Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Senin, 12 Oktober 2026 20:22 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Senin, 12 Oktober 2026 20:06 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Senin, 12 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
  • PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online
  • Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan
  • Persib Wajib Manfaatkan Celah Viettel FC, Performa Klub Vietnam Disorot Media Lokal
  • Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!
  • Buntut Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, PP The Jakmania Buka Suara
  • Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Game Dreams on a Pillow Rilis Tahun Depan, Angkat Tragedi Pengusiran Warga Palestina

By Aga GustianaMinggu, 19 Januari 2025 18:32 WIB2 Mins Read
Game Dreams on a Pillow Rilis. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video game yang berjudul Dreams on a Pillow dijadwalkan rilis pada tahun 2026. Gim pseudo-3D ini dibuat oleh pengembang Palestina bernama Rasheed Abueideh yang mengangkat peristiwa Nakba 1948.

Abueideh menjelaskan jika Dreams on Pillow berambisi mengemas cerita tentang peristiwa Nakba menjadi suguhan permainan menarik.

“Kami mencoba membuat game ini menjadi suatu mahakarya,” ujar Abueideh, seperti diberitakan Al Jazeera, dikutip Minggu (19/1/2025).

“Ini adalah kisah yang berat. Dan kami ingin memasukkan semua informasi ini melalui permainan yang menarik bagi para pemain,” sambungnya.

Game bergenre petualangan ini diharapkan bisa membuat dunia memahami bahwa agresi Israel di Gaza itu adalah dampak dari berbagai rangkaian peristiwa sebelumnya.

Baca Juga:  Tegas! MUI Keluarkan Fatwa Haram Membeli Produk Pendukung Agresi Israel

Cerita Dream on a Pillow berpusat kepada peristiwa Nakba 1948 atau pembersihan etnis terhadap 750 ribu warga Palestina.

Ratusan ribu penduduk Palestina itu diusir dari rumah karena tanah mereka sendiri digunakan untuk wilayah yang sekarang menjadi Israel.

Peristiwa itu kemudian diangkat menjadi cerita yang terinspirasi dari legenda rakyat tentang Omm, seorang ibu muda yang melarikan diri dari pembantaian Israel di Tantura pada 1948.

Baca Juga:  Warga Tak Gentar dengan Ancaman Trump Jadikan Gaza Neraka

Ia berjuang seorang diri usai suaminya menjadi korban pembantaian Israel. Dalam cerita itu, Omm dikisahkan berusaha menyelamatkan bayinya yang baru lahir sebelum melarikan diri.

Omm bergegas pulang untuk menyelamatkan bayinya. Namun, tanpa disadari, ia justru mengambil bantal alih-alih bayinya ketika tiba di rumah dan kabur meninggalkan kota.

Dreams on a Pillow kemudian mengisahkan rangkaian peristiwa dan keputusan yang diambil Omm setelah menyadari kejadian tersebut. Cerita itu sekaligus menampilkan berbagai tragedi yang dialami orang-orang Palestina sepanjang Omm melarikan diri.

Dreams on a Pillow akan diluncurkan setelah melalui perjuangan panjang. Proyek gim ini sempat menemui kesulitan dalam urusan pendanaan.

Baca Juga:  Dukung Palestina, Coldpay Diboikot Fans hingga Tuntut Permintaan Maaf untuk Israel

Abueideh mengaku sulit mencari dana secara konvensional, sehingga harus membuat crowdfunding melalui LaunchGood.

Lewat platform itu, ia mengumpulkan dana dari komunitas Muslim di seluruh dunia. Dreams on Pillow akhirnya baru berhasil mencapai target pendanaan sebesar US$194,8 ribu pada 7 Januari 2025.

Donasi untuk proyek video gim itu bahkan kini telah mencapai US$218.272. Besaran dana itu cukup untuk menanggung pengembangan gim, termasuk membayar gaji dan pembuatan aset.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Game Palestina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!

Liburan ke Bandung Modal Minim? 5 Tempat Wisata Gratis Ini Punya Spot Foto Keren!

Panas Banget! Chat Rahasia Aa Juju dan Awkarin Bocor, Berujung Saling Serang Soal Karhutla!

Bikin Ketagihan! Ini 15 Spot Wisata Hits di Sukabumi buat Tempat ‘Pelarian’ Akhir Pekan

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, 1 Gram Dibanderol Rp2.631.000

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.