bukamata.id – Momen unik dan penuh gengsi mewarnai ajang Dago Vision Care 20/20 Padel Cup yang digelar di Setiabudhi Social Club, Bandung, pada 29–30 Agustus 2026. Pasangan veteran Hartono (Boskoi) dan Eko Yuli sukses mengamankan posisi runner-up atau Juara 2 pada kategori Men Bronze Open usai melewati laga final bertensi tinggi.
Pertarungan perebutan takhta tersebut menarik perhatian publik lantaran menyajikan bentrokan lintas generasi.
Perlawanan Gigih Hadapi Pemain Usia 14 Tahun
Langkah Hartono (54 tahun) dan Eko Yuli (53 tahun) melenggang ke partai puncak menyita perhatian para pencinta padel. Di laga pemungkas, duo senior ini harus berhadapan dengan pasangan belia unggulan, Freandy dan Joshua, yang baru berumur 14 tahun.
Meski terpaut jarak usia puluhan tahun, pertarungan berjalan sengit dan dramatis. Hartono dan Eko Yuli terus mengerahkan aksi jual-beli serangan yang gigih sebelum akhirnya Freandy dan Joshua berhasil mengunci gelar Juara 1. Adapun podium Juara 3 pada kategori Men Bronze Open diraih oleh duet Ely Miharjo (55) dan Erik Nurkamdani (40).
Impian Lama Berduet Bersama Sosok Idola
Pencapaian podium kedua ini terasa sangat spesial bagi Hartono. Menggeluti dunia tenis sejak usia 11 tahun dan mulai bertanding di umur 12 tahun, Hartono sudah lama mengagumi kiprah Eko Yuli yang kala itu merupakan petenis berprestasi.
Eko Yuli sendiri punya rekam jejak mentereng di masa mudanya, termasuk merengkuh gelar Juara 1 Tunggal dan Ganda Kejuaraan Kelompok Umur (KU) 10 Wijoyo Suyono di Surabaya. Keikutsertaannya di kategori Bronze Open kali ini dimungkinkan karena Eko Yuli belum pernah menjuarai kategori tersebut di wilayah mana pun serta belum pernah membela tim PON.
Bisa tampil berdampingan hingga naik podium bersama atlet yang dulu hanya bisa dikagumi dari kejauhan menjadi impian tersendiri yang akhirnya terwujud bagi Boskoi.
Sinyal Positif Regenerasi Padel Nasional
Walau harus puas di posisi kedua, Boskoi menyambut hasil laga final dengan rasa bangga dan sikap optimistis. Munculnya talenta muda berbakat seperti Freandy dan Joshua di lapangan dinilainya sebagai indikator cerah bagi masa depan dan regenerasi olahraga padel di Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









