alat tradisional khususnya alat tradisional Sunda. Sedangkan umumnya yaitu alat-alat tradisional seluruh indonesia.

Baca Juga:  Terdengar Suara Ledakan, Pipa PDAM Cibangkong Bandung Pecah: 2 Rumah Roboh

Dalam membuat gamelan, kini ia dibantu oleh 20 orang karyawannya. Satu set gamelan ia bandrol mulai dari Rp9,5 juta hingga miliaran rupiah tergantung bahan baku.

“Tergantung bahan baku mulai dari Rp9,5 juta untuk yang dari bahan besi hingga ada yang miliaran dari bahan perunggu. Biasanya dipesan dari luar negeri,” katanya.

Kini sang anak Irvan Rizki Ramdani turut membantu penjualan online produk gamelannya. Ia berharap seni tradisional Sunda utamanya Gamelan dapat dinikmati oleh berbagai generasi.

“Sekarang udah banyak anak muda yang tertarik dengan gamelan, saya ingin seni tradisional Sunda semakin maju,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Gamelan Purbalaras Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Healing ke Negeri di Atas Awan? Yuk, Simak Panduan Wisata Tebing Keraton Bandung

Lengkap! Urutan Bacaan Doa Kurban Idul Adha Menurut Syariat Islam

Fenomena ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Trending, Warganet Ramai Cari Link Asli

Pangandaran Hidden Gems: Dari Gua Mistis hingga Air Terjun Biru yang Wajib Dikunjungi

Liburan ke Bandung Tak Perlu Mahal! Ini 15 Spot Wisata Gratis & Murah Meriah

Surga Kuliner Bogor: Dari Bapatong hingga Pizza Meteran, Ini 18 Rekomendasi Wajib!

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Dulu Dipuja, Dokter Cantik Ini Kini Kurus Kering Digerogoti Penyakit Misterius? Ini Fakta Mengejutkannya!
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Link Full Video Bu Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.