Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 02:00 WIB

Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan

Minggu, 16 Agustus 2026 01:00 WIB

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
  • Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi
  • Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami
  • Wujud Cinta Tanah Air, Ini Bacaan Doa 17 Agustus Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya
  • Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dampak Buruk Kurang Tidur, Fungsi Otak Terganggu

By Fahlevi MercedesJumat, 22 September 2023 16:01 WIB2 Mins Read
dampak kurang tidur
Dampak kurang tidur secara tidak langsung mengarah pada otak. Foto ilustrasi: Internet
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anda sebaiknya tidak lagi menyepelekan tidur. Sebab kurang tidur bisa mengurangi tingkat protein pelindung otak yang menyebabkan kematian saraf.

Studi terkait kurang tidur ini diterbitkan dalam American Chemical Society’s Journal of Proteome Research. Studi yang melibatkan tikus sebagai subjek uji tersebut mengevaluasi seberapa baik tikus menavigasi labirin sederhana serta belajar mengenali objek baru usai kurang tidur selama dua hari.

Dikuti dari laman Indian Express, Jumat (22/9/2023), peneliti lalu mengekstraksi protein dalam hippocampus-bagian otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori pada tikus.

“Kami kemudian mengidentifikasi protein yang kelimpahannya berubah. Kemudian untuk mempersempit kemungkinan, kami melihat data yang menghubungkan protein-protein itu dengan kinerja tikus saat melalui labirin setelah kurang tidur,” ungkap peneliti.

Para ahli menjelaskan, kurang tidur menyebabkan berbagai efek pada fungsi otak, semisal menurunkan konsentrasi. Konsolidasi memori terjadi saat tidur, sehingga penyimpanan serta pengambilan memori terpengaruh.

“Kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan dalam pengambilan keputusan serta kurangnya kontrol emosi. Kecelakaan juga bisa terjadi karena gangguan penilaian saat mengemudi,” jelas Dr Shobha N, konsultan ahli saraf di Rumah Sakit Manipal India.

Menurut Dr Shobha, kondisi neurologis yang telah ada sebelumnya seperti migrain serta epilepsi bisa memburuk. Bahkan, kurang tidur dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan konsekuensi fisik.

“Orang itu akan rentan terhadap penyakit radang neurologis dan sistemik yang kronis. Hal ini dbisa menyebabkan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia,” tuturnya.

“Pola tidur yang berubah bisa menyebabkan kecanduan dan penyalahgunaan zat. Semua ini bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan stroke,” terang Shobha.

Para ahli saraf sudah mengamati bahwa selama tidur nyenyak, otak melakukan fungsi-fungsi penting di antaranya membersihkan produk limbah dan protein berbahaya yang terakumulasi sepanjang hari. Tanpa tidur yang cukup, proses pembersihan ini bakal terganggu.

“Kurang tidur bisa menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti demensia serta penyakit Parkinson. Singkatnya, kurang tidur bisa berdampak pada plastisitas neuron dan membuka jalan menuju berbagai penyakit neurologis dan sistemik,” tandas Shobha.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dampak kurang tidur Featured otak tidur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026

Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan

Ilustrasi berdoa

Wujud Cinta Tanah Air, Ini Bacaan Doa 17 Agustus Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya

Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Klaim Saldo DANA Gratis Spesial Sambut Hari Kemerdekaan 15 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Edisi Sabtu, 15 Agustus 2026: Intip Cara Aman Dapatkan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.