Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Minggu, 4 Oktober 2026 18:23 WIB
Bansos

Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima

Minggu, 4 Oktober 2026 17:11 WIB

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Minggu, 4 Oktober 2026 16:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!
  • Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima
  • Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar
  • Budak Bandung Lolos ke Barcelona, Bakal Seangkatan Anak Messi? Ini Faktanya
  • Tarif Parkir Bandung Kembali Disorot, Parkir Dekat Masjid Raya Capai Rp15 Ribu
  • Debut di Shopee Cup 2026, Persib Target Bawa Pulang Poin dari Markas Port FC
  • Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris
  • BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Simak Syarat dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan September, Ini Prediksi BMKG soal Kapan Kemarau Jawa Barat Berakhir

By SusanaKamis, 10 September 2026 17:05 WIB3 Mins Read
Kabupaten Bekasi
Ilustrasi bencana kekeringan. Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kapan musim kemarau berakhir di Jawa Barat? Pertanyaan ini mulai banyak muncul seiring sebagian wilayah Jawa Barat masih menghadapi kondisi kering dan keterbatasan pasokan air.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Jawa Barat dan Bandung Raya secara umum berlangsung hingga Oktober 2026. Sementara itu, awal musim hujan diprakirakan mulai terjadi secara bertahap pada November.

Meski demikian, masyarakat di sejumlah wilayah masih perlu mewaspadai dampak kekeringan hingga November. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan sektor penanganan bencana dan ketersediaan air yang tidak langsung pulih setelah hujan mulai turun.

Forecaster Stasiun BMKG Bandung, Neneng Sugianti, menjelaskan bahwa waktu berakhirnya musim kemarau dapat berbeda di setiap wilayah. Kondisi ini dipengaruhi karakteristik topografi serta dinamika atmosfer pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

Musim Kemarau Jawa Barat Dimulai Sejak Juni

Baca Juga:  Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang

Sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau sejak Juni. Khusus wilayah Bandung Raya, musim kemarau dimulai pada dasarian I Juni.

Namun, sejumlah wilayah Jawa Barat bagian utara mengalami musim kemarau lebih awal. Bekasi telah memasuki kemarau sejak dasarian II Maret, kemudian Karawang pada dasarian I April.

Sementara itu, Subang, Indramayu, dan sebagian wilayah Cirebon mulai memasuki musim kemarau pada dasarian III April.

Neneng mengatakan terdapat pergeseran awal musim kemarau dibandingkan kondisi normal.

“Mundur maksudnya itu normalnya musim kemarau Bandung Raya tahun ini di bulan Mei dasarian II atau III. Tapi kalau dilihat dari data yang tercatat dari BMKG Bandung bahwa bulan Junilah awal musim kemarau tahun ini. Jadi untuk sebagian besar Jawa Barat bagian tengah dan utara mundur 7%,” ujar Neneng Sugianti.

Baca Juga:  Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang

Dari sisi durasi, wilayah Jawa Barat bagian utara atau ZOM 1 menjadi salah satu kawasan dengan musim kemarau terpanjang. Kemarau di wilayah tersebut berlangsung sejak dasarian II Maret hingga dasarian I Desember atau sekitar 260 hari.

Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dari Biasanya

Selain berlangsung cukup panjang di sejumlah wilayah, musim kemarau tahun ini juga memiliki karakteristik yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

BMKG mencatat sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat mengalami kondisi lebih kering dari normal, sementara sekitar 7 persen lainnya berada dalam kondisi normal.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penguatan fenomena El Nino dan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Dampak musim kemarau tidak hanya terlihat dari minimnya curah hujan. BMKG menyebut kondisi kekeringan di sejumlah wilayah telah berkembang dari kekeringan meteorologis menuju kekeringan hidrologis.

Kekeringan hidrologis ditandai dengan menurunnya pasokan air tanah, debit sungai, serta ketersediaan air di danau dan waduk.

Baca Juga:  Puncak Kemarau 2026 Makin Ekstrem, Jawa Barat Diintai Karhutla dan Angin Kencang

Kondisi ini membuat masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi kekurangan air meskipun periode musim hujan mulai datang.

Kapan Musim Hujan di Jawa Barat Dimulai?

BMKG memprakirakan awal musim hujan di Jawa Barat mulai terjadi secara bertahap pada November 2026.

Namun, datangnya musim hujan tidak akan berlangsung serentak di seluruh wilayah Jawa Barat. Perbedaan topografi dan dinamika atmosfer pada masing-masing Zona Musim dapat memengaruhi waktu datangnya hujan.

Karena itu, masyarakat tidak disarankan langsung menganggap berakhirnya kemarau sebagai tanda seluruh wilayah Jawa Barat akan segera memasuki kondisi basah.

Dengan kondisi kemarau yang lebih kering dari normal, kewaspadaan terhadap kekeringan dan ketersediaan air tetap diperlukan hingga curah hujan kembali meningkat secara konsisten.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Jawa Barat kemarau Bandung Raya musim hujan Jawa Barat musim kemarau 2026 musim kemarau Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima

Budak Bandung Lolos ke Barcelona, Bakal Seangkatan Anak Messi? Ini Faktanya

Tarif Parkir Bandung Kembali Disorot, Parkir Dekat Masjid Raya Capai Rp15 Ribu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Simak Syarat dan Cara Ceknya

Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita

Jalur Penghubung Kawali-Sukadana Ciamis Lumpuh Total Usai Tebing Longsor 100 Meter, Irigasi Ikut Jebol

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.