Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!

Selasa, 3 November 2026 18:42 WIB
Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Selasa, 3 November 2026 18:37 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Siap-siap Cek Rekening! 6 Bansos Cair November 2026, Lengkap Besaran dan Syarat Desil Penerima

Selasa, 3 November 2026 18:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!
  • Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual
  • Siap-siap Cek Rekening! 6 Bansos Cair November 2026, Lengkap Besaran dan Syarat Desil Penerima
  • Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat
  • Umuh Muchtar Buka Suara Usai Persib Kena Denda Komdis PSSI Gara-gara Dokter Tim ‘Menghilang’
  • Amanda Manopo Skandalin Suami! Sebut Fajar Sadboy Lebih Gentleman Dibanding Kenny Austin?
  • Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru
  • Prediksi Line Up Melbourne Victory vs Persib: Kembalinya Marc Klok dan Formasi Tiga Bek Maung Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DSP Farm Enam Tahun Berturut-turut Jadi Pemasok Sapi Presiden

By Putra JuangSelasa, 19 Mei 2026 18:24 WIB3 Mins Read
Sapi Presiden. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peternakan sapi dan domba milik peternak muda Kota Bandung, DSP Farm, kembali dipercaya menjadi pemasok hewan kurban bantuan masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia tahun 2026.

Kepercayaan tersebut menjadi tahun keenam secara berturut-turut bagi DSP Farm dalam menyediakan sapi kurban pilihan Presiden.

Berlokasi di Jalan Palintang No.55, Kota Bandung, DSP Farm saat ini menyiapkan sejumlah sapi berbobot jumbo yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk untuk kebutuhan kurban Presiden di Kota Bandung.

Pemilik DSP Farm, Vandri Dwitama, mengatakan usaha peternakan yang ia kelola dimulai sejak 2010 untuk domba dan berkembang ke peternakan sapi pada 2014.

“Perkenalkan, saya Vandri Dwitama, peternak dari Kota Bandung di bawah naungan DKPP Kota Bandung dengan nama peternakan DSP Farm. Kami mulai beternak domba sejak 2010 dan sapi sejak 2014. Alhamdulillah sudah enam tahun berturut-turut dipercaya menjadi supplier sapi Banmas Presiden Republik Indonesia,” ujarnya saat ditemui di lokasi peternakan, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:  DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Petakan Daerah Rawan Kebakaran

Saat ini, DSP Farm memiliki sedikitnya 10 sapi berukuran besar dengan bobot di atas satu ton. Tiga di antaranya akan digunakan untuk kurban Presiden RI, Prabowo Subianto, termasuk satu ekor sapi bernama “pamor” yang akan diserahkan ke Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung.

“Di sini ada tiga ekor yang akan dipakai untuk kurbannya Bapak Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya nanti akan diserahkan ke Pemerintah Kota Bandung di Masjid Al-Ukhuwah,” katanya.

Selain Sefa, DSP Farm juga memiliki sejumlah sapi unggulan lain seperti Janata, Sanjaya, dan Tampomas dengan bobot mencapai 1,2 hingga 1,3 ton.

Vandri menjelaskan, kepercayaan yang terus diberikan kepada DSP Farm tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas ternak, terutama dari sisi kesehatan dan bobot sapi.

“Untuk sapi Banmas itu tentu sapi terbaik dan terbesar. Bobotnya ekstrem, di atas 1.000 kilogram. Selain fisik, kesehatan medis juga sangat dijaga, mulai dari cacing hati, kesehatan rumen, hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD. Semua sapi di sini sudah divaksin oleh pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Laporkan Masalah Banjir ke Dedi Mulyadi, Bey Harap Ada Kebijakan Pengelolaan Sungai

DSP Farm saat ini memiliki sekitar 20 ekor sapi berbobot di atas satu ton, 10 ekor sapi dengan bobot 700 hingga 900 kilogram, serta sekitar 80 ekor sapi ekonomis untuk kebutuhan kurban masyarakat umum.

Distribusi hewan ternak DSP Farm juga telah menjangkau berbagai daerah di luar Bandung. Untuk wilayah timur, pengiriman terjauh dilakukan hingga Brebes, sedangkan wilayah barat mencapai Tangerang.

Menurut Vandri, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terutama karena DSP Farm dikelola oleh generasi muda peternak Kota Bandung.

“Happy banget, bangga banget. Kita bisa dibilang peternak milenial di Kota Bandung dan terus dipercaya setiap tahun. Ini jadi tantangan juga buat terus memperbaiki kualitas sapi di sini,” ujarnya.

Ia menilai Kota Bandung memang tidak unggul dari sisi jumlah populasi ternak dibanding daerah lain seperti Kabupaten Bandung atau Garut, namun kualitas ternaknya mampu bersaing secara nasional.

“Kalau cari jumlah sapi mungkin kalah banyak, tapi kalau kualitas sapi dan domba juara, Kota Bandung bisa dipercaya,” katanya.

Baca Juga:  Mengapa Bandung Selalu Jadi Sorotan? Ini Perjalanan Panjang Sang Kota Kreatif

DSP Farm juga pernah mencatat prestasi di ajang kontes ternak. Dalam kontes sapi di kawasan Unpad, DSP Farm membawa empat sapi dan berhasil meraih tiga penghargaan, yakni juara dua dan dua kali juara empat.

Bahkan, salah satu sapi ternak asal DSP Farm bernama Redam disebut menjadi sapi terbesar kedua di Indonesia dengan bobot mencapai 1.387 kilogram. Saat ini sapi tersebut berada di Wonosobo untuk kebutuhan kontes ternak.

“Yang penting kami bawa nama Kota Bandung. Di mana pun, yang penting membawa nama baik Kota Bandung,” tuturnya.

Terkait harga, Vandri menyebut hewan kurban di DSP Farm dibanderol mulai dari Rp2 juta untuk domba dan Rp20 juta untuk sapi.

Sementara sapi kontes dengan kualitas khusus pernah terjual hingga Rp200 juta per ekor.

“Paling mahal pernah jual sapi Rp200 juta satu ekor untuk kontes,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hewan kurban Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!

Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.