Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

Kamis, 30 Juli 2026 10:36 WIB

Klasemen Terbaru Piala Presiden 2026: Persib dan Persebaya Nyaman di Puncak

Kamis, 30 Juli 2026 10:26 WIB
Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok! Emas 1 Gram Turun Rp12.000, Buyback Ikut Melemah

Kamis, 30 Juli 2026 10:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing
  • Klasemen Terbaru Piala Presiden 2026: Persib dan Persebaya Nyaman di Puncak
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok! Emas 1 Gram Turun Rp12.000, Buyback Ikut Melemah
  • Tak Gentar dengan Status Juara! Mariano Peralta Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Lagi
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPBD Jabar dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, Hujan Deras Dialihkan ke Laut

By Aga GustianaJumat, 23 Januari 2026 20:47 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hujan.
Ilustrasi Hujan. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jakarta. Upaya ini dilakukan sejak 18 Januari 2026 dan terus dipantau secara intensif untuk memastikan keamanan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa meskipun modifikasi cuaca sudah dijalankan, hujan tetap terjadi karena awan di wilayah ini sangat masif.

“Kenapa masih tetap hujan? Karena memang awannya di atas sangat masif dan berdasarkan hasil perhitungan BMKG memang cuaca di Jawa Barat sampai tanggal 29 Januari 2026 curah hujannya sangat tinggi,” ujar Teten, Jumat (23/1/2026).

Sebelum melakukan operasi modifikasi cuaca, petugas BNPB bersama BMKG terlebih dahulu melakukan analisis kondisi awan. Jika prediksi menunjukkan potensi hujan lebat atau ekstrem, tim akan terbang dan menyebarkan bibit kimia yang direkomendasikan para ahli BMKG.

“Nanti kita lihat juga, apakah akan terus dilakukan sampai 29 Januari 2026 atau tidak, tergantung kondisi cuacanya. Nah, kemarin dari Halim Perdana Kusuma, ditambah dari Husein Sastranegara kita melakukan operasi modifikasi cuaca meng-cover wilayah-wilayah yang diperkirakan curah hujannya akan tinggi,” jelas Teten.

Teknik modifikasi cuaca yang digunakan

Secara teknis, tujuan modifikasi cuaca adalah memindahkan potensi hujan dari area pemukiman ke lokasi yang lebih aman, seperti laut atau waduk. Proses ini dikenal sebagai “jumping process”, di mana awan yang bergerak menuju daratan dicegat di atas laut agar hujan ekstrem bisa diarahkan ke area aman.

“Jadi, bibit kimia itu disebar di atas awan agar awan tersebut pecah atau agar hujannya diturunkan misalnya di daerah-daerah seperti waduk atau laut itu, jadi seperti memindahkan awan hujan yang ekstrem ke laut,” ungkap Teten.

Setiap penerbangan membawa sekitar satu ton bibit kimia, tergantung jenis pesawat dan kondisi awan. Hingga kini, BNPB telah melakukan empat kali penerbangan dari Halim Perdanakusuma dan satu dari Jawa Barat. Operasi ini akan terus berlangsung selama kondisi cuaca di Jakarta dan Jabar belum stabil.

Prediksi cuaca hingga akhir Januari 2026

BMKG memproyeksikan cuaca di Jawa Barat tetap tidak bersahabat hingga akhir bulan. Intensitas hujan diprediksi sedang hingga lebat, bahkan berpotensi sangat lebat disertai kilat dan petir. Faktor penyebabnya berasal dari kombinasi dinamika atmosfer global dan lokal yang sedang aktif di wilayah Jawa Barat.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa saat ini indeks ENSO di wilayah Niño 3.4 berada pada fase negatif, menandakan La Nina lemah yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.

“Dinamika ini mendukung peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, suhu muka laut di perairan Indonesia yang relatif hangat menjadi pemasok utama uap air ke atmosfer, sehingga memperbesar peluang terjadinya hujan intensitas tinggi.

Daerah-daerah yang berpotensi terdampak

BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Barat yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, antara lain:

  • Bekasi (Kabupaten dan Kota)
  • Bogor (Kabupaten dan Kota)
  • Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur
  • Sukabumi, Bandung (Kabupaten dan Kota), Bandung Barat, Cimahi, Sumedang
  • Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut
  • Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan genangan.

“Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar. Cuaca bersifat dinamis, jadi tetap tenang, waspada, dan pantau informasi terkini dari BMKG,” pungkas Teguh.

Dengan adanya kolaborasi BPBD Jabar, BNPB, dan BMKG, diharapkan risiko bencana akibat hujan ekstrem dapat diminimalisir, sementara masyarakat tetap bisa menjalani aktivitas dengan lebih aman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

antisipasi banjir bencana BMKG BNPB BPBD Jabar hujan ekstrem Jakarta jawa barat Modifikasi Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.