Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Senin, 3 Agustus 2026 20:45 WIB

Balsa Sekulic Sesumbar! Persib Siap Singkirkan Persija dan Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026

Senin, 3 Agustus 2026 20:33 WIB

Dedi Mulyadi Desak Bersih-Bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Senin, 3 Agustus 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus
  • Balsa Sekulic Sesumbar! Persib Siap Singkirkan Persija dan Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026
  • Dedi Mulyadi Desak Bersih-Bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi
  • Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain
  • Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq
  • Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha
  • Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga
  • Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Herdman Akui The Golden Star Jadi Ujian Terberat Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DSP Farm Enam Tahun Berturut-turut Jadi Pemasok Sapi Presiden

By Putra JuangSelasa, 19 Mei 2026 18:24 WIB3 Mins Read
Sapi Presiden. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peternakan sapi dan domba milik peternak muda Kota Bandung, DSP Farm, kembali dipercaya menjadi pemasok hewan kurban bantuan masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia tahun 2026.

Kepercayaan tersebut menjadi tahun keenam secara berturut-turut bagi DSP Farm dalam menyediakan sapi kurban pilihan Presiden.

Berlokasi di Jalan Palintang No.55, Kota Bandung, DSP Farm saat ini menyiapkan sejumlah sapi berbobot jumbo yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk untuk kebutuhan kurban Presiden di Kota Bandung.

Pemilik DSP Farm, Vandri Dwitama, mengatakan usaha peternakan yang ia kelola dimulai sejak 2010 untuk domba dan berkembang ke peternakan sapi pada 2014.

“Perkenalkan, saya Vandri Dwitama, peternak dari Kota Bandung di bawah naungan DKPP Kota Bandung dengan nama peternakan DSP Farm. Kami mulai beternak domba sejak 2010 dan sapi sejak 2014. Alhamdulillah sudah enam tahun berturut-turut dipercaya menjadi supplier sapi Banmas Presiden Republik Indonesia,” ujarnya saat ditemui di lokasi peternakan, Selasa (19/5/2026).

Saat ini, DSP Farm memiliki sedikitnya 10 sapi berukuran besar dengan bobot di atas satu ton. Tiga di antaranya akan digunakan untuk kurban Presiden RI, Prabowo Subianto, termasuk satu ekor sapi bernama “pamor” yang akan diserahkan ke Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung.

“Di sini ada tiga ekor yang akan dipakai untuk kurbannya Bapak Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya nanti akan diserahkan ke Pemerintah Kota Bandung di Masjid Al-Ukhuwah,” katanya.

Selain Sefa, DSP Farm juga memiliki sejumlah sapi unggulan lain seperti Janata, Sanjaya, dan Tampomas dengan bobot mencapai 1,2 hingga 1,3 ton.

Vandri menjelaskan, kepercayaan yang terus diberikan kepada DSP Farm tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas ternak, terutama dari sisi kesehatan dan bobot sapi.

“Untuk sapi Banmas itu tentu sapi terbaik dan terbesar. Bobotnya ekstrem, di atas 1.000 kilogram. Selain fisik, kesehatan medis juga sangat dijaga, mulai dari cacing hati, kesehatan rumen, hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD. Semua sapi di sini sudah divaksin oleh pemerintah,” ungkapnya.

DSP Farm saat ini memiliki sekitar 20 ekor sapi berbobot di atas satu ton, 10 ekor sapi dengan bobot 700 hingga 900 kilogram, serta sekitar 80 ekor sapi ekonomis untuk kebutuhan kurban masyarakat umum.

Distribusi hewan ternak DSP Farm juga telah menjangkau berbagai daerah di luar Bandung. Untuk wilayah timur, pengiriman terjauh dilakukan hingga Brebes, sedangkan wilayah barat mencapai Tangerang.

Menurut Vandri, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terutama karena DSP Farm dikelola oleh generasi muda peternak Kota Bandung.

“Happy banget, bangga banget. Kita bisa dibilang peternak milenial di Kota Bandung dan terus dipercaya setiap tahun. Ini jadi tantangan juga buat terus memperbaiki kualitas sapi di sini,” ujarnya.

Ia menilai Kota Bandung memang tidak unggul dari sisi jumlah populasi ternak dibanding daerah lain seperti Kabupaten Bandung atau Garut, namun kualitas ternaknya mampu bersaing secara nasional.

“Kalau cari jumlah sapi mungkin kalah banyak, tapi kalau kualitas sapi dan domba juara, Kota Bandung bisa dipercaya,” katanya.

DSP Farm juga pernah mencatat prestasi di ajang kontes ternak. Dalam kontes sapi di kawasan Unpad, DSP Farm membawa empat sapi dan berhasil meraih tiga penghargaan, yakni juara dua dan dua kali juara empat.

Bahkan, salah satu sapi ternak asal DSP Farm bernama Redam disebut menjadi sapi terbesar kedua di Indonesia dengan bobot mencapai 1.387 kilogram. Saat ini sapi tersebut berada di Wonosobo untuk kebutuhan kontes ternak.

“Yang penting kami bawa nama Kota Bandung. Di mana pun, yang penting membawa nama baik Kota Bandung,” tuturnya.

Terkait harga, Vandri menyebut hewan kurban di DSP Farm dibanderol mulai dari Rp2 juta untuk domba dan Rp20 juta untuk sapi.

Sementara sapi kontes dengan kualitas khusus pernah terjual hingga Rp200 juta per ekor.

“Paling mahal pernah jual sapi Rp200 juta satu ekor untuk kontes,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hewan kurban Kota Bandung sapi Sapi Presiden
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Dedi Mulyadi Desak Bersih-Bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain

Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq

Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha

Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.