Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina

Sabtu, 26 September 2026 10:17 WIB

Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood

Sabtu, 26 September 2026 07:44 WIB

Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026

Sabtu, 26 September 2026 06:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina
  • Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks
  • Warga Bandung Merapat! Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipajang di PVJ, Ada Meet and Greet Legenda
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bey Minta Dinkes Selidiki Dugaan Malapraktik di Cianjur Sebabkan Bocah 10 Tahun Meninggal

By Putra JuangRabu, 22 Mei 2024 19:20 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyelidiki dugaan kasus malapraktik yang menewaskan bocah berusia 10 tahun bernama Daffa Alghifari Nugraha.

Diketahui, Daffa merupakan warga Kampung Ciurih, Desa Jayagiri, Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Dugaan kasus malapraktik ini terjadi di Puskesmas Sindangbarang pada 21 April 2024 lalu.

“Nanti kami koordinasi dengan dinkes untuk mengungkap kasus ini,” ucap Bey di Kantor DPRD Jabar, Rabu (22/5/2024).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Rochady Hendra Setia Wibawa mengatakan, kasus ini nantinya akan ditangani langsung oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Cianjur.

Baca Juga:  Diikuti 3.000 Peserta, Bey Sebut DockFestRun 2024 Gelorakan Gaya Hidup Sehat

“Sedang dilaporkan ke Komnas KIPI. Awalnya Komnas KIPI Cianjur nanti akan dipresentasikan ke Jabar. Kalau perlu Komnas KIPI Jabar akan turun tangan,” kata Rochady.

Menurutnya, faktor penyebab kematian korban bisa terjadi karena beberapa hal. Seperti dari kondisi korban atau kemungkinan ada kesalahan prosedur dari perawat yang menangani.

Baca Juga:  Bey Machmudin Segera Kaji Usulan Jokowi Soal LRT Kota Bandung

Hingga saat ini, Dinkes Jabar masih menunggu laporan dari Komnas KIPI Cianjur.

“Nantinya hasilnya dari Komnas KIPI dilihat apakah betul ada kelalainan manusia atau apakah ada penyakit lain. Itu saat ini sedang diteliti dulu sama ahlinya,” ungkapnya.

Rochady mengatakan, petugas perawat yang menangani korban kini masih bertugas di Puskesmas Sindangbarang. Mengenai sanksi atau teguran, nantinya diputuskan berdasarkan hasil penelitian Komnas KIPI.

“Kalau tiba-tiba dinonaktifkan kan jadi indikasi tidak baik. Komnas KIPI nanti yang akan memutuskan dan sedang diteliti juga penyebabnya,” tandasnya.

Baca Juga:  Setelah Dua Kali Penetapan, Pemprov Jabar Hentikan Darurat Sampah Bandung Raya

Untuk diketahui, korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Sindangbarang untuk menjalani pemeriksaan karena mengalami sakit demam. Saat korban hendak dibawa pulang, perawat puskesmas memberikan suntikan antibiotik.

Setelah itu, korban memengalami kejang dan kembali diberikan suntikan ke dua dan ketiga. Saat itu kondisi sudah membaik. Lantas petugas memberikan lagi suntikan ke tiga langsung koma hingga akhirnya meninggal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Kabupaten Cianjur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.