Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Minggu, 1 November 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dugaan Korupsi Minyak di Pertamina Rugikan Negara Capai Rp285 Triliun

By Aga GustianaJumat, 11 Juli 2025 08:43 WIB3 Mins Read
Ilustrasi korupsi
Ilustrasi dugaan korupsi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero). Dalam perkembangan terbaru, nilai kerugian negara akibat skandal ini melonjak drastis hingga mencapai Rp285 triliun.

“Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dipastikan jumlahnya, itu totalnya Rp 285.017.731.964.389,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (10/7/2025) malam.

Angka tersebut meningkat signifikan dari estimasi awal yang sempat diumumkan Kejagung, yakni sebesar Rp 193,7 triliun. Qohar menjelaskan, kerugian itu berasal dari dua aspek besar: kerugian keuangan negara dan kerugian terhadap perekonomian nasional.

“Ini terdapat dari dua komponen, yang pertama kerugian keuangan negara, yang kedua adalah kerugian perekonomian negara,” jelasnya.

Baca Juga:  Kedok Shadow Company Terbongkar: Taktik Zarof Ricar Samarkan Aset Hasil Kejahatan

Dalam kesempatan yang sama, Kejagung juga menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus ini. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah pengusaha kondang Mohammad Riza Chalid (MRC), yang diketahui memiliki keterkaitan dengan dua perusahaan, yakni PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal Merak.

Menurut Qohar, Riza telah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. “Khusus MRC, selama tiga kali berturut-turut dipanggil dengan patut, tidak hadir. Berdasarkan informasi, yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri,” ungkapnya.

Pihak Kejagung mengungkap bahwa Riza saat ini berada di Singapura. Mereka telah berkoordinasi dengan perwakilan kejaksaan Indonesia di luar negeri untuk menelusuri keberadaannya.

Baca Juga:  Kejagung Resmi Hentikan Pengumpulan Data Program MBG, Ada Apa?

“Kami sudah kerja sama dengan perwakilan kejaksaan Indonesia di luar negeri, khususnya di Singapura. Kami sudah ambil langkah-langkah, karena informasinya ada di sana,” tambah Qohar. “Jadi langkah-langkah ini kami tempuh untuk bagaimana kita bisa menemukan dan bisa mendatangkan yang bersangkutan.”

Berikut daftar sembilan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina:

  1. Alfian Nasution (AN) – VP Supply dan Distribusi PT Pertamina tahun 2011–2015
  2. Hanung Budya Yuktyanta (HB) – Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina tahun 2014
  3. Toto Nugroho (TN) – VP Intermediate Supply PT Pertamina tahun 2017–2018
  4. Dwi Sudarsono (DS) – VP Product Trading ISC Pertamina tahun 2019–2020
  5. Arief Sukmara (AS) – Direktur Gas, Petrokimia, & Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS)
  6. Hasto Wibowo (HW) – SVP Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina tahun 2018–2020
  7. Martin Haendra Nata (MH) – Business Development Manager PT Trafigura tahun 2019–2021
  8. Indra Putra Harsono (IP) – Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi
  9. Mohammad Riza Chalid (MRC) – Beneficial Owner PT Tanki Merak dan PT Orbit Terminal Merak
Baca Juga:  Bio Farma Dukung Kejaksaan Agung 'Bersih-bersih' Industri Farmasi

Penyidikan kasus besar ini masih terus bergulir. Kejagung menegaskan akan menempuh segala jalur hukum untuk memastikan para tersangka dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kejaksaan agung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.