Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC

Rabu, 12 Agustus 2026 09:05 WIB

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Rabu, 12 Agustus 2026 08:20 WIB

PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen

Rabu, 12 Agustus 2026 08:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC
  • Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg
  • PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dihadapan Wamentan, Bey Machmudin Paparkan Strategi Peningkatan Produksi Padi

By Putra JuangRabu, 7 Agustus 2024 14:40 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah melaksanakan beberapa program kepada para petani untuk menggenjot target produksi Gabah Kering Giling (GKG) di tengah ancaman kekeringan.

Diketahui, Pemprov Jabar sendiri menargetkan produksi tanaman padi tahun 2024 mencapai 11.084.635 ton GKG. Hal itu berdasarkan hasil MoU dengan pemerintah pusat.

“Peningkatan produksi dapat dicapai dengan cara meningkatkan luas tanam melalui dua strategi, yaitu Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) dan Perluasan Areal Tanam (PAT) yang dilakukan di antaranya melalui optimasi lahan dan pompanisasi,” kata Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat pemaparan di hadapan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono di Kota Bandung, Rabu (7/8/2024).

Untuk peningkatan kualitas SDM di sektor pertanian, Bey mengatakan, Program Penyuluhan Pertanian akan digalakan secara intensif dengan adanya tambahan biaya operasional bagi penyuluh lapang dan penambahan tenaga pendamping petani.

“Kami juga telah menganggarkan program asuransi usaha tani seluas 40.000 hektar dan asuransi perlindungan petani yang bertujuan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Jabar juga turut menindaklanjuti program pompanisasi dari Kementan. Pompanisasi ini merupakan program pemberian alat pompa di beberapa daerah yang lahan sawahnya masuk indeks pertanaman (IP) satu, namun memiliki sumber air yang tersedia sepanjang tahun.

“Berdasarkan laporan harian perluasan areal tanam per 5 Agustus 2024, bahwa dari target pompanisasi dan padi Gogo Jawa Barat sebesar 117.852 hektar terealisasi sebesar 100.488 hektar, capaian ini menempatkan Jawa Barat diperingkat pertama secara nasional,” jelasnya.

Bey mengatakan, saat ini progress pompanisasi refocusing di Jabar telah diserahterimakan 100 persen atau sebanyak 7.033 unit kepada kelompok tani/brigade dan telah dimanfaatkan sebesar 82,62 persen atau 5.811 unit.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan anggaran belanja tambahan kepada Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.110 unit (225 unit provinsi dan 885 unit Kab/Kota) untuk irigasi perpompaan dan 990 unit untuk irigasi perpipaan,” katanya.

Di luar langkah penanganan, Bey mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya berkunjung ke Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor untuk melihat panen, luasnya 3.000 hektar dan hasil panen rata-rata 5,4 sampai 5,6 ton per hektar GKG.

“Hal menarik yang saya dapatkan, penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk pompa ini terbukti jauh lebih efisien dibandingkan bensin, dengan penghematan biaya produksi yang signifikan dari Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari dengan bensin menjadi hanya Rp25.000 per hari dengan BBG,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Jabar padi Pemprov Jabar pompanisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.