Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Aksi SPPG Ujungberung Bandung Merokok Saat Live TikTok, Netizen Pertanyakan Kebersihan Menu MBG

Rabu, 6 Mei 2026 16:40 WIB

Kabar Gembira! Gaji ke-13 ASN & Pensiunan 2026 Cair Juni, Cek Rincian Nominal Terbarunya

Rabu, 6 Mei 2026 16:20 WIB

Bursa Transfer Memanas! Pemain Timnas Abroad Disebut Beri Sinyal ke Persib

Rabu, 6 Mei 2026 16:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Aksi SPPG Ujungberung Bandung Merokok Saat Live TikTok, Netizen Pertanyakan Kebersihan Menu MBG
  • Kabar Gembira! Gaji ke-13 ASN & Pensiunan 2026 Cair Juni, Cek Rincian Nominal Terbarunya
  • Bursa Transfer Memanas! Pemain Timnas Abroad Disebut Beri Sinyal ke Persib
  • Dedi Mulyadi Pasang Badan, Temui Orang Tua Siswi Korban Cukur Paksa di Garut
  • Peringatan Keras! Bobotoh Dilarang Nyetadion di Laga Persija vs Persib di Samarinda
  • Tekan Penyakit Kronis di Bandung, Farhan Tekankan Gaya Hidup Besih dan Sehat
  • Langkah Baru Wali Kota Bandung: Siswa Wajib Aktif Bergerak 3 Kali Sepekan
  • Deadline Lewat! Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Bandung Zoo Demi Konservasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 6 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dampak Buruk Kurang Tidur, Fungsi Otak Terganggu

By Fahlevi MercedesJumat, 22 September 2023 16:01 WIB2 Mins Read
dampak kurang tidur
Dampak kurang tidur secara tidak langsung mengarah pada otak. Foto ilustrasi: Internet
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anda sebaiknya tidak lagi menyepelekan tidur. Sebab kurang tidur bisa mengurangi tingkat protein pelindung otak yang menyebabkan kematian saraf.

Studi terkait kurang tidur ini diterbitkan dalam American Chemical Society’s Journal of Proteome Research. Studi yang melibatkan tikus sebagai subjek uji tersebut mengevaluasi seberapa baik tikus menavigasi labirin sederhana serta belajar mengenali objek baru usai kurang tidur selama dua hari.

Dikuti dari laman Indian Express, Jumat (22/9/2023), peneliti lalu mengekstraksi protein dalam hippocampus-bagian otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori pada tikus.

“Kami kemudian mengidentifikasi protein yang kelimpahannya berubah. Kemudian untuk mempersempit kemungkinan, kami melihat data yang menghubungkan protein-protein itu dengan kinerja tikus saat melalui labirin setelah kurang tidur,” ungkap peneliti.

Baca Juga:  Liburan di Bandung? Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi

Para ahli menjelaskan, kurang tidur menyebabkan berbagai efek pada fungsi otak, semisal menurunkan konsentrasi. Konsolidasi memori terjadi saat tidur, sehingga penyimpanan serta pengambilan memori terpengaruh.

“Kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan dalam pengambilan keputusan serta kurangnya kontrol emosi. Kecelakaan juga bisa terjadi karena gangguan penilaian saat mengemudi,” jelas Dr Shobha N, konsultan ahli saraf di Rumah Sakit Manipal India.

Baca Juga:  Dugaan Perundungan Pelajar SMP di Kota Bandung Ditangani Polrestabes Bandung

Menurut Dr Shobha, kondisi neurologis yang telah ada sebelumnya seperti migrain serta epilepsi bisa memburuk. Bahkan, kurang tidur dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan konsekuensi fisik.

“Orang itu akan rentan terhadap penyakit radang neurologis dan sistemik yang kronis. Hal ini dbisa menyebabkan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia,” tuturnya.

“Pola tidur yang berubah bisa menyebabkan kecanduan dan penyalahgunaan zat. Semua ini bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan stroke,” terang Shobha.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Persilahkan Panji Gumilang Menggugat: Ini Negeri Hukum

Para ahli saraf sudah mengamati bahwa selama tidur nyenyak, otak melakukan fungsi-fungsi penting di antaranya membersihkan produk limbah dan protein berbahaya yang terakumulasi sepanjang hari. Tanpa tidur yang cukup, proses pembersihan ini bakal terganggu.

“Kurang tidur bisa menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti demensia serta penyakit Parkinson. Singkatnya, kurang tidur bisa berdampak pada plastisitas neuron dan membuka jalan menuju berbagai penyakit neurologis dan sistemik,” tandas Shobha.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dampak kurang tidur Featured otak tidur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabar Gembira! Gaji ke-13 ASN & Pensiunan 2026 Cair Juni, Cek Rincian Nominal Terbarunya

Viral Link Vell TikTok 8 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu!

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Tanpa Syarat Rumit! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 6 Mei 2026, Cair Langsung ke Dompet Digital

Game Free Fire

Banjir Item Gratis! Cek Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 6 Mei 2026, Ada Skin Evo Gun?

Investasi Cuan! Harga Emas Antam Melejit Rp30 Ribu Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ Viral Diburu, Fakta Mengejutkan Terungkap!

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Buru Link Video Batang Membara Viral ‘Rp250 Juta’, Polisi Bongkar Modus Telegram Misterius
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.