Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Senin, 24 Agustus 2026 16:31 WIB

Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 16:04 WIB

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Senin, 24 Agustus 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!
  • Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia
  • Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data
  • Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga
  • Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung
  • Pindah Stadion Tanpa Penonton, Ramon Tanque Tegaskan Persib Siap Hajar Manila Digger di SJH
  • Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya
  • Persib Berpacu dengan Waktu! Igor Tolic Pusing, 2 Pemain Cedera Jelang Kontra Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Desa Tersembunyi Jadi Destinasi Wisata Premium: Keajaiban Situ Cipanten di Gunungkuning

By SusanaMinggu, 11 Januari 2026 19:31 WIB3 Mins Read
Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Majalengka, jadi danau unik berisi koi premium juara dunia. Fot
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di kaki Gunung Ciremai, Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, perlahan berubah wajah. Dahulu dikenal sebagai desa agraris biasa, kini desa ini menjadi destinasi wisata yang menyuguhkan pengalaman berbeda.

Pusat perubahan ini adalah Situ Cipanten, danau alami dengan air jernih yang kini menjadi ikon unggulan desa berkat inovasi kepala desa, Rudi Yudistira Gozali.

Menurut Rudi, keberadaan Situ Cipanten kini telah menjadi daya tarik wisata yang unik.

“Saya sangat mengapresiasi perkembangan ini. Ke depan, daya tarik ini akan semakin menambah jumlah pengunjung. Alhamdulillah, Situ Cipanten kini mungkin satu-satunya di Indonesia, bahkan dunia, yang ditebari ikan koi premium. Dan ikan ini diberikan langsung oleh Bos Koi, juara dunia,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, dari dulu Situ Cipanten sudah mulai dilirik sebagai objek wisata, tapi keterbatasan promosi membuatnya kurang dikenal.

“Sekarang, dengan bantuan media sosial, orang bisa melihat keindahan danau ini dengan cepat. Ini menjadi unggulan di Desa Gunungkuning dan bahkan di Kabupaten Majalengka,” tambahnya.

Target pengunjung pun meningkat signifikan. Pada 2025, Situ Cipanten berhasil menarik sekitar 175 ribu wisatawan. Tahun ini, Rudi menargetkan 300 ribu pengunjung.

“Dengan kehadiran ikan koi, wisatawan bisa memberi makan ikan sambil menikmati suasana sejuk dan nyaman. InsyaAllah, kunjungan akan meningkat lagi,” jelasnya.

Situ Cipanten: Air Jernih yang Menjadi Senyum Warga

Lebih dari sekadar objek wisata, Situ Cipanten memiliki tujuh sumber mata air yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Melalui kepemimpinan Rudi, air ini tidak hanya dikomersilkan tetapi dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

720 warga kini menikmati layanan air bersih gratis, hanya membayar biaya pemeliharaan Rp 4.500 per bulan, sehingga mereka bisa hidup sehat dengan biaya sangat terjangkau.

Desa Gunungkuning: Transformasi dan Inovasi

Inovasi Rudi Yudistira tidak berhenti di Situ Cipanten. Ia mendorong warga untuk mengembangkan hortikultura unggulan, menjadikan desa ini pusat pembibitan nasional. Di setiap halaman rumah, bibit tanaman hasil stek dan grafting tumbuh subur, membuktikan bahwa potensi lokal bisa bersinar di tingkat nasional.

Kerja keras Rudi juga membawa pengakuan resmi. Desa Gunungkuning berhasil meraih:

  • Peringkat Kedua Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2024 kategori Maju Mandiri.
  • BUMDes Terbaik Nasional 2025 dari BPKP Jawa Barat dua tahun berturut-turut.

“Kisah Desa Gunungkuning adalah bukti bahwa seorang pemimpin yang memahami rakyatnya mampu mengubah air menjadi kesejahteraan dan tanah menjadi harapan,” tutup Rudi.

Kehadiran Bos Koi dan Irfan Hakim Bawa Kehebohan

Keunikan Situ Cipanten semakin nyata ketika Irfan Hakim, presenter dan pecinta fauna, bersama Hartono Soekwanto alias Bos Koi, hadir langsung di Situ Cipanten.

Puluhan wisatawan tampak antusias menyaksikan aksi mereka, mulai dari berenang di danau, bermain ayunan di tengah air, hingga menebar ikan koi premium.

“Air di sini sangat jernih dan minim bakteri. Inilah alasan saya menitipkan ikan koi berkualitas tinggi,” ujar Bos Koi.

Irfan Hakim menambahkan, “Menjaga Situ Cipanten berarti menjaga sumber kehidupan sekaligus membuka potensi ekonomi kreatif bagi warga Majalengka. Wisata bukan hanya soal hiburan, tapi juga pendidikan dan kesejahteraan.”

Kini, Desa Gunungkuning bukan hanya titik di peta, tapi ikon inspirasi nasional tentang kemandirian desa, pengelolaan wisata, dan inovasi ekonomi lokal.

Situ Cipanten telah menjadi simbol bagaimana alam, kreativitas, dan kepemimpinan bisa bersatu untuk kesejahteraan bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Bansos Rp600 Ribu BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, NIK KTP Jadi Kuncinya

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.