bukamata.id – Geliat ekspansi jejaring diplomasi budaya dan bisnis Indonesia di kancah internasional kembali menorehkan babak baru. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) secara resmi melantik kepengurusan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Malaysia bertempat di Graha Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Perhelatan sakral tersebut dihadiri oleh jajaran penting pemangku kepentingan bilateral dari kedua negara sahabat. Mulai dari unsur perwakilan diplomatik pemerintah, otoritas lembaga resmi Negeri Selangor, para tokoh pengusaha lokal, hingga pimpinan organisasi kepemudaan turut memadati ruangan untuk menyaksikan tonggak sejarah sinergi lintas negara ini.
Berdasarkan surat keputusan yang ditetapkan, Rika Amelia Rush secara resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPLN GEKRAFS Malaysia. Sementara itu, posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pembina dipercayakan kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, yang sekaligus menjadi simbol kuat dukungan penuh institusi pemerintah terhadap akselerasi ekonomi kreatif tanah air di negeri jiran.
Meski sempat diwarnai kendala teknis akibat pembatalan jadwal penerbangan dari Jakarta menyusul insiden alam berupa erupsi gunung berapi, jalannya prosesi pelantikan tetap berlangsung khidmat. Rangkaian acara puncak dipimpin langsung oleh Founder sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GEKRAFS, Laja Lapian, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian.
Sementara itu, Ketua Umum DPP GEKRAFS bersama sebagian petinggi pusat menyampaikan arahan strategis secara virtual dari ibu kota. Sesi pembacaan Surat Keputusan kepengurusan dikomandoi oleh Wakil Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Billy Mambrasar, yang juga dikenal sebagai Komite Eksekutif Presiden Republik Indonesia serta mantan Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024.
Dalam pidato pengarahannya, Kawendra Lukistian menggarisbawahi filosofi dasar gerakan “4L” yang menjadi kompas operasional GEKRAFS. Konsep tersebut mencakup literasi ekonomi kreatif yang mengakar kuat di tengah masyarakat, stimulasi masif bagi lahirnya wirausahawan baru di sektor kreatif, penciptaan lapangan kerja secara luas, hingga upaya konsisten dalam melestarikan kebudayaan, seni, dan produk kreatif lokal.
Lebih lanjut, organisasi ini turut menjabarkan delapan pilar program strategis bertajuk Asta Karya guna menyelaraskan langkah dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen. Kabar baik turut disampaikan menyusul kebijakan alokasi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (intellectual property) senilai Rp10 triliun yang kini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif berprestasi.
“Selamat kepada Ketua Rika Amelia dan seluruh pengurus DPLN GEKRAFS Malaysia — bawa ekonomi kreatif makin gemilang di perantauan,” seru Kawendra memberikan motivasi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu, menyoroti posisi geopolitik dan kultural Malaysia yang sangat vital bagi Indonesia akibat kedekatan rumpun budaya serta kemiripan perilaku pasar masyarakatnya. Kehadiran perwakilan luar negeri ini diyakini mampu membuka keran pertukaran informasi komersial demi mendongkrak kesejahteraan bersama.
“Kita memiliki banyak kesamaan budaya dan perilaku masyarakat. Dengan hadirnya DPLN GEKRAFS Malaysia, kita dapat saling bertukar informasi dan peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian kedua negara,” tutur Osco.
Ia juga membocorkan agenda ekspansi global lanjutan organisasi dalam beberapa waktu ke depan. Setelah Malaysia, rangkaian pelantikan DPLN dijadwalkan merambah kawasan Rusia, Dubai, Jeddah, Portugal, hingga Roma, disusul wilayah Tiongkok dan Hong Kong pada bulan Oktober mendatang. Target ambisius dipatok agar menjelang akhir tahun terdapat sekitar 20 perwakilan global yang siap menjembatani ekspansi bisnis lintas batas bagi pengusaha Indonesia dan Malaysia.
Sementara itu, Ketua DPLN GEKRAFS Malaysia yang baru dilantik, Rika Amelia Rush, menegaskan komitmen lembaganya untuk bertransformasi melampaui fungsi seremonial semata. Ia bertekad menjadikan wadah tersebut sebagai motor penggerak bisnis yang progresif bagi para pelaku usaha dari 21 subsektor kreatif.
“Dengan semangat kolaborasi serumpun, kami siap memfasilitasi para pelaku usaha kreatif dari 21 sub-sektor untuk saling bertukar gagasan, memperluas jaringan pasar, hingga menarik potensi investasi yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekosistem kreatif di Indonesia dan Malaysia,” tegas Rika.
Sebagai informasi, spektrum garapan GEKRAFS saat ini menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif yang diklasifikasikan ke dalam empat pilar utama kreativitas, yakni seni budaya, ranah desain, teknologi beserta konten digital, serta sektor media dan distribusi kreatif. Ke depannya, DPLN GEKRAFS Malaysia siap merintis berbagai program kolaboratif bilateral yang berdampak langsung bagi kemajuan ekonomi kerakyatan di kedua negara.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










