Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Senin, 28 September 2026 03:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dibongkar Dedi Mulyadi, Ratusan Karyawan Hibisc Fantasy Terancam Menganggur

By Aga GustianaRabu, 12 Maret 2025 18:44 WIB2 Mins Read
Hibisc Fantasy Dibongkar
Hibisc Fantasy Dibongkar. (Foto: ANTARA)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan karyawan yang selama ini bekerja di Hibisc Fantasy, sebuah taman hiburan di kawasan Puncak, Bogor, kini menghadapi ketidakpastian setelah pemerintah membongkar wahana tersebut akibat dugaan pelanggaran alih fungsi lahan.

Pembongkaran ini dilakukan karena Hibisc Fantasy dianggap menyebabkan kerusakan lingkungan dan berkontribusi terhadap bencana banjir di wilayah sekitarnya. Keputusan ini pun berdampak langsung pada nasib sekitar 200 karyawan yang selama ini bergantung pada tempat wisata tersebut.

Ratusan Pekerja Kehilangan Mata Pencaharian

Direktur PT Jaswita Jabar, Wahyu Nugroho, mengungkapkan bahwa taman hiburan tersebut dikelola oleh anak perusahaan PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ) dan mitranya.

“Menurut laporan dari JLJ, ada sekitar 200 orang karyawan di Hibisc Fantasy. Dari jumlah itu, 190 orang merupakan warga lokal, sementara 10 lainnya berasal dari luar Jawa Barat,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi pada Rabu (12/3/2025).

Baca Juga:  Iswara Sebut Pencatutan Logo PKS Tak Menguntungkan bagi Dedi-Erwan

Namun, terkait kelanjutan nasib para pekerja, Wahyu mengaku belum bisa memberikan kepastian. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan karyawan sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra JLJ.

“Untuk kelanjutannya, saya belum dapat info. Perlu dikonfirmasi ke mitra, mengingat pengelolaan karyawan ada di mitra JLJ,” katanya singkat.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan Gabungkan BUMD Jabar di Bawah Sangga Buana

Penyegelan Tempat Wisata di Puncak

Pembongkaran Hibisc Fantasy merupakan bagian dari tindakan tegas pemerintah terhadap pelanggaran alih fungsi lahan di kawasan Puncak.

Menteri Koordinator Pangan Zulkufli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melakukan penyegelan terhadap beberapa lokasi wisata dan pabrik teh di kawasan tersebut.

Beberapa tempat yang ikut disegel antara lain:
✅ Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat
✅ Hibisc Fantasy
✅ PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas
✅ Eiger Adventure Land

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sudah Tak Sabar Ingin Bertugas sebagai Gubernur Jabar

Pemerintah menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana lingkungan di Puncak, yang sering dilanda banjir akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Meski kebijakan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan, dampaknya terhadap ratusan pekerja yang kehilangan pekerjaan menjadi perhatian serius. Kini, para karyawan menunggu kepastian dari pengelola terkait solusi yang akan diberikan pasca-penutupan taman hiburan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.