Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPBD Jabar dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, Hujan Deras Dialihkan ke Laut

By Aga GustianaJumat, 23 Januari 2026 20:47 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hujan.
Ilustrasi Hujan. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jakarta. Upaya ini dilakukan sejak 18 Januari 2026 dan terus dipantau secara intensif untuk memastikan keamanan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa meskipun modifikasi cuaca sudah dijalankan, hujan tetap terjadi karena awan di wilayah ini sangat masif.

“Kenapa masih tetap hujan? Karena memang awannya di atas sangat masif dan berdasarkan hasil perhitungan BMKG memang cuaca di Jawa Barat sampai tanggal 29 Januari 2026 curah hujannya sangat tinggi,” ujar Teten, Jumat (23/1/2026).

Sebelum melakukan operasi modifikasi cuaca, petugas BNPB bersama BMKG terlebih dahulu melakukan analisis kondisi awan. Jika prediksi menunjukkan potensi hujan lebat atau ekstrem, tim akan terbang dan menyebarkan bibit kimia yang direkomendasikan para ahli BMKG.

Baca Juga:  Mie Kocok Bandung hingga Tahu Cibuntu Masuk Warisan Budaya Tak Benda 2025

“Nanti kita lihat juga, apakah akan terus dilakukan sampai 29 Januari 2026 atau tidak, tergantung kondisi cuacanya. Nah, kemarin dari Halim Perdana Kusuma, ditambah dari Husein Sastranegara kita melakukan operasi modifikasi cuaca meng-cover wilayah-wilayah yang diperkirakan curah hujannya akan tinggi,” jelas Teten.

Teknik modifikasi cuaca yang digunakan

Secara teknis, tujuan modifikasi cuaca adalah memindahkan potensi hujan dari area pemukiman ke lokasi yang lebih aman, seperti laut atau waduk. Proses ini dikenal sebagai “jumping process”, di mana awan yang bergerak menuju daratan dicegat di atas laut agar hujan ekstrem bisa diarahkan ke area aman.

“Jadi, bibit kimia itu disebar di atas awan agar awan tersebut pecah atau agar hujannya diturunkan misalnya di daerah-daerah seperti waduk atau laut itu, jadi seperti memindahkan awan hujan yang ekstrem ke laut,” ungkap Teten.

Setiap penerbangan membawa sekitar satu ton bibit kimia, tergantung jenis pesawat dan kondisi awan. Hingga kini, BNPB telah melakukan empat kali penerbangan dari Halim Perdanakusuma dan satu dari Jawa Barat. Operasi ini akan terus berlangsung selama kondisi cuaca di Jakarta dan Jabar belum stabil.

Baca Juga:  Surganya 'Hidden Gem'! 8 Wisata Curug Hits di Bandung Raya untuk Healing Akhir Pekan

Prediksi cuaca hingga akhir Januari 2026

BMKG memproyeksikan cuaca di Jawa Barat tetap tidak bersahabat hingga akhir bulan. Intensitas hujan diprediksi sedang hingga lebat, bahkan berpotensi sangat lebat disertai kilat dan petir. Faktor penyebabnya berasal dari kombinasi dinamika atmosfer global dan lokal yang sedang aktif di wilayah Jawa Barat.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa saat ini indeks ENSO di wilayah Niño 3.4 berada pada fase negatif, menandakan La Nina lemah yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.

“Dinamika ini mendukung peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, suhu muka laut di perairan Indonesia yang relatif hangat menjadi pemasok utama uap air ke atmosfer, sehingga memperbesar peluang terjadinya hujan intensitas tinggi.

Baca Juga:  Bey Guyur Bonus untuk Atlet-Kontingen PON XXI serta PEPARNAS XVII 2024

Daerah-daerah yang berpotensi terdampak

BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Barat yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, antara lain:

  • Bekasi (Kabupaten dan Kota)
  • Bogor (Kabupaten dan Kota)
  • Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur
  • Sukabumi, Bandung (Kabupaten dan Kota), Bandung Barat, Cimahi, Sumedang
  • Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut
  • Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan genangan.

“Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar. Cuaca bersifat dinamis, jadi tetap tenang, waspada, dan pantau informasi terkini dari BMKG,” pungkas Teguh.

Dengan adanya kolaborasi BPBD Jabar, BNPB, dan BMKG, diharapkan risiko bencana akibat hujan ekstrem dapat diminimalisir, sementara masyarakat tetap bisa menjalani aktivitas dengan lebih aman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

antisipasi banjir bencana BMKG BNPB BPBD Jabar hujan ekstrem Jakarta jawa barat Modifikasi Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.