Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026: 1 Gram Masih Rp2,768 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 26 Agustus 2026 10:00 WIB

Pesta Biru 2026 Pecah! 32 Penggawa Persib Diperkenalkan, Target Gelar Keempat Makin Nyata

Rabu, 26 Agustus 2026 09:31 WIB

Dari Veteran Perang Dingin Italia Jadi KRI Gajah Mada: Sejarah Kapal Induk Pertama Indonesia!

Rabu, 26 Agustus 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026: 1 Gram Masih Rp2,768 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
  • Pesta Biru 2026 Pecah! 32 Penggawa Persib Diperkenalkan, Target Gelar Keempat Makin Nyata
  • Dari Veteran Perang Dingin Italia Jadi KRI Gajah Mada: Sejarah Kapal Induk Pertama Indonesia!
  • Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen
  • Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga
  • 10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?
  • Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
  • Bansos Dicoret? Cek Sekarang! Begini Cara Tahu PKH dan BPNT Anda Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fatal! Gara-Gara Cloudflare Down, X hingga ChatGPT Alami Error Massif

By SusanaSelasa, 18 November 2025 21:33 WIB2 Mins Read
Sejumlah layanan daring di berbagai belahan dunia mengalami gangguan masif pada Selasa (18/11/2025) malam. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gangguan besar pada penyedia infrastruktur internet utama, Cloudflare, pada Selasa pagi (waktu setempat) menyebabkan akses ke berbagai situs web dan layanan digital terganggu di seluruh dunia.

Platform populer seperti X (Twitter), layanan AI ChatGPT milik OpenAI, hingga layanan gim daring (online game) dilaporkan mengalami error dan tidak dapat diakses.

Cloudflare, perusahaan berbasis San Francisco, mengonfirmasi insiden ini pada pukul 11:48 UTC, menyatakan tengah menyelidiki gangguan yang “berpotensi berdampak pada sejumlah pelanggan” di tingkat global.

Peristiwa ini kembali menyoroti betapa besarnya ketergantungan internet global pada penyedia infrastruktur terpusat.

Ribuan situs yang menggunakan layanan Cloudflare mengalami downtime serentak, membuat pengguna di berbagai negara hanya melihat pesan “internal server error” dari jaringan Cloudflare. Gangguan meluas dalam bentuk error 500 yang memengaruhi dasbor internal dan Application Programming Interface (API) perusahaan.

Dampak Gangguan Cloudflare Meluas: 10.000 Laporan Masuk

Menurut DownDetector, lebih dari 10.000 laporan gangguan masuk dalam hitungan menit, menunjukkan skala masalah yang meluas. Laporan tersebut mencakup:

  • 61% terkait masalah aplikasi seluler.
  • 28% terkait akses situs web.
  • 11% terkait kegagalan koneksi server.

Gangguan Cloudflare down ini memengaruhi pengguna di Amerika Serikat, Inggris, hingga India, dengan lonjakan laporan mulai terdeteksi sekitar pukul 6:08 pagi ET.

Tak hanya media sosial dan AI, berbagai layanan populer lain seperti League of Legends, Spotify, Letterboxd, hingga platform Truth Social milik Donald Trump juga ikut terdampak.

Ironisnya, DownDetector yang sering menjadi acuan utama untuk memantau gangguan juga sempat kesulitan beroperasi karena ketergantungannya pada infrastruktur Cloudflare.

Kekhawatiran Ketergantungan Infrastruktur Internet Global

Sebagai perusahaan yang menangani rata-rata 78 juta permintaan HTTP per detik dan menyediakan perlindungan siber penting, efek gangguan Cloudflare ini langsung terasa secara massal.

Pada pukul 12:03 UTC, Cloudflare menyebut sedang terus menganalisis sumber masalah dan memitigasi dampaknya. Sejumlah laporan menunjukkan pemulihan mulai terjadi beberapa jam kemudian, meski sebagian pengguna masih melihat peningkatan tingkat error.

Insiden ini terjadi tidak lama setelah pemadaman besar Amazon Web Services (AWS) bulan lalu. Dua kejadian ini kembali memicu kekhawatiran mengenai risiko single point of failure dalam infrastruktur internet global, di mana gangguan pada satu provider dapat melumpuhkan berbagai platform yang tampaknya tidak saling terkait.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Veteran Perang Dingin Italia Jadi KRI Gajah Mada: Sejarah Kapal Induk Pertama Indonesia!

Aktor Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba untuk Kesembilan Kalinya, Polisi Amankan Sabu di Apartemen

Gunung Geulis Sukabumi Membara! 4 Hektare Lahan Hangus, Api Mulai Dekati Pemukiman Warga

10 Negara Pemilik Hutan Terluas di Dunia 2026, Indonesia di Nomor Berapa?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Dicoret? Cek Sekarang! Begini Cara Tahu PKH dan BPNT Anda Masih Aktif

Bansos

Masuk Desil Berapa? Ini Daftar Kelompok yang Diprioritaskan Dapat PKH hingga BPNT

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.