Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum

Senin, 28 September 2026 19:34 WIB

Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final

Senin, 28 September 2026 18:05 WIB

5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping

Senin, 28 September 2026 17:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum
  • Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final
  • 5 Warmindo di Bandung yang Cocok untuk Kulineran Malam, Pilihan Indomie dengan Banyak Topping
  • Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit
  • Kapan Debut Bersama Persib Bandung? Ini Pengakuan Jujur Sandy Walsh Usai Pulih dari Cedera
  • Marc Klok Bawa Mental Juara Persib ke Shopee Cup: Datang untuk Menang!
  • Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis
  • Resmi! Jadwal Persib vs Garudayaksa FC Dimajukan, Ini Tanggal dan Jam Terbarunya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dihadapan Wamentan, Bey Machmudin Paparkan Strategi Peningkatan Produksi Padi

By Putra JuangRabu, 7 Agustus 2024 14:40 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah melaksanakan beberapa program kepada para petani untuk menggenjot target produksi Gabah Kering Giling (GKG) di tengah ancaman kekeringan.

Diketahui, Pemprov Jabar sendiri menargetkan produksi tanaman padi tahun 2024 mencapai 11.084.635 ton GKG. Hal itu berdasarkan hasil MoU dengan pemerintah pusat.

“Peningkatan produksi dapat dicapai dengan cara meningkatkan luas tanam melalui dua strategi, yaitu Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) dan Perluasan Areal Tanam (PAT) yang dilakukan di antaranya melalui optimasi lahan dan pompanisasi,” kata Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat pemaparan di hadapan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono di Kota Bandung, Rabu (7/8/2024).

Untuk peningkatan kualitas SDM di sektor pertanian, Bey mengatakan, Program Penyuluhan Pertanian akan digalakan secara intensif dengan adanya tambahan biaya operasional bagi penyuluh lapang dan penambahan tenaga pendamping petani.

Baca Juga:  Henhen Herdiana Apresiasi Kadeudeuh dari Pemprov Jabar: Kanyaah Bagi Tim

“Kami juga telah menganggarkan program asuransi usaha tani seluas 40.000 hektar dan asuransi perlindungan petani yang bertujuan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Jabar juga turut menindaklanjuti program pompanisasi dari Kementan. Pompanisasi ini merupakan program pemberian alat pompa di beberapa daerah yang lahan sawahnya masuk indeks pertanaman (IP) satu, namun memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun.

Baca Juga:  Bey Machmudin: TPPAS Legok Nangka Targetkan Groundbreaking Akhir 2025

“Berdasarkan laporan harian perluasan areal tanam per 5 Agustus 2024, bahwa dari target pompanisasi dan padi Gogo Jawa Barat sebesar 117.852 hektar terealisasi sebesar 100.488 hektar, capaian ini menempatkan Jawa Barat diperingkat pertama secara nasional,” jelasnya.

Bey mengatakan, saat ini progress pompanisasi refocusing di Jabar telah diserahterimakan 100 persen atau sebanyak 7.033 unit kepada kelompok tani/brigade dan telah dimanfaatkan sebesar 82,62 persen atau 5.811 unit.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan anggaran belanja tambahan kepada Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.110 unit (225 unit provinsi dan 885 unit Kab/Kota) untuk irigasi perpompaan dan 990 unit untuk irigasi perpipaan,” katanya.

Baca Juga:  Pagar Laut Bekasi Tak Berizin, Pemprov Jabar Layangkan Surat Teguran ke PT TRPN

Di luar langkah penanganan, Bey mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya berkunjung ke Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor untuk melihat panen, luasnya 3.000 hektar dan hasil panen rata-rata 5,4 sampai 5,6 ton per hektar GKG.

“Hal menarik yang saya dapatkan, penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk pompa ini terbukti jauh lebih efisien dibandingkan bensin, dengan penghematan biaya produksi yang signifikan dari Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari dengan bensin menjadi hanya Rp25.000 per hari dengan BBG,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Jabar Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum

Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit

Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis

PENUSUKAN

Sadis! Anak Tiri Habisi Nyawa Ibu Pakai Stunt Gun dan Pisau Dapur, Diduga Dendam Masalah Rumah

Ngeri! Pajero Hilang Kendali di Tol Pasteur, Tabrak Kijang dan Gran Max hingga Ringsek

Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.