bukamata.id – Pelatih timnas futsal Iran, Vahid Shamsaei, meneteskan air mata saat konferensi pers menjelang final AFC Futsal 2026, Jumat (6/2/2026). Momen emosional itu terjadi saat sesi tanya jawab sebelum laga Indonesia vs Iran.
Vahid, 50 tahun, awalnya menegaskan keyakinannya untuk membawa Iran meraih gelar juara ke-14 AFC Futsal. Namun, saat menyampaikan rasa terima kasih kepada staf dan pemainnya, emosi yang tertahan pecah.
“Saya ingin mengapresiasi seluruh pemain, rekan kerja, dan manajemen tim yang mampu menghadapi tekanan luar biasa di turnamen ini,” ucap Vahid sambil menundukkan kepala dan mengusap matanya beberapa kali.
Penerjemah tim Iran sempat berhenti sejenak dan menguatkan Vahid dengan mengusap punggungnya. Setelah itu, pelatih legendaris yang pernah menjuarai Piala Asia Futsal 2002 di Istora Senayan ini melanjutkan sambil bergetar, menekankan dedikasinya untuk negara.
“Satu-satunya alasan kami di sini adalah menunjukkan profesionalisme. Saya juga ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk warga Iran yang kehilangan keluarga mereka,” kata Vahid.
Dia menambahkan, kemenangan timnas futsal Iran bukan hanya soal trofi, tetapi juga simbol kebanggaan dan solidaritas bangsa di tengah konflik yang masih berlangsung.
“Segala usaha dan perjuangan ini kami persembahkan untuk rakyat Iran. Futsal saat ini bukanlah yang terpenting, yang lebih berharga adalah persatuan dan saling mendukung untuk menghadapi tantangan,” tutur Vahid.
Situasi di Iran saat ini memang memanas. Konflik yang dimulai akhir 2025 hingga Januari 2026 menimbulkan demonstrasi besar di berbagai kota, dengan ribuan korban jiwa. Dukungan Vahid kepada warga Iran sekaligus menjadi pesan kemanusiaan di tengah ketegangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










