Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bupati Dony Ungkap Filosofi Menara Kujang Sapasang: Cermin Kehidupan Masyarakat Sunda

By Putra JuangMinggu, 6 Agustus 2023 17:47 WIB2 Mins Read
Menara Kujang Sapasang. (Foto: sumedangkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membangun Menara Kujang Sapasang di Panenjoan, Desa Jemah, Bendungan Jatigede.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengungkapkan, filosofi atau makna Menara Kujang Sapasang yang akan menjadi ikon wisata baru di Jabar.

Menurutnya, dipilih kujang karena kujang adalah senjata tradisional khas Jawa Barat yang mencerminkan suku Sunda.

“Makna filosofis kujang terkait erat dengan filosofi kehidupan masyarakat Sunda. Yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan keterbukaan,” ucap Dony, Minggu (6/8/2023).

Baca Juga:  Puluhan Peserta Ikuti Eiger MJC 2023 di Gunung Merbabu

Di masa lalu, kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda.

Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sacral.

Baca Juga:  Eka Santosa Tampik Sekber Relawan Ganjar Jabar Ikut Cawe-cawe Bacawapres

“Kujang merupakan senjata estetis yang dibentuk dengan ukiran unik dan indah, kujang bisa disebut sebagai bentuk karya seni,” jelasnya.

Dony mengatakan, kujang dianggap sebagai lambang kebenaran, keadilan, dan keberanian. Memupuk sikap keberanian.

“Kita dapat memetik makna ini dengan memupuk sikap keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Selalu dapat memecahkan masalah yang ada dan mengatasi rintangan yang dihadapi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Geram Kasus Suap Bandung Smart City, Mahasiswa Desak KPK Usut Tuntas Penerima Duit Haram

“Menghargai tradisi dan budaya kujang sudah menjadi salah satu simbol budaya Jawa Barat. Menara Kujang Sapasang, monumen untuk menghargai tradisi dan budaya di sekitar kita. Dengan cara ini, kita dapat menjaga kelestarian budaya dan warisan nenek moyang kita,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dony Ahmad Munir Featured Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.