Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak

Kamis, 18 Juni 2026 08:11 WIB

Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak

Kamis, 18 Juni 2026 07:39 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!

Kamis, 18 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak
  • Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak
  • Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • 7 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Persib dan PSM Masuk Daftar Larangan Transfer
  • Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis
  • Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Dorong Tata Ruang Jabar Selaras dengan Alam untuk Cegah Bencana

By Aga GustianaSabtu, 16 Agustus 2025 10:33 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya dalam menata ruang wilayah Jawa Barat agar selaras dengan alam. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah bencana yang kerap terjadi di sejumlah daerah.

Komitmen itu ia sampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD Apdesi) Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, 15 Mei 2025.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menilai tata ruang Jawa Barat saat ini banyak mengalami kekacauan karena lebih banyak dipengaruhi kepentingan politik ketimbang konservasi.

“Perkebunan berubah menjadi kawasan tambang dan industri. Gunung kehilangan hutan, laut kehilangan pantai akibat tata ruang yang kacau,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalan Pasteur Bersolek: Trotoar Ditata, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan

Evaluasi Tata Ruang Mendesak

Ia menyebutkan, ada sejumlah wilayah di Jawa Barat yang justru memiliki fungsi ganda. Misalnya, kawasan wisata yang juga dipakai untuk aktivitas pertambangan. Kondisi ini menurutnya semakin memperburuk tata ruang dan harus segera dievaluasi.

“Buat tata ruang yang menjauhkan dari musibah. Kalau mengeruk alam seenaknya akan ada musibah,” tegas KDM.

KDM menjelaskan, tata ruang yang ramah lingkungan bukan berarti meniadakan pembangunan kawasan industri, pemukiman, atau infrastruktur. Namun, kelestarian lingkungan tetap harus dijaga dengan mempertahankan hutan, mata air, hingga ruang terbuka hijau.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sampaikan Duka Mendalam atas Kelalaian Negara, Ada Apa?

“Artinya, gunung indah, air mengalir jernih, sungai berkelok-kelok, pantai bersih, sawah terasering,” tuturnya menggambarkan.

Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Hijau

Di hadapan DPRD Jawa Barat, KDM juga mengungkapkan keresahannya terhadap hilangnya kawasan hijau di provinsi ini. Ia mencatat, sekitar 1,2 juta hektare kawasan hijau telah beralih fungsi.

Kehilangan terbesar terjadi di Bekasi dan Kabupaten Bogor, di mana lahan perkebunan berubah menjadi kawasan permukiman, pariwisata, hingga perhotelan.

“Kalau tata ruangnya tidak diubah, maka kita akan dikepung bencana longsor dan banjir. Tidak aneh hari ini banjir tidak di daerah dataran, tetapi pegunungan,” kata KDM.

Baca Juga:  Tak Ribet Lagi, Dedi Mulyadi Bakal Permudah Bayar Pajak Kendaraan

Rencana Perubahan Tata Ruang

Menanggapi persoalan tersebut, KDM berencana melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat pada tahun ini. Ia bahkan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempelajari tata ruang yang pernah dibuat Pemerintah Hindia Belanda.

Menurutnya, tata ruang pada masa kolonial masih berorientasi pada keselarasan dengan alam dan bisa dijadikan rujukan.

“Tak akan bisa sama dengan zaman kolonial, tetapi kita dekatkan, jangan sampai kita kacau,” ungkapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bekasi Bencana Alam Bogor Dedi Mulyadi kawasan hijau KDM Konservasi alam lingkungan hidup RTRW Jabar tata ruang Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas

Kapolda Jabar Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar Berjalan Tertib dan Kondusif

Gaduh Subsidi Sekolah Swasta Jabar: Klaim Pemprov Dibantah BMPS, Sebut Anggaran Tidak Masuk Akal

Krisis SPMB 2026 di Jabar Memanas! BMPS Sebut Sistem Semrawut dan Tak Transparan

Mahasiswa Bandung Raya Gelar Aksi Indonesia Darurat di DPRD Jabar, Bawa Replika Guillotine dan Tujuh Tuntutan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.