Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Minggu, 28 Juni 2026 10:39 WIB

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Minggu, 28 Juni 2026 09:44 WIB

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Minggu, 28 Juni 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?
  • Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dampak Buruk Kurang Tidur, Fungsi Otak Terganggu

By Fahlevi MercedesJumat, 22 September 2023 16:01 WIB2 Mins Read
dampak kurang tidur
Dampak kurang tidur secara tidak langsung mengarah pada otak. Foto ilustrasi: Internet
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anda sebaiknya tidak lagi menyepelekan tidur. Sebab kurang tidur bisa mengurangi tingkat protein pelindung otak yang menyebabkan kematian saraf.

Studi terkait kurang tidur ini diterbitkan dalam American Chemical Society’s Journal of Proteome Research. Studi yang melibatkan tikus sebagai subjek uji tersebut mengevaluasi seberapa baik tikus menavigasi labirin sederhana serta belajar mengenali objek baru usai kurang tidur selama dua hari.

Dikuti dari laman Indian Express, Jumat (22/9/2023), peneliti lalu mengekstraksi protein dalam hippocampus-bagian otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori pada tikus.

“Kami kemudian mengidentifikasi protein yang kelimpahannya berubah. Kemudian untuk mempersempit kemungkinan, kami melihat data yang menghubungkan protein-protein itu dengan kinerja tikus saat melalui labirin setelah kurang tidur,” ungkap peneliti.

Baca Juga:  Alerta! Dinkes Jabar Ingatkan Ancaman Covid-19 Varian Eris

Para ahli menjelaskan, kurang tidur menyebabkan berbagai efek pada fungsi otak, semisal menurunkan konsentrasi. Konsolidasi memori terjadi saat tidur, sehingga penyimpanan serta pengambilan memori terpengaruh.

“Kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan dalam pengambilan keputusan serta kurangnya kontrol emosi. Kecelakaan juga bisa terjadi karena gangguan penilaian saat mengemudi,” jelas Dr Shobha N, konsultan ahli saraf di Rumah Sakit Manipal India.

Baca Juga:  Pidato Perdana Gibran sebagai Cawapres Prabowo Langsung Bawa Program Unggulan

Menurut Dr Shobha, kondisi neurologis yang telah ada sebelumnya seperti migrain serta epilepsi bisa memburuk. Bahkan, kurang tidur dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan konsekuensi fisik.

“Orang itu akan rentan terhadap penyakit radang neurologis dan sistemik yang kronis. Hal ini dbisa menyebabkan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia,” tuturnya.

“Pola tidur yang berubah bisa menyebabkan kecanduan dan penyalahgunaan zat. Semua ini bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan stroke,” terang Shobha.

Baca Juga:  Kapolrestabes Bandung Serahkan Motor Korban Begal yang Sempat Dimintai Uang Operasional

Para ahli saraf sudah mengamati bahwa selama tidur nyenyak, otak melakukan fungsi-fungsi penting di antaranya membersihkan produk limbah dan protein berbahaya yang terakumulasi sepanjang hari. Tanpa tidur yang cukup, proses pembersihan ini bakal terganggu.

“Kurang tidur bisa menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti demensia serta penyakit Parkinson. Singkatnya, kurang tidur bisa berdampak pada plastisitas neuron dan membuka jalan menuju berbagai penyakit neurologis dan sistemik,” tandas Shobha.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dampak kurang tidur Featured otak tidur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update Harga Emas Hari Ini! Emas Perhiasan 24 Karat Masih Bertahan, Saatnya Beli?

Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya

Kisah Oma Grace: Menangis di Depan Kamera, Melawan Kekejaman Cyberbullying dengan Doa

Gacha Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem EA Sports FC Mobile Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Banjir Gems dan Pack Gratis

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.