Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Senin, 3 Agustus 2026 20:45 WIB

Balsa Sekulic Sesumbar! Persib Siap Singkirkan Persija dan Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026

Senin, 3 Agustus 2026 20:33 WIB

Dedi Mulyadi Desak Bersih-Bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Senin, 3 Agustus 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus
  • Balsa Sekulic Sesumbar! Persib Siap Singkirkan Persija dan Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026
  • Dedi Mulyadi Desak Bersih-Bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi
  • Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain
  • Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq
  • Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha
  • Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga
  • Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Herdman Akui The Golden Star Jadi Ujian Terberat Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Kota Bekasi Dorong Digitalisasi Peredaran Obat

By Aga GustianaSenin, 24 Maret 2025 11:26 WIB2 Mins Read
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus peredaran obat kedaluwarsa yang terjadi di Kota Bekasi beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Menyikapi insiden tersebut, DPRD mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi untuk segera membangun sistem digitalisasi guna memantau peredaran obat di Puskesmas.

Langkah Pencegahan Efektif

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono, menegaskan bahwa sistem digitalisasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Insiden penggunaan obat kedaluwarsa yang terjadi di Puskesmas Rawa Tembaga menjadi pelajaran berharga.

“Langkah ini kami dorong agar obat-obatan yang telah melewati masa kedaluwarsa dapat terdeteksi secara cepat dan akurat. Jangan sampai ada kasus serupa yang membahayakan masyarakat,” ujar Raden Eko.

Dampak pada Pasien

Dalam kejadian tersebut, 11 anak menerima obat yang sama, namun dua di antaranya mengalami efek samping. Salah satu anak mengalami diare, sedangkan anak lainnya mengalami ruam merah di kulit. Beruntung, kedua anak tersebut kini telah pulih.

Penyebab Insiden

Menurut laporan Dinkes Kota Bekasi, obat kedaluwarsa itu sebenarnya telah ditarik dari peredaran pada tahun 2022. Namun, karena masa kedaluwarsanya baru berakhir pada September 2023, obat tersebut kembali digunakan di beberapa Puskesmas. Masalah muncul karena kurangnya sistem pemantauan yang terintegrasi.

“Sebagian obat yang telah ditarik ternyata masih tersimpan di tas-tas tenaga lapangan. Akibatnya, obat tersebut tidak terdeteksi saat proses pengecekan manual,” jelas Raden Eko.

Pentingnya Digitalisasi

Raden Eko menegaskan bahwa digitalisasi data obat-obatan sangat krusial untuk memastikan keamanan masyarakat. Sistem ini akan memungkinkan pelacakan real-time terhadap stok obat di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Tidak boleh ada kelalaian dalam mendata obat-obatan. Dengan sistem digital, kita bisa mengetahui secara pasti stok obat yang tersedia dan mana yang perlu ditarik,” tegasnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Meski insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, Raden Eko mengimbau masyarakat agar tetap percaya pada layanan kesehatan di Puskesmas. Ia memastikan bahwa DPRD bersama Dinkes akan terus memantau implementasi sistem digitalisasi untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami akan mengawal proses ini hingga berjalan optimal. InsyaAllah, kejadian seperti ini tidak akan terulang,” pungkasnya.

Dengan sistem digitalisasi yang efektif, diharapkan pengawasan obat-obatan di Kota Bekasi semakin ketat, demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Kota Bekasi obat Puskesmas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Dedi Mulyadi Desak Bersih-Bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain

Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq

Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha

Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.