Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 1 Oktober, Ada Duel Perebutan Emas

Kamis, 1 Oktober 2026 10:41 WIB

Persib Dikepung Tim Juara Asia Tenggara, Kedalaman Skuad Jadi Senjata Utama Maung Bandung

Kamis, 1 Oktober 2026 10:05 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 09:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 1 Oktober, Ada Duel Perebutan Emas
  • Persib Dikepung Tim Juara Asia Tenggara, Kedalaman Skuad Jadi Senjata Utama Maung Bandung
  • Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 Oktober 2026
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Bansos PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Penerima Lewat HP Cukup Pakai NIK
  • Gelarnya Nyaris Lengkap! Desak Made Kembali Harumkan Nama Indonesia Usai Sumbang Emas ke-4 di Asian Games 2026
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bekasi: Tempat Nongkrong & Makan Enak yang Buka Seharian
  • Bikin Ngiler! 4 Nasi Goreng Bandung dengan Racikan Unik dan Topping Melimpah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dampak Buruk Kurang Tidur, Fungsi Otak Terganggu

By Fahlevi MercedesJumat, 22 September 2023 16:01 WIB2 Mins Read
dampak kurang tidur
Dampak kurang tidur secara tidak langsung mengarah pada otak. Foto ilustrasi: Internet
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anda sebaiknya tidak lagi menyepelekan tidur. Sebab kurang tidur bisa mengurangi tingkat protein pelindung otak yang menyebabkan kematian saraf.

Studi terkait kurang tidur ini diterbitkan dalam American Chemical Society’s Journal of Proteome Research. Studi yang melibatkan tikus sebagai subjek uji tersebut mengevaluasi seberapa baik tikus menavigasi labirin sederhana serta belajar mengenali objek baru usai kurang tidur selama dua hari.

Dikuti dari laman Indian Express, Jumat (22/9/2023), peneliti lalu mengekstraksi protein dalam hippocampus-bagian otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori pada tikus.

“Kami kemudian mengidentifikasi protein yang kelimpahannya berubah. Kemudian untuk mempersempit kemungkinan, kami melihat data yang menghubungkan protein-protein itu dengan kinerja tikus saat melalui labirin setelah kurang tidur,” ungkap peneliti.

Baca Juga:  Muncul Tiket Ilegal dalam Laga Persib vs Persita, Manajemen Pastikan Tidak Berlaku

Para ahli menjelaskan, kurang tidur menyebabkan berbagai efek pada fungsi otak, semisal menurunkan konsentrasi. Konsolidasi memori terjadi saat tidur, sehingga penyimpanan serta pengambilan memori terpengaruh.

“Kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan dalam pengambilan keputusan serta kurangnya kontrol emosi. Kecelakaan juga bisa terjadi karena gangguan penilaian saat mengemudi,” jelas Dr Shobha N, konsultan ahli saraf di Rumah Sakit Manipal India.

Baca Juga:  Jokowi Soal Isu Pembubaran KPK: Lembaganya Bagus, Tiap Bulan OTT

Menurut Dr Shobha, kondisi neurologis yang telah ada sebelumnya seperti migrain serta epilepsi bisa memburuk. Bahkan, kurang tidur dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan konsekuensi fisik.

“Orang itu akan rentan terhadap penyakit radang neurologis dan sistemik yang kronis. Hal ini dbisa menyebabkan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia,” tuturnya.

“Pola tidur yang berubah bisa menyebabkan kecanduan dan penyalahgunaan zat. Semua ini bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan stroke,” terang Shobha.

Baca Juga:  Pandawara Group Bersihkan Pantai Cibutun Barengan Forkopimda Kabupaten Sukabumi

Para ahli saraf sudah mengamati bahwa selama tidur nyenyak, otak melakukan fungsi-fungsi penting di antaranya membersihkan produk limbah dan protein berbahaya yang terakumulasi sepanjang hari. Tanpa tidur yang cukup, proses pembersihan ini bakal terganggu.

“Kurang tidur bisa menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti demensia serta penyakit Parkinson. Singkatnya, kurang tidur bisa berdampak pada plastisitas neuron dan membuka jalan menuju berbagai penyakit neurologis dan sistemik,” tandas Shobha.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 1 Oktober, Ada Duel Perebutan Emas

Bansos PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Penerima Lewat HP Cukup Pakai NIK

Rekomendasi Kuliner Malam Bekasi: Tempat Nongkrong & Makan Enak yang Buka Seharian

Bikin Ngiler! 4 Nasi Goreng Bandung dengan Racikan Unik dan Topping Melimpah

Rekomendasi 10 Surga Tersembunyi di Kuningan untuk Healing Tenang dan Jauh dari Penat

Bukan Soal Gengsi! Aktor Daniel Ekaputra Bongkar Alasan Mau Jadi Sopir Taksi

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.