Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing

Jumat, 26 Juni 2026 18:22 WIB

Grup H Memanas! Spanyol, Uruguay, Tanjung Verde dan Arab Saudi Berebut Tiket Fase Gugur

Jumat, 26 Juni 2026 17:19 WIB

Adik Cacat Seumur Hidup, Keluarga Korban YTR Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat!

Jumat, 26 Juni 2026 17:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Grup H Memanas! Spanyol, Uruguay, Tanjung Verde dan Arab Saudi Berebut Tiket Fase Gugur
  • Adik Cacat Seumur Hidup, Keluarga Korban YTR Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat!
  • Kisah Pilu Siswi SD di Sukabumi, Alami Trauma Berat Usai Diperkosa Teman Sebaya
  • Bandara Kertajati Bakal Diambil Alih Kemenhan, Bagaimana Nasib Utang Pemprov Jabar?
  • Dilepas Persib, Alfeandra Dewangga Resmi Berseragam Arema FC
  • Catat Waktunya! Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026 Versi Kemenag dan NU
  • Viral di TikTok! Ini Fakta Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Bikin Warganet Penasaran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 26 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Pilu Siswi SD di Sukabumi, Alami Trauma Berat Usai Diperkosa Teman Sebaya

By Aga GustianaJumat, 26 Juni 2026 16:53 WIB3 Mins Read
Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Shutterstock/Peter Leee
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kekerasan seksual memilukan yang menimpa seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki babak baru. Setelah sempat terombang-ambing tanpa kepastian, pihak keluarga yang kesulitan akhirnya resmi mendapatkan pendampingan hukum gratis dari tim advokat.

Efri Darlin M. Dachi, kuasa hukum yang kini memegang mandat dari keluarga korban, menceritakan awal mula keterlibatannya setelah dihubungi oleh kakak kandung korban yang merasa buntu menghadapi birokrasi hukum.

“Kemarin kami berada di rumah anak korban dan baru pertama kali menerima surat kuasa secara resmi dari keluarga pelapor,” ujar Dachi kepada awak media, Jumat (26/6/2026).

Laporan kasus ini sebenarnya sudah masuk ke Unit Satreskrim Polres Sukabumi dengan nomor registrasi LP/B/375/VI/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat, sejak Senin, 22 Juni 2026.

Berdasarkan penelusuran, petaka tersebut menimpa korban pada Kamis siang, 18 Juni 2026, di sebuah kebun yang memiliki bangunan kosong berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah korban. Korban pun sudah menjalani visum di RSUD Palabuhanratu.

Baca Juga:  Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Modus Rekam Video dan Keterlibatan Anak di Bawah Umur

Kasus ini terbilang pelik lantaran para terduga pelaku juga masuk dalam kategori Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Dachi mengungkapkan, otak dari aksi bejat ini adalah seorang remaja berusia 12-13 tahun yang berstatus pelajar kelas 2 SMP.

“Kronologisnya, ABH 1 (anak SMP) ini mengajak korban, lalu dia menyuruh ABH 2 and ABH 3 untuk melakukan pencabulan atau pemerkosaan terhadap anak korban. Korban diiming-imingi sejumlah uang agar mau menurut. Saat aksi itu dilakukan, ABH 1 ini yang merekam video dan memotretnya menggunakan handphone miliknya,” beber Dachi secara gamblang.

Baca Juga:  Kasus Bocah di Sukabumi: Polisi Dalami Kekerasan Sejak 2023 di Balik Alasan 'Mendidik' Sang Ibu Tiri

Mengingat status hukum para pelaku, tim pengacara bakal mendorong penggunaan pasal berlapis dengan mengacu pada pembaruan undang-undang pidana terbaru.

“Peristiwa ini kita kawal dengan dugaan perkara tindak pidana pemerkosaan dan atau pencabulan terhadap anak, sebagaimana disangkakan dalam Pasal 473 ayat 4 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Juncto Pasal 7 angka 44 UU RI Nomor 1 Tahun 2026. Serta Pasal 451 huruf b UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Juncto Pasal 7 angka 55 UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana,” urai Dachi.

Dachi pun meminta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi untuk segera mengambil tindakan tegas.

“Langkah hukum kami salah satunya mendesak pihak kepolisian untuk menangani perkara ini secara cepat, transparan, dan objektif,” tegasnya.

Kritik Keras untuk Pemerintah Daerah

Tak hanya menyoroti jalannya hukum di kepolisian, tim kuasa hukum juga menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap lambatnya respons dari instansi terkait seperti DP3A, Dinas Sosial, hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:  Kematian Bocah di Sukabumi Makin Panas, Ibu Kandung Tuntut Mantan Suami

Sudah sepekan berlalu sejak peristiwa kelam itu, namun belum ada tindakan nyata di lapangan untuk memulihkan kondisi psikologis korban yang kini mengalami trauma berat hingga tak mau masuk sekolah.

“Kejadian ini kan sudah makan waktu kurang lebih satu minggu, tapi belum ada tindakan nyata dari pihak-pihak terkait untuk memberikan bantuan psikologis. Efeknya, anak korban hari ini belum bisa sekolah. Kami meminta dengan tegas kepada pihak Dinas Pendidikan agar secepatnya memfasilitasi dan memberikan program pembelajaran di rumah berupa home schooling kepada anak korban,” pungkas Dachi menutup pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Sukabumi Hari Ini Efri Darlin M Dachi Kasus Asusila Sukabumi Kekerasan Anak Warungkiara Polres Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Adik Cacat Seumur Hidup, Keluarga Korban YTR Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat!

Bandara Kertajati Bakal Diambil Alih Kemenhan, Bagaimana Nasib Utang Pemprov Jabar?

Daftar Lengkap Rotasi Jabatan Kapolres Jajaran Polda Jabar

Fakta Baru Mengejutkan! Korban Penganiayaan Bandung Diduga Dipaksa Ditato oleh Pelaku

Pelecehan Seksual

Dampak Psikis Korban Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi Kian Mengkhawatirkan, Kini Alami Halusinasi

Polisi Ungkap Fakta Penangkapan Taufik Hidayat di Kasus Yuvita

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.