Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Jumat, 28 Agustus 2026 20:05 WIB

Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini

Jumat, 28 Agustus 2026 20:03 WIB

Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger

Jumat, 28 Agustus 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner
  • Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini
  • Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger
  • Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini
  • Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi
  • Persib Siap Tempur, Teja Paku Alam Ungkap Senjata Berbahaya Manila Digger
  • Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya
  • Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

EIGER Panaskan Lintasan Panjat Tebing Lewat EISCC 2025 di Bandung

By Aga GustianaKamis, 14 Agustus 2025 18:25 WIB4 Mins Read
EISCC 2025 hadir di Bandung 14–17 Agustus, diikuti 170 atlet panjat tebing dari seluruh Indonesia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bandung kembali menjadi pusat perhatian para pecinta panjat tebing tanah air. EIGER Adventure menggelar EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) 2025, ajang yang telah menjadi tradisi tahunan selama 16 tahun berturut-turut. Kompetisi ini digelar bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus.

Pertama kali digelar pada 2001, EISCC kini menjadi salah satu tolok ukur prestasi bagi para atlet panjat tebing. Tahun ini, kompetisi berlangsung di Eiger Flagship Store Bandung, Jalan Sumatera No. 23, Braga, Kota Bandung, sekaligus memperkenalkan koleksi produk terbaru bertajuk  “VERT” lini perlengkapan panjat tebing dan gaya hidup berperforma tinggi.

Satria Nurzaman, Brand Strategic EIGER, menjelaskan bahwa VERT hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pemanjat profesional hingga pemula.

“VERT diambil dari kata “vertical”, merepresentasikan musim panjat EIGER. Kami ingin mempopulerkan olahraga ini bukan hanya di kalangan atlet, tapi juga sebagai gaya hidup, termasuk untuk perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Peserta dari Seluruh Indonesia

EISCC 2025 dibuka Kamis (14/8) dengan seremoni meriah. Sebanyak 170 atlet dari berbagai penjuru Indonesia siap berlaga di empat kategori utama: Lead Men, Lead Women, Speed Men, dan Speed Women.

Mamay S. Salim, Senior Advisor EIGER sekaligus pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan inisiator EISCC, menyebut kompetisi ini sebagai ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi.

“Sejak 2001, EISCC telah melahirkan nama-nama besar seperti Yuyun Yuniar, Wilda Baco Ahmad, dan Ronald Mamarimbing, yang kini berkiprah di ajang internasional,” kata Mamay.

Prestasi Tim Panjat Indonesia di Ketinggian 6.000 Meter

Ketua Umum Pengurus Pusat FPTI, Yenny Wahid, juga memaparkan pencapaian luar biasa tim panjat tebing Indonesia yang baru-baru ini berhasil menaklukkan tebing dengan ketinggian sekitar 6.000 meter di Pakistan.

“Ini mungkin adalah tim Asia pertama yang berhasil mencapai puncak tersebut. Prestasi ini menjadi sumbangsih kita dalam rangka 80 tahun Indonesia Merdeka, membuktikan kemampuan pemanjat Indonesia luar biasa,” ujar Yenny.

Menurutnya, persiapan ekspedisi ini memakan waktu setahun penuh. Tim berlatih di Gunung Kelud untuk aklimatisasi suhu, sebelum berangkat ke Pakistan awal Juli. Proses pendakian hingga puncak memakan waktu 10 hari, dan keberhasilan dicapai dua hari sebelum wawancara ini.

Yenny juga optimistis menghadapi ajang internasional mendatang. Dengan kembalinya panjat tebing di SEA Games, Indonesia memiliki peluang besar untuk meraih medali, bahkan mempersiapkan atlet muda untuk Olimpiade Los Angeles.

“Stok atlet kita banyak. Usia 18–19 tahun saja sudah ada yang catatan waktunya mendekati senior. Ini modal penting untuk ajang internasional,” katanya.

Dukungan dari FPTI dan IFSC Asia

Pembukaan EISCC ke-16 turut dihadiri Sekretaris Jenderal International Federation of Sport Climbing (IFSC) Asia, Rasip Isnin. Ia menilai EISCC berpotensi menjadi ajang berskala Asia.

“Indonesia sudah 7–10 langkah di depan negara Asia Tenggara lain. Ajang seperti ini bisa menjadi pemantik bagi kawasan untuk berkembang,” ucapnya.

Hadiah dan Kategori Hiburan

EISCC 2025 berlangsung 14–17 Agustus, memperebutkan total hadiah Rp110 juta dan voucher belanja Rp24 juta. Selain kategori profesional, ada juga Speed Rookie, EIGER Kids Fun Climb, Lead Panjat Pinang, dan Rockmaster bagi legenda panjat tebing.

Ajang ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ia adalah perayaan semangat kemerdekaan, dedikasi, dan bukti bahwa Indonesia adalah salah satu kekuatan besar panjat tebing dunia.

Bandung Bersiap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Asia

Momentum ini turut disambut oleh Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan. Menurutnya, Bandung kini resmi dijadikan kota asal-usul dan pengembangan panjat tebing di Asia.

“Alhamdulillah Federasi Panjat Tebing Asia datang langsung bersama Bu Yenny Wahid, menjadikan Bandung sebagai kota asal-usul dan pengembangan panjat tebing yang sudah mencapai prestasi terbaik di Olimpiade,” kata Farhan.

Ia menjelaskan, sport tourism memiliki dampak besar bagi ekonomi dan industri lokal. “Ketika atlet naik ke atas, itu memberi inspirasi ke anak muda. Dari situ hobi tersalurkan lewat sport tourism, dan yang terbangkitkan adalah industri – mulai dari perlengkapan seperti Eiger, sampai hotel dan sektor lainnya,” jelasnya.

Farhan juga mengungkapkan bahwa pada 2026, Bandung akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Panjat Tebing. Lokasi yang disiapkan antara lain Pajajaran dan Saparua, dengan fasilitas yang akan direnovasi sesuai standar internasional.

“Kita akan perbarui venue dengan standar internasional, supaya atlet kita yang sudah masuk ranah global bisa terus berlatih maksimal,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya

Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.