Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara

Kamis, 14 Mei 2026 18:11 WIB

Ramai Diburu di TikTok, Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris vs Siswa’ Diduga Cuma Settingan?

Kamis, 14 Mei 2026 17:29 WIB

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Kamis, 14 Mei 2026 16:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Marc Klok Beri Sinyal Perang! Persib Siap Habis-Habisan Demi Gelar Juara
  • Ramai Diburu di TikTok, Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris vs Siswa’ Diduga Cuma Settingan?
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan
  • Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!
  • Bursa Transfer Meledak! Persib Dikabarkan Bidik Pemain Timnas dan Bintang Asing
  • Persib Wajib Waspada! PSM Punya Modal Besar di Stadion BJ Habibie
  • Viral ‘Bu Guru Bahasa Inggris’, Part 2 Bikin Netizen Heboh di TikTok
  • Lautaro Martinez Bersinar! Inter Milan Sikat Lazio dan Angkat Trofi Coppa Italia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 14 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum UNPAD: AHY Bahas Tata Kelola Pertanahan Menuju Indonesia Emas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 19 September 2024 14:30 WIB3 Mins Read
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam rangka Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (UNPAD), Fakultas Hukum UNPAD, Program Studi Kenotariatan UNPAD dan IKANO UNPAD menggelar acara Studium Generale.

Acara yang berlangsung di Graha Sanusi Hardjadinata, UNPAD, Jl. Dipatiukur No.35, Bandung pada Kamis (19/9/2024) ini mengusung tema “Transformasi Digital Tata Kelola Pertanahan Dalam Menyongsong Indonesia Emas.”

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono.

Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, Indonesia memiliki kerentanan bencana alam, karena memang berada di ring of fire dan itu kerap ditemui di lapangan.

“Oleh karena itu, tentu yang pertama harus kita lakukan menata wilayah kita, menata tata ruang kota, di desa dan dimanapun itu harus dengan melihat kondisi geografi kita,” kata Agus Harimurti Yudhoyono dalam pemaparannya.

Maka, agar terhindar dari bencana alam, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional berencana memindahkan warga yang berada di wilayah rentan bencana tersebut dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Akademisi Unpad Kritisi Putusan Hakim Soal Perkara Mardani H Maming

“Memang tidak mudah, karena sudah banyak bukan puluhan tahun tapi sudah beberapa generasi yang sudah tinggal di wilayah daerah, untuk memindahkannya tidak mudah,” ujarnya.

Untuk itu, AHY menyampaikan, yang pertama kali akan dilakukan yaitu tanggap bencana alam dan yang kedua segera melakukan upaya rehabilitasi dalam bentuk rekonstruksi dalam berbagai kejadian.

Seperti diketahui, di antara beberapa daerah bencana itu akhirnya harus ditinggalkan secara permanen.

“Karena, lokasi huniannya berkali-kali akan menghadapi potensi bencana alam. Oleh karena itu, tidak ada solusi yang permanen kecuali pindah,” ujarnya.

“Nah ini harus kita siapkan negara harus menyiapkan solusinya dan tanahnya. Kementerian ATR harus menyiapkan segala persyaratan baik itu secara administrasi, legal dll,” tambahnya.

AHY mengatakan, hal ini dilakukan agar pada saat masyarakat mendapatkan hak atas tanah yang diakui hukum secara negara dengan program konsolidasi tanah.

Baca Juga:  Bey Lepas 3.825 Mahasiswa KKN Unpad, Disebar ke 11 Kabupaten Kota di Jabar

“Ini terjadi pada beberapa saat itu ke Palu, beberapa tahun lalu akan ada bencana alam, banyak korban dan akhirnya dipindahkan konsolidasikan akhirnya dibangun rumah-rumah yang layak buat warga,” ungkapnya.

“Di Cianjur juga demikian, konsolidasi bahkan hasilnya lebih bagus dari kondisi sebelumnya, yang tadinya tidak ada fasilitas umum, jalan rusak kita bikin buatkan,” sambungnya.

Sehingga, kata AHY, nilai ekonomi tanah itu meningkat secara signifikan, menjadi satu kali lipat, dua kali lipat, ditambah dengan ada fasilitas umum yang layak.

Adapun mengenai Indonesia di tahun 2025, AHY membayangkan tentang kemajuan, lompatan-lompatan dibidang teknologi dan sebagainya, itu akan sirna jika hari ini tidak bekerja keras.

“Karena masih banyak hal yang harus kita lakukan, kita bersyukur sejauh ini banyak progres dan harapannya menuju tahun 2025 nanti dengan mempersiapkan sumber manusia yang unggul,” papar AHY.

Baca Juga:  Kritik Meluas, Sederet Perguruan Tinggi di Bandung Ikut Bergerak ‘Sentil’ Jokowi

Meski begitu, AHY mengajak untuk tetap optimis, karena Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Tinggal kita perkuat kualitasnya, kita perkuat kesiapan dan keterampilannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, AHY mengatakan, peran kampus menjadi sangat penting. Bagaimana kampus memiliki peran dan kontribusi yang real untuk pembangunan negeri.

“Termasuk, tadi saya berpesan disini ada bapak bapak wakil rektor UNPAD dan jajaran yang lain termasuk seluruh mahasiswa mahasiswi tadi agar kita siapkan generasi unggul yang memiliki kompetensi, karena tanpa itu bonus demografi yang selama ini yang kita gaung-gaungkan hanya akan menjadi bencana,” paparnya.

Untuk itu, AHY mengajak semua pihak untuk menjadi warga dunia yang bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, saya mengajak tentu kita semua untuk terus bergandengan tangan membangun super tim semua profesi, semua generasi mari kita lembur menjadi satu untuk Indonesia Emas 2025,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Agus Harimurti Yudhoyono Fakultas Hukum Indonesia Emas tata kelola pertanahan Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hantavirus Ramai Dibahas, Populasi Tikus Perkotaan Bandung Jadi Sorotan

Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim ‘Meledak’: Mengapa Hukuman Saya Lebih Berat dari Teroris?

Dewan Hisbah PP Persis Bahas Zakat hingga Baiat dalam Safari Dakwah di Majalengka

Sinergi Kreatif: Abizar Machmud dan Menteri LH Perkuat Gerakan Lingkungan Jabar

‘Riweuh’ Karena Nama: Kebijakan Sekolah Maung Dedi Mulyadi Panen Kritik Netizen

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.