Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027

Senin, 19 Oktober 2026 16:11 WIB

Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!

Senin, 19 Oktober 2026 15:57 WIB

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Senin, 19 Oktober 2026 15:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027
  • Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!
  • Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak
  • Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada
  • Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bupati Garut Ungkap Penyebab Insiden Tiga Warga Tewas di Pernikahan Anak Gubernur Jabar

By Aga GustianaSabtu, 19 Juli 2025 08:19 WIB3 Mins Read
Tragedi di pernikahan Wabup Garut-Maula
Tragedi di pernikahan Wabup Garut-Maula. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pesta rakyat dalam rangka pernikahan Maula Akbar Mulyadi, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, harus dihentikan sementara menyusul insiden memilukan yang merenggut tiga nyawa dan melukai puluhan lainnya. Kerumunan besar yang memadati acara menyebabkan kekacauan hingga menyebabkan kekurangan oksigen di tengah kepadatan massa.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, didampingi Kapolres Garut, mengumumkan penundaan seluruh rangkaian kegiatan lanjutan pesta rakyat, termasuk acara makan gratis yang sebelumnya dijadwalkan.

“Untuk rangkaian (pesta rakyat, makan gratis) kami tadi bersama-sama memutuskan bahwa kegiatan lanjutan itu ditunda atau ditiadakan,” ungkap Syakur saat konferensi pers, Jumat (18/7/2025).

Menurut Syakur, insiden yang terjadi menewaskan tiga orang, di antaranya seorang anak-anak, seorang lansia, dan seorang petugas kepolisian. Salah satu korban yang gugur adalah Bripka Cecep, yang saat itu sedang bertugas mengamankan lokasi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Tahu Ada Pesta Rakyat di Syukuran Pernikahan Maula-Putri

“Jadi kami sampaikan keprihatinan dan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ucapnya dengan nada duka.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 26 warga mengalami pingsan akibat situasi berdesakan dalam acara yang digelar terbuka untuk umum tersebut. Tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

“Ada 26 orang yang menjadi korban, dan dari 26 itu ada 3 yang wafat di tempat, dan sisanya itu ada yang sudah pulang ke rumah masing-masing, ada yang dirawat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan siap menanggung seluruh biaya perawatan para korban. Meski insiden ini memakan korban jiwa, Syakur memastikan belum akan menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa.

Baca Juga:  Polisi Periksa 11 Saksi Terkait Tragedi di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi dan Wabup Garut

“Informasi kami terima itu karena kekurangan oksigen karena berdesak-desakan, ada anak kecil juga ibu-ibu yang umurnya 61 tahun. Kalau yang petugas (polisi) tadi, berjaga di depan, terdorong dan jatuh, sampai kemudian terinjak-injak,” jelasnya.

Bupati menilai besarnya antusiasme masyarakat yang hadir di luar perkiraan menjadi salah satu penyebab utama kericuhan. Ribuan warga datang secara bersamaan untuk mengikuti pesta rakyat, menciptakan kepadatan yang sulit dikendalikan.

Sebanyak 29 personel pengamanan dikerahkan untuk mengawal jalannya acara. Namun, kepadatan yang tidak sebanding dengan kapasitas pengamanan membuat situasi cepat memburuk.

Terkait pertanggungjawaban atas insiden ini, pihak Pemkab Garut masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Baca Juga:  Pesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi Makan Korban Jiwa, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Dari eksternal, bagian dari rangkaian kegiatan resepsi. (Pertanggungjawaban) Nanti kita tanyakan,” ujar Syakur.

Ia juga menyebut sudah berkomunikasi langsung dengan kedua mempelai dan pihak keluarga. Rasa duka mendalam turut disampaikan oleh pasangan pengantin dan keluarga besar mereka.

“Ya beliau menyampaikan keprihatinan mendalam. Nah ini, Bu Wakil sangat sedih sekali. Tadi juga kami undang, tapi bisa bayangkan lah. Kami segera memutuskan diambil alih Kabupaten Garut, kemudian juga kegiatan selanjutnya kita tunda,” tutup Syakur.

Pemerintah Kabupaten Garut berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan acara massal ke depan. Soal kemungkinan sanksi terhadap penyelenggara, Syakur menegaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangannya secara langsung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

tragedi garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada

Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.