Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral di TikTok, Simak Liriknya

Rabu, 27 Mei 2026 09:19 WIB
sapi

Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Dibeli dari APBN Rp100 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 08:25 WIB

Ide Ucapan Idul Adha 2026: Pilihan Kata Menyentuh untuk Status WhatsApp & IG

Rabu, 27 Mei 2026 08:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral di TikTok, Simak Liriknya
  • Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Dibeli dari APBN Rp100 Miliar
  • Ide Ucapan Idul Adha 2026: Pilihan Kata Menyentuh untuk Status WhatsApp & IG
  • Momen Haru di Balik Juara, Empat Pilar Asing Resmi Pamit dari Persib Bandung?
  • Healing ke Negeri di Atas Awan? Yuk, Simak Panduan Wisata Tebing Keraton Bandung
  • Lengkap! Urutan Bacaan Doa Kurban Idul Adha Menurut Syariat Islam
  • Daftar 18 Pemain Incaran Persib Bandung Bocor, Ada Nama Besar dari Eropa dan Asia
  • Fenomena ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Trending, Warganet Ramai Cari Link Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 27 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bey Pastikan 81 Persen Masalah Banjir di Bandung Selatan Telah Ditangani

By Putri Mutia RahmanSelasa, 2 Januari 2024 20:55 WIB2 Mins Read
Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, salah satu infrastruktur pengendali banjir. (Foto: Yogi Prayoga/Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan dengan adanya Kolam Retensi Andir, Oxbow Rancamanyar, dan Terowongan Nanjung, masalah banjir untuk kawasan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Andir di Kabupaten Bandung akan berkurang 81 persen.

Dikutip dari jabarprov.go.id, Bey mengunjungi infrastruktur pengendali banjir di tiga lokasi tersebut, guna memastikan banjir di kawasan Bandung selatan terkendali. Setelah BMKG memperkirakan curah hujan akan tinggi di bulan Januari-Februari 2024.

“Tujuannya untuk mengetahui infrastruktur pengendali banjir karena BMKG memperkirakan bulan Januari-Februari ini akan menjadi puncak musim hujan dan saya pikir ini sudah dilakukan sangat baik oleh BBWS Citarum, dan ini semua mengurangi 81 persen ancaman banjir di Baleendah, Dayeuhkolot, dan Andir,” ujar Bey sesudah meninjau infrastruktur penanganan banjir di kawasan Bandung selatan, Selasa (2/1/2024). 

“Itu lokasi yang (sering) terjadi banjir dan kini bisa berkurang 81 persen. Walaupun terjadi banjir penyerapannya sangat cepat,” tambahnya.

Baca Juga:  Nyoblos Perdana Sebagai Pj Gubernur Jabar, Bey akan Gunakan Hak Pilihnya di Jalan Garut Bandung

Namun Bey tetap menghimbau masyarakat agar memperhatikan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Masyarakat supaya bisa mengurangi sampah, jangan buang sampah sembarangan di tempat-tempat itu (bantaran sungai),” imbaunya.

Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bastari mengungkapkan, Kolam Retensi Andir, Oxbow Rancamanyar, dan Terowongan Nanjung merupakan sistem pengendali banjir untuk kawasan Andir, Baleendah, dan Dayeuhkolot.

Baca Juga:  Diikuti 3.000 Peserta, Bey Sebut DockFestRun 2024 Gelorakan Gaya Hidup Sehat

Menurutnya, dengan sistem ini banjir sudah tertangani 81 persen. Dari 732 hektar area banjir sekarang tinggal 72 hektare.

“Kami juga menambah lagi di tahun 2023, yakni pompa Cibugel dan Cigede, yang memang ada beberapa daerah yang rendah kita tambah pompanya sehingga air bisa terpompa ketika Sungai Citarum tinggi dan hujan lebat di Bandung,” ucap Bastari.

Dengan adanya sistem ini, Bastara menyebut ada respons positif dari warga yang bermukim di kawasan Andir bahwa selama 20 tahun banjir di wilayah itu. Seringkali mereka menunggu surut sampai satu bulan.

Baca Juga:  Bey Prioritaskan Evakuasi Warga Terdampak Bencana di Kabupaten Sukabumi

Namun ketika ada tiga infrastruktur pengendali banjir, air yang menggenang bisa surut dengan waktu paling lama satu hari bahkan bisa beberapa jam saja.

“Ada warga Andir menyampaikan, selama 20 tahun sering terjadi banjir, surutnya lama bisa berbulan-bulan, tapi sekarang bisa dilihat, banjir dalam hitungan jam atau paling lama menyeberang hari. Dalam satu hari sudah bisa kita kendalikan, surutkan airnya dengan bantuan pompa,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Selatan banjir Bey Machmudin Kolam Retensi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

sapi

Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Dibeli dari APBN Rp100 Miliar

Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!

Bandung Kembali Dilanda Banjir, 772 KK Terdampak di Dayeuhkolot

Rupiah Masih Tertekan di Level Rp17.790, Cek Kurs Dolar di Bank Hari Ini

Alam Indonesia di Ambang Kiamat? Satwa Langka Menjerit, Surga Wisata Dunia Kini Rata dengan Tanah!

Ilustrasi gempa

Gempa M 4,8 Guncang Jember: Getaran Terasa Hingga Malang dan Bali

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Dulu Dipuja, Dokter Cantik Ini Kini Kurus Kering Digerogoti Penyakit Misterius? Ini Fakta Mengejutkannya!
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Link Full Video Bu Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.