Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Selasa, 20 Oktober 2026 12:16 WIB

Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran

Selasa, 20 Oktober 2026 12:02 WIB

Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal

Selasa, 20 Oktober 2026 11:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya
  • Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran
  • Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal
  • Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat
  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diskominfo Purwakarta Monitoring Konten Pemberitaan Lewat Aplikasi Simedkom

By Putra JuangSenin, 4 November 2024 14:18 WIB3 Mins Read
Kepala Diskominfo Purwakarta, Rudi Hartono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sistem Media Komunikasi (Simedkom) merupakan sebuah aplikasi berbasis digital yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta untuk mempermudah pengelolaan informasi dan komunikasi publik.

Kepala Diskominfo Purwakarta, Rudi Hartono menjelaskan, ada tiga manfaat yang bisa didapatkan dari aplikasi berbasis digital ini, di antaranya berkaitan dengan efisiensi, transparansi dan aksesbilitas.

Menurutnya, pengimplementasian aplikasi ini sudah dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya sejak awal 2024 ini.

“Aplikasi ini memudahkan penertiban administrasi kerja sama antara media dan pemerintah dan menjadi alat filter untuk memantau isu konten media terkait pemberitaan di Purwakarta. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan platform untuk pendaftaran dan pengelolaan kerja sama publikasi,” ucap Rudi dalam keterangannya, Senin (4/11/2024).

Rudi mengatakan, implementasi aplikasi ini juga pada akhirnya dapat meningkatkan optimalisasi proses kerja sama media dengan pemerintah secara online serta monitoring konten pemberitaan di Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga:  Kolaborasi dengan Media, Ketua KPU Kota Bandung: Bentuk Transparansi Pilkada 2024

“Hal ini diharapkan mampu mewujudkan kerja sama yang baik dan efektif serta meningkatkan kualitas penyebaran informasi melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfo Purwakarta, Sri Budiyanti mengungkapkan, digitalisasi kerja sama media melalui aplikasi Simedkom cukup memudahkan proses kerja sama antara pemerintah daerah dengan perusahaan media.

“Proses kerjasama antara media dan Diskominfo Purwakarta menjadi lebih modern dan efektif. Ada neberapa hal yang tercakup dalam digitalisasi ini, di antaranya terkait proses pendaftaran kerjasama dapat dilakukan secara online melalui aplikasi dan Diskominfo juga dapat memantau konten berita yang dihasilkan media mitra secara real-time serta kinerja media mitra dapat dievaluasi secara objektif berdasarkan data yang tercatat di Simedkom,” jelas Mba Atik, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Wuling Gelar ABCDrive Experince Regional Media, Kenalkan Kendaraan Listrik ABC Stories

Sejauh ini, kata Mba Atik, dari penerapan aplikasi secara digital tersebut terjadi peningkatan kualitas Informasi. Dengan adanya pemantauan, diharapkan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik semakin baik.

“Proses kerja sama menjadi lebih transparan dan akuntabel serta proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu lama kini menjadi lebih singkat,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai sebuah sistem yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik, Simedkom memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang lebih baik lagi.

“Kedepan, jika dikembangkan, Simedkom dapat diintegrasikan dengan sistem informasi lainnya, seperti sistem pemerintahan daerah, sistem kependudukan, atau sistem pelayanan publik lainnya. Integrasi ini akan memungkinkan adanya pertukaran data yang lebih lancar dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif,” tuturnya.

Baca Juga:  Media China Ledek Kekalahan Timnas Indonesia: Sombong Sih...

Ke depan, fitur-fitur Simedkom dapat terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks. Misalnya, pengembangan fitur analisis data yang lebih canggih, integrasi dengan media sosial, atau pengembangan aplikasi mobile yang lebih user-friendly.

“Namun demikian, hal ini juga harus ditunjang dengan pengembangan kapasitas SDM. Pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola Simedkom perlu terus dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem dapat dikelola dengan baik dan dikembangkan secara berkelanjutan,” paparnya.

Kabid IKP mengatakan, dengan pengembangan yang berkelanjutan, Simedkom diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, di antaranya; informasi publik dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

media
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.