Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Senin, 28 September 2026 10:56 WIB

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Senin, 28 September 2026 10:07 WIB

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Senin, 28 September 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Bencana Hidrometeorologi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jabar

By Aga GustianaSelasa, 11 Maret 2025 21:04 WIB2 Mins Read
Modifikasi Cuaca
Modifikasi Cuaca di Jabar. (Foto: Humas Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah Jawa Barat guna mengurangi potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi.

Operasi ini dilakukan dengan menyemai garam ke awan hujan menggunakan pesawat yang diberangkatkan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada Selasa (11/3/2025).

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyatakan bahwa OMC ini bertujuan mengurangi intensitas hujan di daerah-daerah yang rawan bencana.

“Setelah sebelumnya dilakukan di (Bandara) Halim untuk wilayah Bogor, Bekasi, Depok, dan Jakarta, kini operasi modifikasi cuaca kami perluas ke wilayah lain di Jawa Barat. Pesawat akan bekerja pada siang dan sore hari, sementara yang dari Halim bisa beroperasi hingga malam,” jelas Seto.

Baca Juga:  Tangan Besi Dedi Mulyadi di Pasirlangu: Tegas Demi Nyawa atau Tergesa-gesa?

Hujan Dikurangi 30%-60%

Seto menjelaskan bahwa operasi ini dapat menekan curah hujan hingga 30%-60%.

“Jika curah hujan awalnya mencapai 100 mm, maka setelah modifikasi, intensitasnya bisa berkurang sesuai persentase tersebut,” ujarnya.

Menurut prediksi BMKG, Jawa Barat akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi sepanjang 11-20 Maret 2025. Oleh karena itu, modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mengurangi dampak hujan ekstrem yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Baca Juga:  Penjelasan Lengkap Badan Geologi Soal Dentuman Misterius yang Getarkan Bandung dan Sekitarnya

Sebagai contoh, ia menyebut wilayah utara Jawa Barat seperti Cirebon berpotensi mengalami hujan besar. Dengan OMC, diharapkan hujan dengan intensitas tinggi bisa dialihkan ke laut, sehingga mengurangi risiko bencana di daratan.

Hujan Digeser ke Pantai Selatan

Seto menegaskan bahwa modifikasi cuaca tidak menghilangkan hujan, tetapi hanya mempercepat proses turunnya hujan agar tidak terjadi di daerah rawan bencana.

“Kami menggeser awan hujan ke laut atau danau agar tidak masuk dan membesar di kawasan pemukiman. Dengan cara ini, curah hujan yang turun di daratan bisa tetap tertampung tanpa menyebabkan banjir,” jelasnya.

Operasi ini direncanakan berlangsung hingga 20 Maret 2025, tetapi bisa diperpanjang jika curah hujan masih tinggi, terutama menjelang momen Lebaran 2025.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Gelar Patroli, Pantau Keberadaan Pak Ogah di Jalur Wisata

Gubernur Dedi Mulyadi Dukung Modifikasi Cuaca

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menghadiri pelepasan operasi ini dan menyatakan dukungannya terhadap langkah BMKG.

“Kami berusaha menggeser awan hujan ke laut dan danau. Ini adalah upaya kami untuk mencegah bencana dan melindungi masyarakat,” kata Dedi.

Dengan operasi ini, pemerintah berharap Jawa Barat dapat terhindar dari dampak buruk curah hujan tinggi, sehingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dapat diminimalkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.