Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 12 Juli 2026: Waspada Link Palsu, Gunakan Cara Aman!

Minggu, 12 Juli 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Update Kode Redeem FF 12 Juli 2026: Segera Klaim Hadiah Eksklusif Sebelum Kehabisan!

Minggu, 12 Juli 2026 01:00 WIB

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Sabtu, 11 Juli 2026 22:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 12 Juli 2026: Waspada Link Palsu, Gunakan Cara Aman!
  • Update Kode Redeem FF 12 Juli 2026: Segera Klaim Hadiah Eksklusif Sebelum Kehabisan!
  • 2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!
  • Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok
  • Jadwal & Link Live Streaming Perempat Final Piala Dunia 2026: Aksi Messi dan Haaland Malam Ini!
  • Persib Bandung Siapkan “Bom” Transfer Lagi? Umuh Muchtar Minta Bobotoh Bersiap
  • Update Bansos Juli 2026: Cek Daftar Bantuan yang Cair dan Besaran Nominalnya
  • Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini: Haaland vs Kane, Messi Ditantang ‘Tembok’ Swiss!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Taufik: Proyek Irigasi Selesai, Produksi Pertanian Indramayu Bisa Meningkat Signifikan

By SusanaKamis, 21 November 2024 17:10 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Indramayu, Dedi Taufik dan Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Bupati Indramayu, Dedi Taufik, mengungkapkan bahwa momentum positif panen raya di wilayahnya perlu dijaga agar dapat berdampak pada peningkatan produksi pangan di seluruh areal lahan sawah. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi para petani.

Saat ini, Kabupaten Indramayu tengah melaksanakan panen raya yang hampir serentak di seluruh daerah.

Dedi Taufik menyatakan bahwa peningkatan produksi pangan dapat memberikan dampak positif, terutama bagi para petani yang dapat menikmati hasilnya dengan lebih maksimal.

“Di musim tanam (MT) II/Gadu, luas lahan yang ditanami mencapai 102.258 hektare, dan hingga saat ini, sekitar 24.468 hektare telah selesai dipanen,” ujar Dedi Taufik.

Baca Juga:  Kereta Api Cepat Jakarta Bandung Belum Bisa Diresmikan, Bey Machmudin Ungkap Penyebab

Salah satu contoh hasil panen yang baik terlihat di Desa Tukdana, di mana rata-rata produksi mencapai 8,3 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare.

“Ini adalah momentum penting bagi kita untuk meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki sistem logistik pertanian di daerah,” kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi Taufik menekankan bahwa panen raya ini sangat strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025.

Ia juga meyakini sektor pertanian di Indramayu bisa semakin maksimal jika proyek-proyek irigasi yang sedang berjalan dapat diselesaikan sesuai target pada tahun 2026.

Baca Juga:  Temui Bey Macmudin, Badko HMI Jabar Siap Kawal Pembangunan SDM

“Jika proyek dan program irigasi selesai, dampaknya pada produktivitas pertanian akan sangat signifikan,” imbuh Dedi.

Sementara itu, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin, optimistis Jabar dapat mencapai target produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 11.084.635 ton pada akhir 2024, sesuai dengan target yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Berbagai upaya intensifikasi pertanian, seperti pompanisasi dan pengaturan jadwal masa tanam, telah dilakukan untuk mendukung pencapaian target tersebut.

Bey juga menekankan pentingnya sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan akurasi produksi pertanian.

Namun, Bey mengakui ada beberapa kendala di sektor pertanian, terutama terkait dengan harga dan stok pupuk.

Baca Juga:  Arsan Latif Diberhentikan, Bey Machmudin Tunjuk Sekda Bandung Barat Jadi Plh Bupati

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jabar terus melakukan pembenahan dan berupaya menjaga stabilitas harga beras dengan operasi pasar, distribusi yang efisien, serta penyediaan bantuan pangan untuk menekan inflasi.

Terkait masalah kelangkaan pupuk, Bey menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh transisi pemerintahan yang menyebabkan perubahan nomenklatur kementerian dan jabatan yang berdampak pada birokrasi.

“Saat ini, kuota pupuk nasional sebanyak 9,55 juta ton, tetapi baru disalurkan sekitar 5 juta ton,” kata Bey.

Bey Machmudin menegaskan, meski ada tantangan, Pemprov Jabar tetap berkomitmen untuk mendukung sektor pertanian agar bisa terus berkembang dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Dedi Taufik Indramayu pangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

Pelarian Berakhir di Majalengka: Pengemudi Mobilio Penabrak Wanita di Pasteur Akhirnya Dibekuk Polisi

Di Balik Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah: Sisi Lain Operasi Senyap di Sentul

Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.