Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet

Rabu, 21 Oktober 2026 11:33 WIB

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 11:28 WIB
Ilustrasi cuaca panas.

Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang

Rabu, 21 Oktober 2026 11:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet
  • Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober
  • Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang
  • Guncang Tahta Infantino, David Beckham Dilaporkan Masuk Bursa Presiden FIFA
  • Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC
  • Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka
  • Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
  • Bosen Macet-macetan di Puncak? Ini 5 Tempat Nongkrong Syahdu di Bogor Berlatar Gunung Salak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fatal! Gara-Gara Cloudflare Down, X hingga ChatGPT Alami Error Massif

By SusanaSelasa, 18 November 2025 21:33 WIB2 Mins Read
Sejumlah layanan daring di berbagai belahan dunia mengalami gangguan masif pada Selasa (18/11/2025) malam. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gangguan besar pada penyedia infrastruktur internet utama, Cloudflare, pada Selasa pagi (waktu setempat) menyebabkan akses ke berbagai situs web dan layanan digital terganggu di seluruh dunia.

Platform populer seperti X (Twitter), layanan AI ChatGPT milik OpenAI, hingga layanan gim daring (online game) dilaporkan mengalami error dan tidak dapat diakses.

Cloudflare, perusahaan berbasis San Francisco, mengonfirmasi insiden ini pada pukul 11:48 UTC, menyatakan tengah menyelidiki gangguan yang “berpotensi berdampak pada sejumlah pelanggan” di tingkat global.

Peristiwa ini kembali menyoroti betapa besarnya ketergantungan internet global pada penyedia infrastruktur terpusat.

Ribuan situs yang menggunakan layanan Cloudflare mengalami downtime serentak, membuat pengguna di berbagai negara hanya melihat pesan “internal server error” dari jaringan Cloudflare. Gangguan meluas dalam bentuk error 500 yang memengaruhi dasbor internal dan Application Programming Interface (API) perusahaan.

Dampak Gangguan Cloudflare Meluas: 10.000 Laporan Masuk

Menurut DownDetector, lebih dari 10.000 laporan gangguan masuk dalam hitungan menit, menunjukkan skala masalah yang meluas. Laporan tersebut mencakup:

  • 61% terkait masalah aplikasi seluler.
  • 28% terkait akses situs web.
  • 11% terkait kegagalan koneksi server.

Gangguan Cloudflare down ini memengaruhi pengguna di Amerika Serikat, Inggris, hingga India, dengan lonjakan laporan mulai terdeteksi sekitar pukul 6:08 pagi ET.

Tak hanya media sosial dan AI, berbagai layanan populer lain seperti League of Legends, Spotify, Letterboxd, hingga platform Truth Social milik Donald Trump juga ikut terdampak.

Ironisnya, DownDetector yang sering menjadi acuan utama untuk memantau gangguan juga sempat kesulitan beroperasi karena ketergantungannya pada infrastruktur Cloudflare.

Kekhawatiran Ketergantungan Infrastruktur Internet Global

Sebagai perusahaan yang menangani rata-rata 78 juta permintaan HTTP per detik dan menyediakan perlindungan siber penting, efek gangguan Cloudflare ini langsung terasa secara massal.

Pada pukul 12:03 UTC, Cloudflare menyebut sedang terus menganalisis sumber masalah dan memitigasi dampaknya. Sejumlah laporan menunjukkan pemulihan mulai terjadi beberapa jam kemudian, meski sebagian pengguna masih melihat peningkatan tingkat error.

Insiden ini terjadi tidak lama setelah pemadaman besar Amazon Web Services (AWS) bulan lalu. Dua kejadian ini kembali memicu kekhawatiran mengenai risiko single point of failure dalam infrastruktur internet global, di mana gangguan pada satu provider dapat melumpuhkan berbagai platform yang tampaknya tidak saling terkait.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Ilustrasi cuaca panas.

Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.