Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB

STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung

Rabu, 10 Juni 2026 05:00 WIB

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Rabu, 10 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Kota Bekasi Dorong Digitalisasi Peredaran Obat

By Aga GustianaSenin, 24 Maret 2025 11:26 WIB2 Mins Read
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus peredaran obat kedaluwarsa yang terjadi di Kota Bekasi beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Menyikapi insiden tersebut, DPRD mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi untuk segera membangun sistem digitalisasi guna memantau peredaran obat di Puskesmas.

Langkah Pencegahan Efektif

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono, menegaskan bahwa sistem digitalisasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Insiden penggunaan obat kedaluwarsa yang terjadi di Puskesmas Rawa Tembaga menjadi pelajaran berharga.

“Langkah ini kami dorong agar obat-obatan yang telah melewati masa kedaluwarsa dapat terdeteksi secara cepat dan akurat. Jangan sampai ada kasus serupa yang membahayakan masyarakat,” ujar Raden Eko.

Baca Juga:  Dinilai Bukan Solusi, DPRD Kota Bekasi Ingin Alihkah BLT Jadi Lapangan Kerja Baru

Dampak pada Pasien

Dalam kejadian tersebut, 11 anak menerima obat yang sama, namun dua di antaranya mengalami efek samping. Salah satu anak mengalami diare, sedangkan anak lainnya mengalami ruam merah di kulit. Beruntung, kedua anak tersebut kini telah pulih.

Penyebab Insiden

Menurut laporan Dinkes Kota Bekasi, obat kedaluwarsa itu sebenarnya telah ditarik dari peredaran pada tahun 2022. Namun, karena masa kedaluwarsanya baru berakhir pada September 2023, obat tersebut kembali digunakan di beberapa Puskesmas. Masalah muncul karena kurangnya sistem pemantauan yang terintegrasi.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Banjir, Adelia Sidik Desak Pemkot Cari Solusi Jangka Panjang

“Sebagian obat yang telah ditarik ternyata masih tersimpan di tas-tas tenaga lapangan. Akibatnya, obat tersebut tidak terdeteksi saat proses pengecekan manual,” jelas Raden Eko.

Pentingnya Digitalisasi

Raden Eko menegaskan bahwa digitalisasi data obat-obatan sangat krusial untuk memastikan keamanan masyarakat. Sistem ini akan memungkinkan pelacakan real-time terhadap stok obat di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Tidak boleh ada kelalaian dalam mendata obat-obatan. Dengan sistem digital, kita bisa mengetahui secara pasti stok obat yang tersedia dan mana yang perlu ditarik,” tegasnya.

Baca Juga:  Ciptakan Fasilitas Kesehatan Berkualitas, Pasangan ASIH Akan Tingkatkan Status Puskesmas di Jabar

Imbauan kepada Masyarakat

Meski insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, Raden Eko mengimbau masyarakat agar tetap percaya pada layanan kesehatan di Puskesmas. Ia memastikan bahwa DPRD bersama Dinkes akan terus memantau implementasi sistem digitalisasi untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami akan mengawal proses ini hingga berjalan optimal. InsyaAllah, kejadian seperti ini tidak akan terulang,” pungkasnya.

Dengan sistem digitalisasi yang efektif, diharapkan pengawasan obat-obatan di Kota Bekasi semakin ketat, demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Kota Bekasi obat Puskesmas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.