Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!

Selasa, 3 November 2026 11:26 WIB

Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9

Selasa, 3 November 2026 10:27 WIB

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Selasa, 3 November 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
  • Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!
  • Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?
  • Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS
  • Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tolak Buru-Buru Status Darurat Sampah Bandung, Dedi Mulyadi: Jangan Bikin Panik!

By Mulki AlbarSelasa, 2 Juni 2026 17:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tutut menanggapi usulan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan terkait penetapan status darurat sampah akibat lonjakan volume selama musim liburan.

Dedi Mulyadi meminta semua pihak untuk tetap tenang. Diamenekankan bahwa fokus utama saat ini adalah mengeksplorasi langkah konkret di lapangan ketimbang tergesa-gesa menetapkan status darurat yang berpotensi memicu kepanikan publik.

“Nanti kita lihat dulu. Jangan dibikin menjadi buru-buru darurat-darurat, nanti orang panik. Tetapi yang harus kita lakukan bukan persoalan daruratnya, tapi langkah-langkah penanganan kedaruratan dulu,” ucap Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Menurut Dedi, label ‘darurat’ yang diputuskan tanpa kesiapan justru berisiko membuat penanganan di lapangan menjadi tidak terkontrol sementara sampah terus menumpuk.

Baca Juga:  Viral Adu Argumen Wabup Garut vs Warga, Menantu Dedi Mulyadi Dinilai Baperan

“Nanti darurat, menjadi panik, sampahnya bertumpuk,” ujarnya.

Mitigasi Berbasis Kelurahan: Ubah Sampah Jadi Briket

Sebagai solusi jangka pendek sekaligus mengantisipasi Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPPA) Sarimukti yang diprediksi akan penuh dan ditutup dalam enam bulan ke depan, Pemprov Jabar telah menyiapkan strategi desentralisasi pengelolaan sampah.

Dedi mengungkapkan, pihaknya mendorong pengadaan alat pengolahan sampah mandiri berskala lokal di tingkat kelurahan dengan kapasitas mencapai 5 ton per hari. Teknologi ini diklaim mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif penampung batubara (briket) untuk kebutuhan industri di Jawa Barat.

Baca Juga:  Pertemuan Dedi Mulyadi dan Suporter Persikas: Aksi Viral Diakui Salah Tempat

“Uji cobanya sudah berhasil dilakukan di Gedung Sate. Di sana ada alat yang mengubah sampah menjadi bahan bakar (briket). Kapasitas 5 ton tiap hari sudah berhasil,” jelasnya.

Langkah selanjutnya, Pemprov Jabar berencana mereplikasi sistem ini di seluruh kelurahan. Dedi menyatakan akan segera duduk bersama dengan para wali kota, termasuk Wali Kota Bandung, untuk membahas skema pembiayaan pengadaan alat tersebut.

“Kan tidak mungkin ditanggung oleh provinsi semua,” tambahnya.

Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat Akibat Beban Libur Panjang

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa Pemkot Bandung resmi mengajukan permohonan status darurat sampah kepada Pemprov Jabar.

Baca Juga:  Temui Bey Machmudin, Wali Kota Bandung Terpilih Ingin Bandara Husein Aktif Kembali

Hal ini dipicu oleh lonjakan volume sampah harian yang signifikan imbas aktivitas warga dan kunjungan wisatawan sejak libur Lebaran hingga rangkaian hari libur nasional (long weekend).

“Selama musim liburan ini, beban terhadap daya dukung lingkungan sangat berat. Persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi,” kata Farhan di Bandung, Senin (1/6/2026).

Farhan berargumen, payung hukum berupa status darurat sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah memiliki keleluasaan anggaran dan otoritas untuk mengambil kebijakan cepat demi mengurai sumbatan di sistem pengelolaan yang saat ini masih sangat bergantung pada TPPA Sarimukti.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Muhammad Farhan Pemprov Jawa Barat Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.