Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta

Senin, 4 Mei 2026 03:00 WIB

Jangan Salah Tempat! Begini Cara Tukar Tiket Persib vs PSIM 4 Mei 2026

Senin, 4 Mei 2026 01:00 WIB

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Minggu, 3 Mei 2026 21:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta
  • Jangan Salah Tempat! Begini Cara Tukar Tiket Persib vs PSIM 4 Mei 2026
  • HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib
  • Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045
  • BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja
  • HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman
  • Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying
  • Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Dorong Tata Ruang Jabar Selaras dengan Alam untuk Cegah Bencana

By Aga GustianaSabtu, 16 Agustus 2025 10:33 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya dalam menata ruang wilayah Jawa Barat agar selaras dengan alam. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah bencana yang kerap terjadi di sejumlah daerah.

Komitmen itu ia sampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD Apdesi) Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, 15 Mei 2025.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menilai tata ruang Jawa Barat saat ini banyak mengalami kekacauan karena lebih banyak dipengaruhi kepentingan politik ketimbang konservasi.

“Perkebunan berubah menjadi kawasan tambang dan industri. Gunung kehilangan hutan, laut kehilangan pantai akibat tata ruang yang kacau,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Benahi Tata Ruang Jawa Barat, Kebijakan Kabupaten dan Provinsi Diseragamkan

Evaluasi Tata Ruang Mendesak

Ia menyebutkan, ada sejumlah wilayah di Jawa Barat yang justru memiliki fungsi ganda. Misalnya, kawasan wisata yang juga dipakai untuk aktivitas pertambangan. Kondisi ini menurutnya semakin memperburuk tata ruang dan harus segera dievaluasi.

“Buat tata ruang yang menjauhkan dari musibah. Kalau mengeruk alam seenaknya akan ada musibah,” tegas KDM.

KDM menjelaskan, tata ruang yang ramah lingkungan bukan berarti meniadakan pembangunan kawasan industri, pemukiman, atau infrastruktur. Namun, kelestarian lingkungan tetap harus dijaga dengan mempertahankan hutan, mata air, hingga ruang terbuka hijau.

Baca Juga:  Alasan Dedi Mulyadi Minta ASN Ngantor Lebih Pagi: Displin, Sehat dan Terhindar Macet

“Artinya, gunung indah, air mengalir jernih, sungai berkelok-kelok, pantai bersih, sawah terasering,” tuturnya menggambarkan.

Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Hijau

Di hadapan DPRD Jawa Barat, KDM juga mengungkapkan keresahannya terhadap hilangnya kawasan hijau di provinsi ini. Ia mencatat, sekitar 1,2 juta hektare kawasan hijau telah beralih fungsi.

Kehilangan terbesar terjadi di Bekasi dan Kabupaten Bogor, di mana lahan perkebunan berubah menjadi kawasan permukiman, pariwisata, hingga perhotelan.

“Kalau tata ruangnya tidak diubah, maka kita akan dikepung bencana longsor dan banjir. Tidak aneh hari ini banjir tidak di daerah dataran, tetapi pegunungan,” kata KDM.

Baca Juga:  Viral Emak-emak di Garut Pantau Aktivitas Galian dari Atas Bukit, Lapor ke Dedi Mulyadi

Rencana Perubahan Tata Ruang

Menanggapi persoalan tersebut, KDM berencana melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat pada tahun ini. Ia bahkan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempelajari tata ruang yang pernah dibuat Pemerintah Hindia Belanda.

Menurutnya, tata ruang pada masa kolonial masih berorientasi pada keselarasan dengan alam dan bisa dijadikan rujukan.

“Tak akan bisa sama dengan zaman kolonial, tetapi kita dekatkan, jangan sampai kita kacau,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bekasi Bencana Alam Bogor Dedi Mulyadi kawasan hijau KDM Konservasi alam lingkungan hidup RTRW Jabar tata ruang Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.