Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 18:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
  • Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Detik-detik Kepanikan Wisata Guci Diterjang Banjir Bandang dari Lereng Gunung Slamet

By SusanaMinggu, 21 Desember 2025 10:23 WIB4 Mins Read
Banjir di Wisata Guci. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kawasan wisata air panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilanda banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025) sore. Peristiwa ini mengubah suasana liburan yang semula ramai dan tenang menjadi mencekam, setelah hujan deras mengguyur lereng Gunung Slamet sejak siang hari.

Sekitar pukul 15.00–16.30 WIB, debit air Sungai Gung mendadak meningkat drastis. Luapan air bercampur material lumpur, batu, pasir, kayu, hingga pipa air panas menghantam fasilitas wisata, terutama area ikonik Pancuran 13 dan Pancuran 5.

Detik-Detik Kepanikan Pengunjung Wisata Guci

Sejumlah pengunjung yang tengah menikmati pemandian air panas sontak berlarian menyelamatkan diri ketika arus deras menerobos kawasan wisata. Teriakan panik terdengar saat air berwarna cokelat pekat mengalir cepat dan membawa material besar.

Aparat kepolisian bersama petugas pengelola wisata langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan evakuasi. Pengunjung diarahkan menuju titik aman untuk menghindari risiko terseret arus.

Meski situasi sempat kacau, petugas memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan terkendali.

Pancuran 13 Rusak Parah, Kolam Air Panas Tersapu Arus

Banjir bandang menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas utama wisata Guci. Pancuran 13, yang menjadi ikon pemandian air panas, dilaporkan rusak parah. Kolam air panas di lokasi tersebut bahkan tersapu derasnya arus air.

Material lumpur, pasir, batu, ranting, hingga batang pepohonan menutup sebagian besar area wisata. Sebuah jembatan kecil di sekitar Pancuran 13 juga dilaporkan hanyut terbawa banjir.

Sementara itu, Pancuran 5 tertutup endapan material sehingga tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

Penyebab Banjir: Kiriman dari Sungai Sawangan

Kepala Kepolisian Sektor Bojong, Kompol Khaerun, menjelaskan bahwa banjir bandang di kawasan wisata Guci dipicu oleh kiriman air dari Sungai Sawangan yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

“Tidak ada korban jiwa. Banjir terjadi akibat kiriman dari wilayah atas saat curah hujan tinggi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan petugas Pancuran 13, Jam Zami. Ia menyebut hujan dengan intensitas tinggi membuat sungai meluap dan membawa material berat ke kawasan wisata.

“Banjir datang cukup deras sekitar pukul 15.00 WIB bersamaan dengan hujan lebat. Arus membawa lumpur, batu, dan kayu,” katanya.

Area Wisata Ditutup Sementara, Keselamatan Jadi Prioritas

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menegaskan bahwa pihaknya menutup sementara area terdampak demi keamanan pengunjung.

“Kami prioritaskan keselamatan wisatawan. Area Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditutup total sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.

Meski demikian, kawasan wisata Guci secara umum masih dibuka secara terbatas. Pengunjung tetap diperbolehkan berwisata di area lain yang dinilai aman oleh petugas.

BNPB Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi kejadian banjir bandang tersebut. Tim BPBD Kabupaten Tegal telah dikerahkan untuk melakukan kaji cepat serta penanganan darurat di lapangan.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.

Sorotan Warganet: Kayu Gelondongan Picu Perdebatan

Peristiwa banjir bandang di Guci turut menyedot perhatian warganet. Di media sosial, terutama kolom komentar akun Instagram @mediapekalongan, netizen menyoroti banyaknya gelondongan kayu yang ikut terseret arus banjir.

Sejumlah komentar mengaitkan kejadian tersebut dengan dugaan kerusakan lingkungan di lereng Gunung Slamet. Unggahan-unggahan bernada keprihatinan hingga kritik keras pun ramai bermunculan dan menjadi viral.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun… Ternyata seluruh gunung di Indonesia sudah digunduli… Pohon besar usia ratusan tahun di ambil padahal penahan banjir dan longsor tanah… Alam saatnya menunjukkan pada manusia yg tak berpikir impact…” tulis akun @rat***

“gunung memberi salam,” tulis akun @pen***

“Kmrn abis banjir Sumatera langsung viral Lereng gunung Slamet yg botak.. Langsung dikasih paham sama Alam,” tulis akun @free***

“Kog banyak limbah gelondongan kayu seperti banjir di Sumatera ?” tulis akun @joh***

Fenomena ini kembali membuka diskusi publik soal pentingnya menjaga kawasan hulu dan kelestarian hutan sebagai penyangga alami bencana.

Penutup: Alam Memberi Salam

Banjir bandang yang menerjang kawasan wisata air panas Guci, Kabupaten Tegal, menjadi peristiwa serius yang mengganggu aktivitas pariwisata dan merusak sejumlah fasilitas vital, khususnya Pancuran 13 dan Pancuran 5. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kepanikan pengunjung serta kerugian materi yang tidak sedikit.

Luapan Sungai Gung akibat hujan deras di lereng Gunung Slamet menunjukkan tingginya kerentanan kawasan wisata alam terhadap bencana hidrometeorologi. Respons cepat aparat, pengelola wisata, dan BPBD berhasil mencegah jatuhnya korban.

Namun, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa alam “memberi salam” kepada manusia, terlihat dari gelondongan kayu dan material yang tersapu banjir, sebuah peringatan akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan kawasan hulu. Kejadian ini menekankan perlunya mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan yang bijak, serta kewaspadaan pengunjung, terutama saat cuaca ekstrem.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang bencana wisata wisata Guci Tegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.