bukamata.id – Impian Persib Bandung untuk merengkuh trofi pramusim harus pupus di partai puncak. Maung Bandung harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya lewat drama adu penalti yang menegangkan pada final Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026).
Pertandingan pemungkas yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, tersebut berjalan sengit sejak menit awal. Selama 90 menit waktu normal, kedua raksasa Liga Indonesia ini bermain imbang 1-1. Sial bagi skuad Pangeran Biru, ketegangan berlanjut hingga babak tos-tosan di mana mereka akhirnya takluk dengan skor tipis 5-6.
Kendati trofi gagal dibawa pulang ke tanah pasundan, kubu tim kebanggaan Bobotoh sama sekali tidak menunjukkan raut kekecewaan yang mendalam. Pasalnya, jalan terjal menuju partai puncak musim ini dilalui dengan kondisi skuad yang compang-camping akibat badai kelelahan pramusim serta absennya beberapa pilar utama.
Apresiasi Tinggi dari Sang Kapten Lapangan
Bertindak sebagai pemimpin rekan-rekannya di atas lapangan, Adam Alis justru melontarkan rasa bangganya terhadap perjuangan tanpa kenal lelah yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim. Gelandang kreatif ini menilai pencapaian melaju hingga babak final di tengah persiapan yang minim adalah sebuah prestasi tersendiri.
“Terkait final, selamat buat Persebaya sudah juara di Piala Presiden. Saya tidak ada kecewa sama sekali karena saya bangga pada teman-teman sudah sampai di titik ini, sejauh ini,” ujar Adam Alis selepas pertandingan.
Usai merampungkan turnamen pramusim ini, Adam menegaskan bahwa skuad asuhan pelatih asal Kroasia tersebut tidak boleh terlalu lama meratapi kekalahan. Tantangan yang jauh lebih berat dan krusial sudah menanti di depan mata, yakni persiapan menghadapi kompetisi domestik serta panggung Asia.
Terdekat, Maung Bandung akan melakoni laga hidup-mati pada babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2026-2027 melawan wakil Filipina, Manila Digger FC, yang dijadwalkan bergulir pada 31 Agustus mendatang.
“Kami harus fokus ke depan lagi untuk ACL dan liga. Sampai bertemu di liga,” imbuh pemain yang pernah merasakan titel juara Piala Presiden bersama Arema FC tersebut.
Reaksi Positif dari Sang Juru Taktik
Nada serupa juga disuarakan oleh juru taktik Persib, Igor Tolic. Pelatih yang diplot meneruskan estafet kepemimpinan pasca-era Bojan Hodak ini mengaku sama sekali tidak kecewa meski trofi pertamanya bersama klub harus tertunda.
Tolic memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain yang tetap tampil spartan, bahkan ketika mereka harus berjuang di sisa waktu pertandingan dengan 10 pemain akibat kartu merah yang diterima oleh Mariano Peralta. Mentalitas bertarung inilah yang dinilainya sebagai modal paling berharga menyongsong musim baru.
“Kami menjaga mentalitas juara itu sampai akhir. Adu penalti itu seperti lotre, tetapi bahkan ketika kami tertinggal 1-0, kami berusaha menjadi 1-1,” ucap Tolic.
Pelatih berkebangsaan Kroasia itu menambahkan bahwa kerja keras dan determinasi yang diperlihatkan anak asuhnya di lapangan hijau sudah sepatutnya membuat para pendukung setia merasa bangga, kendati hasil akhirnya belum memihak kepada mereka.
“Kemudian dengan kekurangan satu pemain, kami juga berhasil mempertahankannya. Jadi, saya pikir memang kami bukan nomor satu sekarang, kami bukan juaranya, tapi saya pikir para penggemar bisa senang dengan apa yang mereka lihat. Apa yang mereka lihat dan bagaimana tim ini bekerja, seperti apa dan bagaimana kami akan bermain di musim depan,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









