Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Senin, 13 April 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum

Senin, 13 April 2026 15:47 WIB
Persib Bandung

Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1

Senin, 13 April 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari
  • Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum
  • Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1
  • 137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!
  • Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
  • Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas
  • Fakta di Balik Hebohnya Kabar Thomas Ramdhan Pamit dari GIGI, Benarkah Ada Konflik Internal?
  • Warganet ‘Roast’ Menu MBG, Bandingkan Kualitasnya dengan Paket Nasi Murah di Supermarket
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Dorong Reformasi Rekrutmen Mahasiswa Kedokteran dan Beasiswa Spesialis

By Aga GustianaSabtu, 23 Agustus 2025 07:34 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Dok Humas Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan perlunya pembaruan sistem penerimaan mahasiswa kedokteran serta peningkatan kualitas pendidikan spesialis demi melahirkan tenaga medis yang berkompeten dan berintegritas tinggi.

Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri Seminar Nasional Pencegahan Perundungan, Gratifikasi, Korupsi, dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Lingkungan Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang digelar di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jumat (22/8/2025).

“Dunia kedokteran itu harus dikembalikan dari rekrutmen mahasiswanya. Jadi mahasiswa standarnya kecerdasan. Kecerdasan itu ada dua, ya, secara akademis dia mumpuni dan dari sisi emosional baik,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Ia menambahkan, proses seleksi calon mahasiswa kedokteran seharusnya berbeda dengan jurusan lain. “Seleksi kedokteran serupa ketika masuk akademi kepolisian, akademi angkatan laut, angkatan darat, atau angkatan udara, yang sangat beda karena memiliki peran dan fungsi berhubungan dengan layanan dan nyawa manusia,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gelar Konsolidasi, Gerindra Jabar Optimis Dedi Mulyadi Jadi Gubernur

Rekrutmen Harus Bebas dari Faktor Ekonomi

Menurut KDM, seorang dokter memegang peran besar karena setiap keputusan medis berhubungan langsung dengan hidup dan mati pasien. Oleh sebab itu, ia menolak jika rekrutmen calon mahasiswa hanya didasarkan pada latar belakang ekonomi keluarga.

“Keputusan-keputusannya itu menentukan hidup dan matinya manusia. Jadi tidak boleh lagi rekrutmen calon mahasiswa itu hanya didasarkan pada kemampuan ekonomi orang tuanya, kan itu yang pertama,” tegasnya.

Dukungan untuk Dokter di Daerah

Dedi juga menyoroti perlunya dukungan nyata dari pemerintah terhadap tenaga medis yang telah mengabdi di pelosok daerah.

“Pemerintah harus mengangkat dokter yang memiliki rekam jejak pengabdian yang sangat baik bagi negara, lalu memfasilitasi mereka menempuh pendidikan spesialis. Selama menjadi dokter spesialis pun mereka harus tetap menjalankan tugas melayani masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Usai Penertiban 978 Warung, Jalur Wisata Ciater Kehilangan Terang dan Rasa Aman

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengalaman kerja lapangan bagi calon dokter spesialis. Menurutnya, pengalaman praktik langsung dapat mengasah kepekaan seorang tenaga medis.

“Manusia itu bukan hanya dibentuk oleh sekolah akademik, tetapi juga oleh pengalaman kerja. Pengalaman itu penting untuk mengasah kepekaan seorang dokter,” jelasnya.

Kesehatan sebagai Ilmu Pencegahan

Lebih jauh, ia menilai paradigma kesehatan di Indonesia masih terlalu berorientasi pada pengobatan, padahal pencegahan jauh lebih utama.

“Ilmu kesehatan itu seharusnya ilmu hulu, bukan ilmu hilir. Selama ini kita memahami kesehatan hanya sebatas puskesmas dan rumah sakit. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan manusia yang sehat,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasangan Dedi-Erwan Dapat Dukungan Purnawirawan TNI-Polri di Pilgub Jabar 2024

Program Beasiswa Kedokteran

Dalam kesempatan itu, Dedi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalankan program beasiswa bagi calon dokter spesialis. Program ini juga melibatkan kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.

“Beasiswa sudah berjalan. Tahun ini Unpad ada 10 penerima. Saya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mulai menyeleksi dokter-dokter di kabupaten/kota, puskesmas, dan rumah sakit untuk ikut program spesialis tahun depan,” paparnya.

Seleksi beasiswa tersebut dilakukan terbuka, dengan mempertimbangkan kemampuan akademik, kecerdasan emosional, dan rekam jejak pengabdian. Para penerima beasiswa nantinya diwajibkan kembali bertugas di daerah asal, terutama wilayah yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

“Harus balik lagi ke daerah asalnya dan prioritas adalah di daerah-daerah yang di daerah itu kekurangan dokter spesialis. Problem dari RSUD semuanya adalah dokter spesialis,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Beasiswa dokter spesialis Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Kesehatan Jawa Barat Pendidikan kedokteran Rekrutmen mahasiswa kedokteran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN bisa WFA

137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Belum Damai, Kuasa Hukum Nina Tuntut Pemecatan Perawat

Warung-Warung di Cileunyi Digerebek, Jeriken Tuak hingga Arak Bali Disita Polisi

DPRD Jabar dan Forum Bank Sampah Bahas Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Nyawa Sopir Jadi Taruhan! Rombongan Diduga Pejabat Blokir Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Cuma Buat Foto!

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.