Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Fenomena Langit Februari 2026: Bulan Sibuk, Gerhana Matahari Cincin Jadi Penutup

By Aga GustianaSelasa, 3 Februari 2026 14:11 WIB4 Mins Read
Ilustrasi gerhana. (Foto: Pexels)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langit Februari 2026 tidak datang dengan cerita biasa. Bulan ini menjadi salah satu periode menarik bagi pencinta astronomi karena menghadirkan rangkaian fase Bulan lengkap, yang berpuncak pada peristiwa langit langka: gerhana Matahari cincin. Meski tidak semua fenomenanya bisa disaksikan dari Indonesia, kalender astronomi Februari tetap layak mendapat perhatian.

Sejak awal bulan, Bulan sudah tampil penuh dan terang. Malam-malam berikutnya, cahayanya perlahan menyusut hingga akhirnya menghilang dari pandangan. Tepat di momen Bulan Baru inilah, gerhana Matahari cincin terjadi—sebuah peristiwa yang selalu memikat secara visual dan ilmiah.

Jadwal Fase Bulan Februari 2026 (WIB)

Berdasarkan perhitungan astronomi dan data resmi BMKG, fase Bulan berubah mengikuti siklus sinodis sekitar 29,5 hari. Sepanjang Februari 2026, fase-fase penting Bulan jatuh pada tanggal berikut:

  • Purnama: 2 Februari 2026, pukul 05.09
  • Perempat Akhir: 9 Februari 2026, pukul 19.43
  • Bulan Baru: 17 Februari 2026, pukul 19.01
  • Perempat Awal: 24 Februari 2026, pukul 19.27

Walau secara ilmiah siklus dimulai dari Bulan Baru, kalender pengamatan biasanya disusun berdasarkan tanggal kemunculan agar mudah dipantau masyarakat.

Bagi yang terbiasa mengamati atau memotret langit malam, perubahan ini terlihat jelas: awal bulan langit lebih terang, pertengahan bulan semakin gelap, lalu cahaya Bulan perlahan kembali muncul menjelang akhir bulan.

Mengapa Wujud Bulan Terus Berubah?

Banyak yang mengira Bulan mengecil atau membesar. Faktanya, ukuran Bulan tetap sama. Yang berubah hanyalah bagian permukaan Bulan yang terkena cahaya Matahari dan terlihat dari Bumi.

Saat Bulan berada di posisi berlawanan dengan Matahari, seluruh permukaannya memantulkan cahaya—itulah purnama. Sebaliknya, ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sisi terang menghadap menjauh sehingga Bulan tampak gelap atau tidak terlihat sama sekali.

Fenomena sederhana ini punya peran besar, mulai dari penentuan kalender Hijriah, pengaruh pasang surut laut, hingga perhitungan navigasi astronomi modern.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

Sorotan utama Februari 2026 jatuh pada 17 Februari, saat Bulan Baru bertepatan dengan gerhana Matahari cincin.

Gerhana ini terjadi ketika Bulan melintas tepat di depan Matahari, namun posisinya sedang berada lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, diameter tampak Bulan lebih kecil dan tidak mampu menutup Matahari sepenuhnya. Yang tersisa adalah lingkaran cahaya terang di tepinya—fenomena yang dikenal sebagai “cincin api” (ring of fire).

Secara visual, gerhana Matahari cincin termasuk salah satu yang paling dramatis dalam astronomi.

Daerah yang Bisa Menyaksikan Gerhana

Sayangnya, jalur gerhana Februari 2026 berada jauh di belahan selatan Bumi. Wilayah yang berpotensi melihat fenomena ini meliputi:

  • Sebagian kawasan Antartika
  • Samudra Selatan
  • Wilayah tertentu di Afrika bagian selatan
  • Ujung selatan Amerika Selatan (gerhana sebagian)

Indonesia tidak dilalui lintasan gerhana. Dari Tanah Air, Matahari akan tampak normal seperti hari Bulan Baru pada umumnya.

Bagi yang penasaran, alternatif terbaik adalah mengikuti siaran langsung observatorium internasional atau kanal astronomi global yang biasanya menyiarkan peristiwa ini secara real-time.

Tetap Seru Meski Tanpa Gerhana

Kabar baiknya, langit Indonesia tetap menarik. Justru saat Bulan Baru, kondisi langit menjadi lebih gelap dan ideal untuk pengamatan objek langit lain seperti:

  • Gugus bintang
  • Planet terang
  • Jalur Bima Sakti
  • Aktivitas meteor minor

Bagi penggemar astrofotografi, pertengahan Februari adalah waktu emas untuk berburu langit malam tanpa gangguan cahaya Bulan.

Sementara itu, purnama di awal bulan juga sering dimanfaatkan fotografer untuk menangkap momen Bulan terbit di ufuk timur dengan latar senja—salah satu pemandangan klasik yang tak pernah gagal.

Tips Singkat Mengamati Langit Februari 2026

Agar pengalaman makin maksimal, perhatikan hal berikut:

  • Tandai fase Bulan di kalender pribadi
  • Gunakan aplikasi peta langit untuk navigasi
  • Cari lokasi minim polusi cahaya
  • Pakai tripod untuk foto malam
  • Jangan menatap Matahari saat gerhana tanpa filter khusus

Langkah sederhana ini bisa membuat aktivitas mengamati langit jauh lebih menyenangkan dan aman.

Gambaran Singkat Fenomena Februari 2026

  • Awal bulan: Bulan purnama mendominasi langit
  • Pertengahan bulan: Bulan Baru dan gerhana Matahari cincin (tak terlihat dari Indonesia)
  • Akhir bulan: Bulan kembali menebal menuju perempat awal

Fenomena astronomi memang berulang, tetapi pesonanya tidak pernah benar-benar sama. Selalu ada alasan untuk menengadah dan memberi waktu sejenak pada langit malam—karena di sana, cerita semesta terus bergerak tanpa henti.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Sah! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah Hari Ini

Bukan Cuma Enak! 5 Tempat Makan Viral di Bandung 2026 yang Bikin Pengunjung Rela Antre

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Lebih dari Sekadar Dodol: 11 Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris di Garut yang Wajib Dicoba

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.