Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Update Kode Redeem FF 28 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif dan Skin Senjata Terbaru!

Kamis, 28 Mei 2026 02:00 WIB

Fenomena Video Viral ‘Rok Hijau Tosca’: Bahaya di Balik Link yang Menggoda Rasa Penasaran

Kamis, 28 Mei 2026 01:00 WIB

Update Jadwal Piala Dunia 2026: Pembagian Grup, Stadion, dan Tanggal Pertandingan Lengkap

Rabu, 27 Mei 2026 22:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kode Redeem FF 28 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif dan Skin Senjata Terbaru!
  • Fenomena Video Viral ‘Rok Hijau Tosca’: Bahaya di Balik Link yang Menggoda Rasa Penasaran
  • Update Jadwal Piala Dunia 2026: Pembagian Grup, Stadion, dan Tanggal Pertandingan Lengkap
  • Moussa Sidibe ke Persib? Gestur Bojan Hodak Saat Pawai Juara Jadi Tanda Tanya Besar
  • Dari Penarik Gerobak Jadi ‘Anak Emas’: Kisah Haru Sapi Matilda yang Bikin Netizen Mewek
  • Jangan Asal Klik! Link Video Viral Rok Hijau Tosca Ternyata Berbahaya
  • Pengendara Motor Masuk Tol Purbaleunyi Berujung Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan di KM 123 Bandung Barat
  • HARU! Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tegaskan Fondasi Kesejahteraan Dimulai dari Rumah, Bukan Barang Mewah

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 19 September 2025 08:19 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena gaya hidup konsumtif masyarakat yang kerap mendahulukan penampilan ketimbang kebutuhan pokok. Menurutnya, kepemilikan rumah harus menjadi prioritas utama sebelum membeli barang-barang lain.

Hal itu ia sampaikan dalam pidato pada acara Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan bertajuk “Imah Merendah, Hirup Tumaninah” di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (18/9/2025).

Gubernur Jawa Barat menegaskan, rumah adalah fondasi utama kesejahteraan keluarga. Tanpa rumah yang layak, kesejahteraan hanya menjadi angan-angan, meski masyarakat tampak mentereng dengan barang konsumtif.

“Jangan dulu kredit baju kalau belum punya rumah. Jangan dulu kredit mobil kalau rumah belum ada. Jangan dulu kredit motor kalau fondasi kemakmuran belum kokoh,” ucap Dedi.

Baca Juga:  HMT Diminta Menangkan Paslon Acep-Gita di Pilgub Jabar 2024

Ia juga menekankan, negara memiliki tanggung jawab besar dalam mengurangi beban pengeluaran rakyat. Bagi Dedi, kemiskinan tidak cukup diselesaikan dengan meningkatkan pendapatan, melainkan dengan memastikan rakyat tidak terbebani biaya hidup yang tinggi.

“Saya selalu bilang, membangun kemakmuran rakyat itu jangan dulu bicara soal menambah pendapatan. Yang harus dilakukan negara adalah memastikan rakyat keluar duitnya sedikit,” katanya.

Baca Juga:  Urus 900 Siswa Bermasalah di Barak Militer, Pemprov Jabar Sedot APBD Rp6 Miliar

Dedi mengaku pandangan tersebut lahir dari pengalaman pribadinya. Sebagai anak desa yang lahir dari keluarga sederhana, ia merasakan betul bagaimana ibunya, seorang perempuan dengan sembilan anak, mampu mengatur pengeluaran sehingga semua anak bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Orang tua kita dulu bisa mendidik anak dengan sedikit pengeluaran. Kalau sekarang beda, tidak punya kuota saja sudah panik. Tidak bisa jalan-jalan, hidup terasa tidak tenang. Inilah problem zaman,” ungkapnya.

Baca Juga:  Merawat Fitrah, Membangun Daerah: Harapan dan Doa Para Pemimpin Jawa Barat di Idul Fitri 1447 H

Ia menilai, pola perilaku kelas menengah saat ini kerap salah arah. Mereka terjebak pada obsesi untuk meniru gaya hidup kalangan di atasnya. Alhasil, uang yang seharusnya bisa ditabung untuk membeli rumah justru habis untuk gaya hidup semu.

Karena itu, Dedi mengingatkan para pejabat agar tidak memamerkan gaya hidup mewah di media sosial. “Tidak boleh pejabat posting sesuatu yang tidak terjangkau rakyatnya. Misalnya belanja di Singapura. Walaupun uang sendiri, itu menimbulkan obsesi,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gaya hidup konsumtif Imah Merendah Hirup Tumaninah jawa barat kesejahteraan keluarga rumah prioritas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Penarik Gerobak Jadi ‘Anak Emas’: Kisah Haru Sapi Matilda yang Bikin Netizen Mewek

Pengendara Motor Masuk Tol Purbaleunyi Berujung Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan di KM 123 Bandung Barat

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!

Kabar Gembira bagi Warga Bandung, Presiden Prabowo Instruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.