Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Pangling! 6 Wisata Hits Purwakarta 2026 Ini Punya Vibes ala Luar Negeri

Minggu, 10 Mei 2026 06:00 WIB
Game Free Fire

Borong Skin Gratis! Kode Redeem FF 10 Mei 2026 Terbaru & Trik Rahasia Nama Spasi Kosong

Minggu, 10 Mei 2026 02:00 WIB

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Benarkah Kejadian Nyata atau Sekadar Konten?

Minggu, 10 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Pangling! 6 Wisata Hits Purwakarta 2026 Ini Punya Vibes ala Luar Negeri
  • Borong Skin Gratis! Kode Redeem FF 10 Mei 2026 Terbaru & Trik Rahasia Nama Spasi Kosong
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Benarkah Kejadian Nyata atau Sekadar Konten?
  • Bosan Lembang? Ini 10 Wisata Subang Terbaru 2026 yang Lagi Hits & Murah!
  • 7 Spot ‘Hidden Gems’ Edukasi di Bandung yang Bikin Anak Cerdas Tanpa Bosan
  • Gaji Cuma Rp200 Ribu, Nenek Buruh Tani Ini Jadi Tamu Kehormatan Kerajaan Arab Saudi! Kok Bisa?
  • Dulu Klub Amatir, Kini Adhyaksa FC Cetak Rekor Gila: Promosi Beruntun ke Super League dalam 2 Tahun!
  • Misi Jegal Hattrick Juara! Inilah 4 ‘Senjata Mematikan’ Persib yang Wajib Diwaspadai Persija
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 10 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Taufik: Proyek Irigasi Selesai, Produksi Pertanian Indramayu Bisa Meningkat Signifikan

By SusanaKamis, 21 November 2024 17:10 WIB2 Mins Read
Pj Bupati Indramayu, Dedi Taufik dan Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Bupati Indramayu, Dedi Taufik, mengungkapkan bahwa momentum positif panen raya di wilayahnya perlu dijaga agar dapat berdampak pada peningkatan produksi pangan di seluruh areal lahan sawah. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi para petani.

Saat ini, Kabupaten Indramayu tengah melaksanakan panen raya yang hampir serentak di seluruh daerah.

Dedi Taufik menyatakan bahwa peningkatan produksi pangan dapat memberikan dampak positif, terutama bagi para petani yang dapat menikmati hasilnya dengan lebih maksimal.

“Di musim tanam (MT) II/Gadu, luas lahan yang ditanami mencapai 102.258 hektare, dan hingga saat ini, sekitar 24.468 hektare telah selesai dipanen,” ujar Dedi Taufik.

Baca Juga:  Puji Teaching Factory SMKN 1 Cibadak Sukabumi, Bey: Contoh SMK Berhasil

Salah satu contoh hasil panen yang baik terlihat di Desa Tukdana, di mana rata-rata produksi mencapai 8,3 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare.

“Ini adalah momentum penting bagi kita untuk meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki sistem logistik pertanian di daerah,” kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi Taufik menekankan bahwa panen raya ini sangat strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025.

Ia juga meyakini sektor pertanian di Indramayu bisa semakin maksimal jika proyek-proyek irigasi yang sedang berjalan dapat diselesaikan sesuai target pada tahun 2026.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Libatkan Pelaku UMKM saat Operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung

“Jika proyek dan program irigasi selesai, dampaknya pada produktivitas pertanian akan sangat signifikan,” imbuh Dedi.

Sementara itu, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin, optimistis Jabar dapat mencapai target produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 11.084.635 ton pada akhir 2024, sesuai dengan target yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Berbagai upaya intensifikasi pertanian, seperti pompanisasi dan pengaturan jadwal masa tanam, telah dilakukan untuk mendukung pencapaian target tersebut.

Bey juga menekankan pentingnya sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan akurasi produksi pertanian.

Namun, Bey mengakui ada beberapa kendala di sektor pertanian, terutama terkait dengan harga dan stok pupuk.

Baca Juga:  Peraturan Upah Disahkan, Bey akan Segera Tetapkan UMP dan UMK di Jabar

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jabar terus melakukan pembenahan dan berupaya menjaga stabilitas harga beras dengan operasi pasar, distribusi yang efisien, serta penyediaan bantuan pangan untuk menekan inflasi.

Terkait masalah kelangkaan pupuk, Bey menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh transisi pemerintahan yang menyebabkan perubahan nomenklatur kementerian dan jabatan yang berdampak pada birokrasi.

“Saat ini, kuota pupuk nasional sebanyak 9,55 juta ton, tetapi baru disalurkan sekitar 5 juta ton,” kata Bey.

Bey Machmudin menegaskan, meski ada tantangan, Pemprov Jabar tetap berkomitmen untuk mendukung sektor pertanian agar bisa terus berkembang dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Dedi Taufik Indramayu pangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Persipura vs Adhyaksa FC: 52 Kendaraan Rusak dan Hilang Akibat Ricuh Suporter

Indonesia Bangsa Tertua? Penemuan Candi Adan-Adan Buktikan Ucapan Cak Nun Soal Kejayaan Nusantara

Ngaku Kebal Hukum karena Anak Perwira, Perempuan yang Viral Gelar ‘Lomba Rasis’ Kini Kena Batunya!

Kemacetan

Bandung Padat Acara! Nobar Persija vs Persib hingga Konser Besar Akhir Pekan Ini

Rafael Situmorang Tegaskan PIP Gratis, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Pungutan

Rafael Situmorang Ingatkan Dana PIP Harus Dipakai untuk Sekolah, Bukan Kepentingan Lain

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.