Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pemain Timnas Indonesia usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi.

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: SUGBK Jadi Saksi Perjuangan Garuda di Grup A

Selasa, 22 September 2026 08:08 WIB

Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri

Selasa, 22 September 2026 06:00 WIB

Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari

Selasa, 22 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: SUGBK Jadi Saksi Perjuangan Garuda di Grup A
  • Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri
  • Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari
  • Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Kota Bekasi Dorong Digitalisasi Peredaran Obat

By Aga GustianaSenin, 24 Maret 2025 11:26 WIB2 Mins Read
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus peredaran obat kedaluwarsa yang terjadi di Kota Bekasi beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Menyikapi insiden tersebut, DPRD mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi untuk segera membangun sistem digitalisasi guna memantau peredaran obat di Puskesmas.

Langkah Pencegahan Efektif

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono, menegaskan bahwa sistem digitalisasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Insiden penggunaan obat kedaluwarsa yang terjadi di Puskesmas Rawa Tembaga menjadi pelajaran berharga.

“Langkah ini kami dorong agar obat-obatan yang telah melewati masa kedaluwarsa dapat terdeteksi secara cepat dan akurat. Jangan sampai ada kasus serupa yang membahayakan masyarakat,” ujar Raden Eko.

Baca Juga:  Partisipasi Pemilih Turun di Pilkada 2024 Kota Bekasi, DPRD Segera Evaluasi!

Dampak pada Pasien

Dalam kejadian tersebut, 11 anak menerima obat yang sama, namun dua di antaranya mengalami efek samping. Salah satu anak mengalami diare, sedangkan anak lainnya mengalami ruam merah di kulit. Beruntung, kedua anak tersebut kini telah pulih.

Penyebab Insiden

Menurut laporan Dinkes Kota Bekasi, obat kedaluwarsa itu sebenarnya telah ditarik dari peredaran pada tahun 2022. Namun, karena masa kedaluwarsanya baru berakhir pada September 2023, obat tersebut kembali digunakan di beberapa Puskesmas. Masalah muncul karena kurangnya sistem pemantauan yang terintegrasi.

Baca Juga:  DPRD Kota Bekasi Temukan Masih Banyak Pelaku Usaha Abai Soal Upah Pekerja

“Sebagian obat yang telah ditarik ternyata masih tersimpan di tas-tas tenaga lapangan. Akibatnya, obat tersebut tidak terdeteksi saat proses pengecekan manual,” jelas Raden Eko.

Pentingnya Digitalisasi

Raden Eko menegaskan bahwa digitalisasi data obat-obatan sangat krusial untuk memastikan keamanan masyarakat. Sistem ini akan memungkinkan pelacakan real-time terhadap stok obat di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Tidak boleh ada kelalaian dalam mendata obat-obatan. Dengan sistem digital, kita bisa mengetahui secara pasti stok obat yang tersedia dan mana yang perlu ditarik,” tegasnya.

Baca Juga:  Menang Pemilu Sejak Era Reformasi, Pepep Saeful Hidayat Sosok Politisi Tanpa Cela

Imbauan kepada Masyarakat

Meski insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, Raden Eko mengimbau masyarakat agar tetap percaya pada layanan kesehatan di Puskesmas. Ia memastikan bahwa DPRD bersama Dinkes akan terus memantau implementasi sistem digitalisasi untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami akan mengawal proses ini hingga berjalan optimal. InsyaAllah, kejadian seperti ini tidak akan terulang,” pungkasnya.

Dengan sistem digitalisasi yang efektif, diharapkan pengawasan obat-obatan di Kota Bekasi semakin ketat, demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Kota Bekasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.