bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2024-2029, Dedi Mulyadi, mengungkapkan pandangannya terkait masalah pengelolaan sampah di wilayah Bekasi dan sekitarnya, khususnya soal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantar Gebang.
Menurut Dedi, ketidakpastian hukum dalam pengelolaan sampah berpotensi menciptakan dampak negatif terhadap masyarakat, terutama terkait tanggung jawab atas penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.
“Kalau sampahnya numpuk, siapa yang akan tanggung jawab? Ini masalah hukum yang harus diselesaikan dengan cepat agar tidak berlarut-larut,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Senin (20/1/2025).
Dedi juga menyoroti pentingnya memperhatikan aglomerasi kawasan, termasuk Kota Bekasi, Kota Depok, dan wilayah-wilayah lain yang berpotensi menyumbang sampah besar ke area Bantar Gebang.
“Daripada kita harus terus-menerus mencari tempat baru, melakukan pembebasan lahan, izin lokasi, hingga AMDAL, lebih baik kita fokuskan perhatian pada Bantar Gebang. Lokasi ini sudah jelas memiliki potensi sebagai TPA, tinggal menyesuaikan teknologi yang paling tepat untuk PLTSa,” tambah KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Meskipun sebelumnya ada usulan pembangkit listrik tenaga sampah difokuskan di Bandung Cinangka, KDM berkomitmen untuk segera mengusulkan seluruh daerah dengan potensi sampah besar untuk menjadi prioritas pengembangan PLTSa.
Ia menekankan, bahwa pengelolaan sampah bukan hanya sekedar masalah tempat, tetapi juga teknologi yang bisa diadaptasi agar lebih efisien dan cepat.
“Bantar Gebang sudah jelas sebagai TPA, tapi kenapa belum menjadi prioritas? Kalau konsep PLTSa bisa menghasilkan energi, kita nggak perlu tunggu orang berinvestasi, lebih baik kita jalankan dengan cara iuran bersama. Kalau perencanaannya sudah matang, kita targetkan lelang tahun 2026, dan pembangunan bisa selesai dalam 1-2 tahun,” jelas KDM.
Dengan pendekatan yang lebih terencana dan sistematis, KDM berharap permasalahan sampah bisa segera teratasi, dan PLTSa Bantar Gebang bisa menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










