Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Senin, 28 September 2026 13:23 WIB

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

Senin, 28 September 2026 13:15 WIB

Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib

Senin, 28 September 2026 11:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi
  • Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Minta ASN Jangan Ngeluh Soal Perubahan Jam Kerja: Harus Bersyukur

By Aga GustianaSenin, 3 Maret 2025 16:42 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak mengeluh terkait perubahan jam operasional kerja pada bulan Ramadhan 2025.

Menurut Dedi, seharusnya para ASN tetap bersyukur jika dibandingkan denan para pekerja buruh yang notabene berpenghasilan terbatas dengan beban produksi tinggi.

“Saya tegaskan itu adalah bagian dari mindset berpikir kita yang harus segera dibenahi. Agar selesai Sahur, Salat Subuh tidak terus tidur lagi agar tidak terjadi kemacetan menuju kantor pada jam yang sama, sehingga Pemerintah ini menjadi solusi bagi berbagai problem di masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi Senin (3/3/2025).

Dedi pun faham dengan kondisi ASN yang masih memerlukan adaptasi dengan kebijakan baru tersebut.

“Saya faham bahwa kebijakan itu ada juga yang tidak menerima dengan alasan kepagian, harus ngurus anak dulu, nganter anak dulu berbagai hal diucapkan,” terangnya.

Baca Juga:  Profil Tiga Anak Dedi Mulyadi yang Jarang Tersorot, dari Politisi hingga Dalang Berprestasi

“Ya maklum kebijakan yang baru di provinsi kalau di saya dulu jadi Bupati Purwakarta sudah bisa berjalan bertahun – tahun dan efektif,” tambahnya.

Dedi juga menekankan para ASN agar tidak berkeluh kesah dengan kebijakan baru ini karena tidak mengubah hak mereka dari segi pendapatan.

“Jadi ASN harus bersyukur banget. Kenapa? ASN itu produktif tidak produktif bekerja gajinya sama. Bahkan, di ASN itu kadang saya merasa prihatin kenapa yang rajin kerja gajinya segitu, yang males gajinya segitu,” ungkapnya.

“ASN itu nggak kerja pun gajinya bisa 13 kali bahkan 14 kali dengan istilah-istilah yang lain tunjang kinerjanya sangat luar biasa sangat tinggi menurut saya. Kemudian, jam kerjanya ya begitu, masuk pagi keluar sore dan setiap hari tidak ada perubahan, di ASN itu enggak ada PHK kecuali diberhentikan dengan alasan tertentu,” katanya.

Baca Juga:  Maulana Yusuf Sentil Proyek Dedi Mulyadi, Prioritas Rakyat Dipertanyakan

Dedi juga meminta para ASN untuk berkaca pada propfesi buruh pabrik yang notabene bekerja dengan pola kerja dengan jadwal shift. “Coba bayangkan dengan orang kerja di pabrik, ada yang shifnya masuknya jam 11 malam ada yang shifnya masuknya subuh digilir,” ungkapnya.

“Nah mereka itu ke pabriknya enggak pernah ngeluh tuh bagaimana anaknya bagaimana Saya ngantar anak sekolah dan mereka tuh dikerjakan mengejar target produksi produksinya harus sekian kalau tidak tercapai dimarahin bahkan di PHK,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan, Klaim Kebijakan Rombel Sudah Teruji

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, PHK terjadi pada kalangan buruh karena persaingan pasar industri semakin sengit. “Hari ini banyak pabrik yang tutup karena mengalami problem marketing atau pasar sehingga barangnya tidak laku di pasaran akibat kebijakan dulu nih dulu impor yang salah yang mengakibatkan barang-barang di dalam negeri kalah bersaing oleh impor dari negara lain ini yang yang terjadi,” katanya.

“Untuk itu kepada para ASN di manapun berada mari bekerja dengan baik karena di ASN itu profesi yang menurut saya sangat beruntung, jangan terlalu banyak ngeluh – ngeluh, jangan terlalu banyak ngomong sana ngomong sini, apalagi ASN berkomentar di media sosial tentang sesuatu yang harus semestinya dia jalani,” terangnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.