Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Siapkan Skuad Raksasa! Adhitia Bocorkan Kekuatan Baru Maung Bandung Musim Depan

Minggu, 7 Juni 2026 16:27 WIB

Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya

Minggu, 7 Juni 2026 15:13 WIB

Jangan Sampai Salah! Begini Aturan KETM Desil 1 yang Tidak Ambil Sekolah Rekomendasi SPMB Jabar

Minggu, 7 Juni 2026 14:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Siapkan Skuad Raksasa! Adhitia Bocorkan Kekuatan Baru Maung Bandung Musim Depan
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
  • Jangan Sampai Salah! Begini Aturan KETM Desil 1 yang Tidak Ambil Sekolah Rekomendasi SPMB Jabar
  • Minim Menit Bermain, Alfeandra Dewangga Diisukan Cabut dari Persib Bandung
  • Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini, Simak Daftar Lengkap per Gram
  • ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim
  • Link Streaming MotoGP Hungaria 2026, Marc Márquez Siap Lanjutkan Dominasi di Race Utama
  • BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pangandaran: Ternyata dari Sesar Aktif Bawah Laut!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 7 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Bencana Hidrometeorologi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jabar

By Aga GustianaSelasa, 11 Maret 2025 21:04 WIB2 Mins Read
Modifikasi Cuaca
Modifikasi Cuaca di Jabar. (Foto: Humas Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah Jawa Barat guna mengurangi potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi.

Operasi ini dilakukan dengan menyemai garam ke awan hujan menggunakan pesawat yang diberangkatkan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada Selasa (11/3/2025).

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyatakan bahwa OMC ini bertujuan mengurangi intensitas hujan di daerah-daerah yang rawan bencana.

“Setelah sebelumnya dilakukan di (Bandara) Halim untuk wilayah Bogor, Bekasi, Depok, dan Jakarta, kini operasi modifikasi cuaca kami perluas ke wilayah lain di Jawa Barat. Pesawat akan bekerja pada siang dan sore hari, sementara yang dari Halim bisa beroperasi hingga malam,” jelas Seto.

Baca Juga:  Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

Hujan Dikurangi 30%-60%

Seto menjelaskan bahwa operasi ini dapat menekan curah hujan hingga 30%-60%.

“Jika curah hujan awalnya mencapai 100 mm, maka setelah modifikasi, intensitasnya bisa berkurang sesuai persentase tersebut,” ujarnya.

Menurut prediksi BMKG, Jawa Barat akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi sepanjang 11-20 Maret 2025. Oleh karena itu, modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mengurangi dampak hujan ekstrem yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Baca Juga:  Sukabumi Catat Inflasi Tertinggi se-Jawa Barat, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Sebagai contoh, ia menyebut wilayah utara Jawa Barat seperti Cirebon berpotensi mengalami hujan besar. Dengan OMC, diharapkan hujan dengan intensitas tinggi bisa dialihkan ke laut, sehingga mengurangi risiko bencana di daratan.

Hujan Digeser ke Pantai Selatan

Seto menegaskan bahwa modifikasi cuaca tidak menghilangkan hujan, tetapi hanya mempercepat proses turunnya hujan agar tidak terjadi di daerah rawan bencana.

“Kami menggeser awan hujan ke laut atau danau agar tidak masuk dan membesar di kawasan pemukiman. Dengan cara ini, curah hujan yang turun di daratan bisa tetap tertampung tanpa menyebabkan banjir,” jelasnya.

Operasi ini direncanakan berlangsung hingga 20 Maret 2025, tetapi bisa diperpanjang jika curah hujan masih tinggi, terutama menjelang momen Lebaran 2025.

Baca Juga:  Pemda se-Jabar Didorong Terapkan Teknologi Blockhain, Bey: Sudah Pasti Aman

Gubernur Dedi Mulyadi Dukung Modifikasi Cuaca

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menghadiri pelepasan operasi ini dan menyatakan dukungannya terhadap langkah BMKG.

“Kami berusaha menggeser awan hujan ke laut dan danau. Ini adalah upaya kami untuk mencegah bencana dan melindungi masyarakat,” kata Dedi.

Dengan operasi ini, pemerintah berharap Jawa Barat dapat terhindar dari dampak buruk curah hujan tinggi, sehingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dapat diminimalkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Dedi Mulyadi jawa barat Modifikasi Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Sampai Salah! Begini Aturan KETM Desil 1 yang Tidak Ambil Sekolah Rekomendasi SPMB Jabar

ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim

Ilustrasi gempa

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pangandaran: Ternyata dari Sesar Aktif Bawah Laut!

Mau Jadi ASN? Ini Jadwal dan Syarat Lengkap PPPK Sekolah Rakyat 2026

Pusaran Kasus Ijon Bekasi: Nama Mantan Pj Bupati Dani Ramdan Terseret dalam Sidang Suap APBD

Buntut Narasi Jabar Barbar dan Intoleran, Koalisi Advokat Sunda Seret Abu Janda ke Polisi

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau di Dapur’ Viral Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu Mengintai
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.