Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final

Senin, 28 September 2026 18:05 WIB

5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping

Senin, 28 September 2026 17:43 WIB

Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit

Senin, 28 September 2026 17:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final
  • 5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping
  • Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit
  • Kapan Debut Bersama Persib Bandung? Ini Pengakuan Jujur Sandy Walsh Usai Pulih dari Cedera
  • Marc Klok Bawa Mental Juara Persib ke Shopee Cup: Datang untuk Menang!
  • Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis
  • Resmi! Jadwal Persib vs Garudayaksa FC Dimajukan, Ini Tanggal dan Jam Terbarunya
  • Indonesia VS Malaysia Malam Ini! Cek Prediksi Starting XI Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Gunting Anggaran Media 94%, Pakar: Harus Terbuka Terima Kritik Masyarakat

By Aga GustianaRabu, 16 April 2025 12:53 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Iqbal Muzaffar/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memangkas anggaran kerja sama media massa hingga 94% menimbulkan sorotan tajam dari berbagai pihak. Langkah ekstrem ini disebut sebagai bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran publikasi, namun dinilai mengandung risiko terhadap keberlangsungan ekosistem media, khususnya media cetak lokal.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menjelaskan bahwa kebijakan Dedi pada dasarnya adalah implementasi dari Inpres tersebut. Namun, besaran pemangkasan yang jauh melebihi perkiraan awal (30-40%) menimbulkan pertanyaan.

“Kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, memang harus mengikuti amanat Inpres tersebut. Namun, angka pemotongan hingga 94% jelas di luar ekspektasi awal,” ujar Kristian, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga: Pangkas Anggaran Media Massa, Dedi Mulyadi Andalkan Kekuatan Emak-Emak TikTok

Baca Juga:  Lewat Connecti:City 2024, Bey Machmudin Sebut Jabar Jadi Pusat Diplomasi Kreatif Indonesia

Meskipun mendukung efisiensi dan peralihan ke media digital, Kristian mengingatkan untuk tidak mengabaikan nasib ekosistem media, khususnya media cetak skala kecil dan menengah (UMKM). Ia menekankan perlunya rencana mitigasi agar para pelaku usaha dan karyawan media tidak terdampak secara signifikan.

“Perlu ada rencana perlindungan dan adaptasi bagi aktor-aktor dalam ekosistem media cetak agar transisi ini tidak memukul mereka terlalu keras,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kristian menekankan bahwa modernisasi komunikasi publik melalui media digital harus dibarengi dengan ruang partisipasi publik yang lebih terbuka.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada legitimasi kebijakan melalui media internal, tetapi juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

“Penggunaan media sosial merupakan langkah positif, tetapi ruang bagi publik untuk memberikan masukan harus ada bahkan harus semakin terbuka terhadap partisipasi publik,” ujarnya.

Baca Juga:  Ada Sekolahmu? Ini Daftar Lengkap 41 Calon Sekolah Maung di Jabar

Baca Juga: Dedi Mulyadi Genjot Pembangunan Ruang Kelas, Targetkan Semua Sekolah Negeri Siap Pakai di 2026

Kemudian, Kristian juga menyoroti pentingnya penguatan media digital pemerintah sebagai kanal sosialisasi kebijakan. Ia mendorong peningkatan kualitas konten digital, pemanfaatan media sosial yang efektif, serta peningkatan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengelola komunikasi digital.

“Standar format media digital perlu ditata, ASN harus dilatih, dan harus ada riset rutin soal keterlibatan masyarakat dalam mengakses informasi digital dari pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa biaya pencitraan yang sebelumnya mencapai Rp49 miliar per tahun, kini dipangkas drastis menjadi hanya Rp3 miliar.

Diketahui, biaya pencitraan yang dimaksud Dedi merupakan anggaran kerja sama antara Pemprov Jabar dengan media massa.

Baca Juga:  Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Angka Perceraian Tertinggi di Indonesia

“Kalau bicara pencitraan, saya katakan sekali lagi, biaya pencitraan Provinsi Jawa Barat turun. Dulu anggaran provinsi kerja sama dengan media itu Rp49 miliar per tahun, sekarang sama saya diturunkan jadi Rp3 miliar,” ucap Dedi dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Jadi ke-111 Kota Sukabumi, dikutip YouTube Lembur Pakuan Channel, Rabu (16/4/2025).

Dirinya berkelakar bahwa “tim buzzer” yang sebenarnya adalah para emak-emak yang aktif menggunakan platform tersebut.

“Terus kenapa selalu rame? Bukan tim buzzer tapi si Icih pada punya TikTok. Kan orang Sukabumi, orang dari mana-mana sekarang mah rakyat sudah bisa bercerita, begitu cerita suka sama saya langsung berkomentar, nenek nenek semua pada beli kuota,” katanya sambil tertawa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Dedi Mulyadi HL jawa barat pengamat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit

Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis

PENUSUKAN

Sadis! Anak Tiri Habisi Nyawa Ibu Pakai Stunt Gun dan Pisau Dapur, Diduga Dendam Masalah Rumah

Ngeri! Pajero Hilang Kendali di Tol Pasteur, Tabrak Kijang dan Gran Max hingga Ringsek

Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.