Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia

Kamis, 30 April 2026 20:28 WIB

Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu

Kamis, 30 April 2026 20:20 WIB

Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time

Kamis, 30 April 2026 20:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
  • Resmi! John Stones Tinggalkan Manchester City, Akhiri 10 Tahun Era Keemasan
  • Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP
  • Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap
  • Gagal Akting?! Ahmad Dhani Bongkar Borok Masa Lalu Usai Maia Estianty Cueki Mulan Jameela?
  • Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPBD Jabar dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, Hujan Deras Dialihkan ke Laut

By Aga GustianaJumat, 23 Januari 2026 20:47 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hujan.
Ilustrasi Hujan. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jakarta. Upaya ini dilakukan sejak 18 Januari 2026 dan terus dipantau secara intensif untuk memastikan keamanan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa meskipun modifikasi cuaca sudah dijalankan, hujan tetap terjadi karena awan di wilayah ini sangat masif.

“Kenapa masih tetap hujan? Karena memang awannya di atas sangat masif dan berdasarkan hasil perhitungan BMKG memang cuaca di Jawa Barat sampai tanggal 29 Januari 2026 curah hujannya sangat tinggi,” ujar Teten, Jumat (23/1/2026).

Sebelum melakukan operasi modifikasi cuaca, petugas BNPB bersama BMKG terlebih dahulu melakukan analisis kondisi awan. Jika prediksi menunjukkan potensi hujan lebat atau ekstrem, tim akan terbang dan menyebarkan bibit kimia yang direkomendasikan para ahli BMKG.

Baca Juga:  Lepas Peserta Cycling de Jabar 2024, Bey Machmudin Ajak Pesepeda Jadi Agen Pariwisata

“Nanti kita lihat juga, apakah akan terus dilakukan sampai 29 Januari 2026 atau tidak, tergantung kondisi cuacanya. Nah, kemarin dari Halim Perdana Kusuma, ditambah dari Husein Sastranegara kita melakukan operasi modifikasi cuaca meng-cover wilayah-wilayah yang diperkirakan curah hujannya akan tinggi,” jelas Teten.

Teknik modifikasi cuaca yang digunakan

Secara teknis, tujuan modifikasi cuaca adalah memindahkan potensi hujan dari area pemukiman ke lokasi yang lebih aman, seperti laut atau waduk. Proses ini dikenal sebagai “jumping process”, di mana awan yang bergerak menuju daratan dicegat di atas laut agar hujan ekstrem bisa diarahkan ke area aman.

“Jadi, bibit kimia itu disebar di atas awan agar awan tersebut pecah atau agar hujannya diturunkan misalnya di daerah-daerah seperti waduk atau laut itu, jadi seperti memindahkan awan hujan yang ekstrem ke laut,” ungkap Teten.

Setiap penerbangan membawa sekitar satu ton bibit kimia, tergantung jenis pesawat dan kondisi awan. Hingga kini, BNPB telah melakukan empat kali penerbangan dari Halim Perdanakusuma dan satu dari Jawa Barat. Operasi ini akan terus berlangsung selama kondisi cuaca di Jakarta dan Jabar belum stabil.

Baca Juga:  BMKG Jelaskan Penyebab Udara Pagi di Bandung Raya Terasa Lebih Dingin

Prediksi cuaca hingga akhir Januari 2026

BMKG memproyeksikan cuaca di Jawa Barat tetap tidak bersahabat hingga akhir bulan. Intensitas hujan diprediksi sedang hingga lebat, bahkan berpotensi sangat lebat disertai kilat dan petir. Faktor penyebabnya berasal dari kombinasi dinamika atmosfer global dan lokal yang sedang aktif di wilayah Jawa Barat.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa saat ini indeks ENSO di wilayah Niño 3.4 berada pada fase negatif, menandakan La Nina lemah yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.

“Dinamika ini mendukung peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, suhu muka laut di perairan Indonesia yang relatif hangat menjadi pemasok utama uap air ke atmosfer, sehingga memperbesar peluang terjadinya hujan intensitas tinggi.

Baca Juga:  Prediksi BMKG: Desember Jadi Fase Puncak Musim Hujan

Daerah-daerah yang berpotensi terdampak

BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Barat yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, antara lain:

  • Bekasi (Kabupaten dan Kota)
  • Bogor (Kabupaten dan Kota)
  • Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur
  • Sukabumi, Bandung (Kabupaten dan Kota), Bandung Barat, Cimahi, Sumedang
  • Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut
  • Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan genangan.

“Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar. Cuaca bersifat dinamis, jadi tetap tenang, waspada, dan pantau informasi terkini dari BMKG,” pungkas Teguh.

Dengan adanya kolaborasi BPBD Jabar, BNPB, dan BMKG, diharapkan risiko bencana akibat hujan ekstrem dapat diminimalisir, sementara masyarakat tetap bisa menjalani aktivitas dengan lebih aman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

antisipasi banjir bencana BMKG BNPB BPBD Jabar hujan ekstrem Jakarta jawa barat Modifikasi Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.