bukamata.id – Rapat parlemen semestinya menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari anggaran, kesehatan, pendidikan, hingga kebijakan pemerintah.
Namun, sejumlah momen yang terekam kamera justru memperlihatkan sisi lain dari aktivitas para wakil rakyat. Ada yang tertangkap kamera sedang video call, bermain gim sambil merokok, hingga tertidur ketika rapat berlangsung.
Potongan video maupun foto tersebut kemudian menyebar di media sosial. Dalam hitungan jam, momen yang awalnya berlangsung di ruang rapat berubah menjadi bahan perbincangan publik.
Kasus terbaru datang dari anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto.
Pada 15 September 2026, Moreno menjadi sorotan setelah video dirinya melakukan video call ketika mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama jajaran MIND ID beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, Moreno terlihat tersenyum dan sempat menjulurkan lidah ke arah kamera. Momen tersebut sontak memancing perhatian karena berlangsung ketika forum resmi parlemen tengah berjalan.
Moreno kemudian memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa panggilan video tersebut berkaitan dengan anaknya yang baru diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Menurut penjelasan Moreno, panggilan itu terjadi setelah dirinya menyampaikan pandangan dalam rapat. Ia kemudian menerima telepon dari sang istri yang sedang bersama anak mereka.
Moreno mengaku sempat menghibur anaknya melalui video call. Gestur yang terekam kamera, termasuk menjulurkan lidah, disebutnya berlangsung spontan ketika berbicara dengan sang anak.
Meski memiliki alasan personal, Moreno tetap menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan Moreno bersama istrinya melalui media sosial pada 20 September 2026, setelah video tersebut ramai diperbincangkan.
Profil Moreno Soeprapto, dari Pembalap ke Senayan
Nama Moreno Soeprapto sebenarnya bukan sosok baru di dunia publik.
Lahir di Jakarta pada 14 November 1982, Moreno berasal dari keluarga yang lekat dengan dunia otomotif. Ia merupakan putra pembalap sekaligus tokoh otomotif nasional Tinton Soeprapto dan Dewi Anggraini, serta adik kandung pembalap nasional Ananda Mikola.
Sebelum terjun ke dunia politik, Moreno dikenal sebagai pembalap profesional.
Kariernya dimulai sejak usia muda melalui berbagai kejuaraan karting. Ia kemudian berkembang ke ajang formula dan balap mobil internasional.
Pada 2000, Moreno tercatat menjuarai Formula Asia National Championship. Kariernya berlanjut ke sejumlah kompetisi, termasuk Formula Renault Winter Series, Asian F3 Championship, Formula BMW Asia, hingga A1 Grand Prix.
Pada Asian F3 Championship 2005, Moreno menjadi juara kelas promotion setelah mencatat enam kemenangan dan tiga kali finis di posisi kedua.
Setelah lama berkecimpung di dunia balap, Moreno kemudian memasuki dunia politik melalui Partai Gerindra. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dan kembali terpilih pada periode berikutnya.
Saat ini Moreno menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari daerah pemilihan Jawa Timur V dan duduk di Komisi XII.
Latar belakang sebagai atlet membuat sosok Moreno selama ini tidak hanya dikenal sebagai politisi, tetapi juga sebagai mantan pembalap nasional dan internasional.
Sebelum Video Call, Ada Wakil Rakyat yang Asyik Main Gim
Jika Moreno menjadi sorotan karena video call saat rapat, beberapa bulan sebelumnya publik dibuat heboh oleh aksi anggota DPRD Kabupaten Jember, Achmad Syahri Assidiqi.
Bedanya, Syahri tidak sekadar memainkan ponsel.
Ia terekam sedang bermain gim sambil merokok ketika rapat berlangsung.
Video tersebut kemudian viral dan menjadi perbincangan luas karena rapat yang berlangsung merupakan forum resmi DPRD Jember.
Syahri merupakan anggota Fraksi Gerindra dan duduk di Komisi D DPRD Jember periode 2024-2029.
Yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian adalah alasan di balik aktivitas bermain gim tersebut.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono mengungkapkan, Syahri mengaku sedang bermain gim simulasi pertanian dan khawatir sapi virtual di dalam permainan tersebut belum diberi makan.
Dengan kata lain, perhatian Syahri saat itu terbagi antara rapat dan seekor sapi yang sebenarnya hanya ada di dalam gim.
Namun, persoalan tersebut tidak berhenti pada viralnya video.
Majelis Kehormatan Partai Gerindra kemudian memeriksa Syahri. Dalam sidang yang digelar 15 Mei 2026, Syahri dinyatakan melanggar AD/ART Partai Gerindra dan dijatuhi sanksi teguran keras dan terakhir.
Gerindra juga memberikan ultimatum bahwa pelanggaran serupa dapat berujung pada sanksi yang lebih berat.
Syahri sendiri mengaku khilaf dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengatakan menyesal dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Siapa Achmad Syahri Assidiqi?
Achmad Syahri Assidiqi lahir di Jember pada 21 Juni 1999.
Ia merupakan salah satu anggota DPRD Jember termuda. Syahri terpilih sebagai anggota DPRD Jember periode 2024-2029 dari Dapil 6 yang meliputi Jombang, Kencong, Gumukmas, dan Puger.
Saat ini ia bertugas di Komisi D yang memiliki bidang kerja antara lain kesehatan, pendidikan, sosial, kepemudaan, olahraga, pemberdayaan perempuan, tenaga kerja dan sejumlah urusan kesejahteraan masyarakat.
Sebelum masuk ke dunia politik praktis, Syahri tercatat pernah menjadi Presiden Mahasiswa IAI Al-Qodiri Jember periode 2019-2021.
Ia juga merupakan putra Achmad Fadil Muzakki Syah atau yang dikenal dengan sapaan Ra Fadil, mantan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem.
Latar belakang keluarganya membuat kasus Syahri semakin menarik perhatian. Sebab, sang ayah juga pernah menjadi sorotan publik ketika tertangkap kamera tertidur dalam sidang paripurna DPR RI.
Sang Ayah Juga Pernah Tertidur di Ruang Sidang
Nama Achmad Fadil Muzakki Syah alias Lora Fadil pernah viral pada 2019.
Saat pelantikan anggota DPR RI periode 2019-2024, Fadil tertangkap kamera sedang tertidur di kursinya dalam sidang paripurna.
Foto tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memancing berbagai komentar.
Fadil mengakui dirinya memang tertidur. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena kelelahan dan kurang tidur setelah harus mengurus keluarganya sebelum agenda pelantikan.
Fadil saat itu merupakan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem untuk daerah pemilihan Jawa Timur III.
Kasus tersebut menjadi salah satu momen viral yang memperlihatkan bagaimana aktivitas anggota parlemen dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik ketika tertangkap kamera.
Menariknya, beberapa tahun kemudian, nama keluarga yang sama kembali muncul dalam sorotan.
Jika sang ayah viral karena tertidur, sang anak justru viral karena bermain gim dan merokok ketika rapat DPRD Jember berlangsung.
Dua peristiwa tersebut tentu terjadi pada waktu dan konteks berbeda. Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan bagaimana perilaku anggota legislatif di ruang rapat dapat menjadi perhatian publik ketika terekam kamera.
Tasimin dan Foto Tertidur Saat Rapat Paripurna
Jauh sebelum kasus gim dan video call, ada pula Tasimin, anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan.
Pada 2023, foto Tasimin sedang tertidur dalam rapat paripurna DPRD Pangandaran beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp dan kemudian menjadi perhatian masyarakat.
Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada 7 Juni 2023 ketika DPRD Pangandaran membahas 11 rekomendasi terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Dalam foto yang beredar, Tasimin terlihat tertidur di kursinya. Sejumlah anggota dewan lain juga terlihat sibuk menggunakan ponsel.
Tasimin kemudian mengakui bahwa dirinya memang tertidur.
Ia menjelaskan bahwa malam sebelumnya menerima tamu hingga larut malam. Biasanya ia tidur sekitar pukul 21.30 WIB, tetapi malam itu baru beristirahat sekitar pukul 23.00 WIB.
Tasimin menyebut dirinya kelelahan.
Ia juga mengakui bahwa tertidur saat rapat bukan sesuatu yang dapat dibenarkan dan menyatakan siap menerima konsekuensi sebagai pejabat publik.
Badan Kehormatan DPRD Pangandaran ketika itu menyatakan akan melakukan evaluasi.
Profil Tasimin
Tasimin merupakan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan.
Ia pernah duduk di Komisi IV DPRD Pangandaran yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Namanya juga tercatat dalam alat kelengkapan DPRD Pangandaran sebagai anggota Komisi IV.
Di luar momen viral tersebut, Tasimin juga pernah diberitakan terkait sejumlah kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk gagasan mengenai pelayanan kesehatan bagi warga.
Kasus tidur saat rapat kemudian menjadi salah satu momen yang membuat namanya dikenal lebih luas oleh publik.
Dari Tidur, Gim, hingga Video Call
Jika tiga kasus tersebut dirangkai, terlihat pola yang hampir sama.
Pertama, tidur saat rapat.
Kedua, bermain gim sambil merokok ketika forum berlangsung.
Dan terbaru, melakukan video call ketika rapat DPR RI tengah berjalan.
Ketiganya memang memiliki konteks berbeda.
Tasimin menyebut kelelahan sebagai penyebab dirinya tertidur.
Syahri mengaku khilaf dan belakangan diketahui sedang memainkan gim untuk memberi makan sapi virtual.
Sementara Moreno menjelaskan bahwa video call berkaitan dengan anaknya yang baru keluar dari rumah sakit.
Artinya, masing-masing memiliki penjelasan dari pihak yang bersangkutan.
Namun, ketika kamera merekam momen tersebut, konteks personal tersebut tidak selalu terlihat oleh publik.
Yang tampak hanyalah seorang anggota legislatif sedang melakukan aktivitas di luar pembahasan rapat.
Di situlah persoalan etika muncul.
Ketika Kamera Menangkap Momen yang Tak Terlihat di Ruang Rapat
Ruang rapat parlemen kini bukan lagi ruang yang sepenuhnya tertutup.
Kamera televisi, dokumentasi lembaga, ponsel peserta rapat, hingga kamera masyarakat dapat merekam aktivitas di dalamnya.
Satu gestur kecil yang berlangsung hanya beberapa detik dapat berubah menjadi video berdurasi belasan detik yang tersebar ke jutaan pengguna media sosial.
Kasus Moreno menjadi contoh paling baru.
Video yang awalnya hanya memperlihatkan dirinya melakukan video call kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai etika anggota parlemen.
Di kolom komentar Instagram @lambe_turah, sejumlah warganet mempertanyakan sikap anggota dewan ketika berada dalam forum resmi.
“Sekelas anggota DPR masa ia ngga tau sih soal jaga sikap, lawak semua memang isinya gedung itu,” tulis akun @a.sa***.
Komentar lain mempertanyakan apa yang terjadi ketika kamera tidak sedang merekam.
“Pejabat di tuntut sempurna & bertanggung jawab dalam bekerja ! Mereka bekerja utk Rakyat . Paham sampai sini? Ini yg ketangkap kamera, apalagi yg tidak ?????” tulis akun @lit***.
Ada pula warganet yang menyoroti persoalan adab dalam forum resmi.
“Salah satu adab dalam forum (menghormati forum) adalah mendengarkan dan menyimak pemateri (orang yg sedang presentasi-bicara), angkat tangan jika mau interupsi dan bertanya, tidak menerima telepon di dalam forum, izin saat mau keluar ruangan. Masak hal dasar gini ngga paham?” tulis akun @chi***.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa perhatian publik tidak berhenti pada aktivitas video call, gim atau tidur.
Yang lebih besar adalah pertanyaan mengenai bagaimana seorang anggota legislatif seharusnya bersikap ketika menjalankan tugas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Viral Hanya Sebentar, Jejak Digital Bisa Lebih Panjang
Bagi anggota legislatif, persoalan tersebut juga menunjukkan konsekuensi lain dari era media sosial.
Satu momen yang berlangsung beberapa detik dapat memiliki umur jauh lebih panjang daripada rapat itu sendiri.
Rapat selesai dalam hitungan jam.
Namun, video yang terlanjur tersebar dapat terus beredar di berbagai platform, dipotong, diunggah ulang dan dibicarakan kembali.
Kasus Moreno, Syahri, Tasimin maupun Fadil menunjukkan pola tersebut dari waktu ke waktu.
Yang membedakan adalah bentuk perilakunya.
Ada yang tertangkap kamera sedang tertidur.
Ada yang memainkan gim.
Ada pula yang melakukan video call.
Pada akhirnya, publik tidak hanya melihat apa yang dibahas di meja rapat, tetapi juga bagaimana para wakil rakyat menjalani momen ketika kamera mengarah kepada mereka.
Dan di era ketika hampir setiap orang membawa kamera di dalam saku, satu hal menjadi semakin jelas: tingkah laku di ruang parlemen bisa berubah menjadi berita hanya dalam hitungan menit.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









