Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen

Rabu, 26 Agustus 2026 07:10 WIB

Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga

Rabu, 26 Agustus 2026 06:51 WIB

10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?

Rabu, 26 Agustus 2026 06:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen
  • Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga
  • 10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?
  • Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
  • Bansos Dicoret? Cek Sekarang! Begini Cara Tahu PKH dan BPNT Anda Masih Aktif
  • Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih
  • Masuk Desil Berapa? Ini Daftar Kelompok yang Diprioritaskan Dapat PKH hingga BPNT
  • Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Enam Rumah Tertimbun Longsor di Ciparay, Tak Ada Korban Jiwa

By SusanaRabu, 10 Desember 2025 19:16 WIB2 Mins Read
Longsor melanda RT 03 dan RT 04 Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (10/12/2025) dini hari. Foto Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Longsor menerjang kawasan RT 03 dan RT 04 Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Rabu (10/12/2025) dini hari. Material tanah dari lereng bukit ambruk ke arah permukiman hingga menyebabkan enam rumah rusak dan memaksa 22 warga dievakuasi ke lokasi aman.

Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, mengatakan peristiwa ini terjadi saat warga sedang tidur lelap. Pergeseran tanah mulai dirasakan sekitar pukul 02.00–03.00 WIB.

“Kejadiannya menjelang subuh, warga merasakan pergerakan tanah sekitar jam dua sampai tiga,” ujarnya.

Ia menjelaskan wilayah tersebut memang masuk zona rawan bencana karena berada di kaki gunung. Kondisi semakin labil setelah hujan mengguyur area tersebut pada sore sebelumnya.

Enam rumah tercatat terdampak material longsor. Empat di antaranya berpenghuni, sementara dua rumah lainnya kosong. Total lima kepala keluarga dengan 22 jiwa harus dievakuasi, termasuk satu balita dan dua lansia.

Tidak ada korban jiwa, namun seorang anak berusia sekitar 12 tahun mengalami luka ringan hingga sedang akibat terkena material longsor.

Hingga Rabu pagi, petugas gabungan belum bisa melakukan pembersihan karena kondisi tanah masih bergerak.

“Kami belum berani masuk untuk pembersihan. Retakan-retakan masih terlihat dan tanah belum stabil,” kata Anjar.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, pihak kecamatan bersama kepolisian memasang garis polisi di zona berbahaya. Warga yang tinggal di rumah paling atas yang dapurnya sudah ambruk diminta mengosongkan lokasi.

“Posisinya sangat riskan, jadi kami instruksikan segera dikosongkan,” tegasnya.

Longsoran terjadi pada bukit setinggi 30–40 meter dengan lebar sekitar 50–60 meter. Aliran tanah dari area atas tebing bergerak cepat menuju rumah-rumah yang berada di bawah.

Sebagian warga yang terdampak kini mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas desa. Sementara warga yang berada di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu.

Petugas kecamatan juga meminta pemerintah desa memindahkan sementara penghuni rumah yang rentan terkena dampak ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, petugas terus memantau pergerakan tanah dan menunggu kondisi benar-benar stabil sebelum proses pembersihan dan penanganan lanjutan dilakukan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen

Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga

10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Dicoret? Cek Sekarang! Begini Cara Tahu PKH dan BPNT Anda Masih Aktif

Bansos

Masuk Desil Berapa? Ini Daftar Kelompok yang Diprioritaskan Dapat PKH hingga BPNT

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.