bukamata.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet cilik Indonesia di kancah internasional. Di usia yang masih sangat belia, seorang anak berusia enam tahun asal Cirebon sukses membuktikan kapasitasnya dengan menyabet dua gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi Pandora RSR World Cup 2026 di Ayutthaya, Thailand, yang dihelat pada 12 hingga 13 September 2026.
Bocah berbakat tersebut adalah Kaisar Zaidan Ibrahim, warga Desa Mertapada Wetan, Kabupaten Cirebon. Mengandalkan sepeda tanpa pedal (pushbike), Kaisar sukses menguasai lintasan dan merajai dua kategori berbeda, yakni Juara 1 pada nomor U6-U7 Boys & Girls International World Cup 2026 serta Juara 3 di nomor U6-U7 Boys.
Keberhasilan ini terasa sangat monumental karena menjadi piala internasional perdana yang mendarat di lemari prestasinya sejak ia menggeluti dunia pushbike. Bergabung di bawah panji Tim Papapit Performance Zona Pantura Run Bike Indonesia, Kaisar harus adu cepat dengan puluhan rider cilik asal negara Asia lainnya, seperti India, Singapura, China, Hong Kong, Vietnam, Kamboja, hingga tuan rumah Thailand.
Meski menghadapi rival dengan kemampuan kelas atas, bocah cilik ini mampu mempertahankan konsentrasi penuh dan memacu sepedanya secara impresif sejak garis start hingga bendera finis berkibar.
Sekembalinya ke tanah air, rona kebahagiaan tampak jelas di wajah mungilnya. Dengan lugu, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada orang-orang terkasih yang senantiasa mengawal langkahnya.
“Ya, aku senang bisa juara dunia. Makasih buat Papa, Mama, pelatih, tim, dan lainnya. Ini gelar pertama internasional bagi saya, makasih semuanya,” ujar Kaisar dengan nada halus.
Buah Manis dari Rutinitas Latihan Ekstra
Di balik keberhasilan gemilang tersebut, tersimpan perjuangan panjang yang tidak instan. Kedua orang tua Kaisar, Abraham Adi Putra dan Dian Kurniawati, menceritakan bahwa buah hati mereka telah digembleng secara disiplin selama kurang lebih satu setengah tahun demi mematangkan teknik serta mental bertanding.
Bahkan, demi mendapatkan menu latihan berkualitas, keluarga ini rela mondar-mandir menempuh jarak jauh dari Cirebon menuju Tegal hingga ibu kota Jakarta sebanyak empat hingga lima kali dalam sepekan. Kerja keras tanpa kenal lelah itu berangsur-angsur membuahkan hasil manis ketika Kaisar sukses menembus jajaran lima besar tingkat nasional hingga akhirnya dilirik oleh sponsor untuk terbang ke Thailand.
Abraham mengaku sempat merasa takjub bercampur haru melihat mental baja yang ditunjukkan sang anak saat menghadapi atmosfer kompetisi luar negeri yang jauh lebih sengit ketimbang kejuaraan domestik.
“Selama setahun lebih anak digembleng sampai akhirnya masuk jajaran top five nasional dan berhasil mendapatkan sponsor untuk berangkat ke kejuaraan dunia di Thailand,” tutur Abraham.
“Ini kami bangga sekali dan takjub, serta tentu kaget atas raihan dua gelar yang diraih Abang Kaisar di ajang Pandora RSR World Cup 2026 Thailand. Abang tampil impresif dan fokus meraih kemenangan sejak laga dimulai,” imbuhnya.
Lebih lanjut, keluarga memandang positif hobi pushbike bukan sekadar sarana berburu medali. Olahraga ini terbukti ampuh mengasah motorik anak, melatih keseimbangan tubuh, menumbuhkan keberanian, serta mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan pada gawai digital. Oleh karena itu, pihaknya berharap olahraga ini semakin memasyarakat di wilayah Cirebon dan Pantura, serta mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Dispora dalam hal penyediaan fasilitas dan pembinaan bibit muda.
Kini, dua keping medali emas dan perunggu dari Thailand menjadi tonggak sejarah bahwa usia dini bukan halangan untuk mendunia. Berkat disiplin tinggi, dukungan keluarga, dan ketekunan berlatih, Kaisar Zaidan Ibrahim sukses membuktikan bahwa mimpi besar bisa digapai di atas sepeda kecil tanpa pedal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









