Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!

Rabu, 4 November 2026 02:00 WIB
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!

Rabu, 4 November 2026 01:00 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 21:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gembar-gembor Pajak Tapi Mobil Mewah Nunggak, Dedi Mulyadi Dikritik Publik

By Aga GustianaSelasa, 22 April 2025 10:08 WIB3 Mins Read
Mobil Lexus LX600 milik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ironi tengah menyelimuti wajah pemerintahan Jawa Barat. Di tengah kampanye masif Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi soal penghapusan pajak kendaraan bermotor untuk rakyat, justru dirinya tersandung kasus pribadi, menunggak pajak mobil mewah miliknya sendiri.

Mobil yang dimaksud bukan kendaraan biasa. Sebuah Lexus LX600 4×4 tahun 2022 dengan nilai fantastis nyaris Rp2 miliar, bernomor polisi B 2600 SME.

Data resmi Pemprov DKI Jakarta per 19 April 2025 menyebutkan bahwa kendaraan itu menunggak pajak sejak 19 Januari 2025, dengan jumlah tagihan sebesar Rp41,7 juta.

Sontak, publik mempertanyakan kredibilitas Dedi. Bagaimana mungkin seorang gubernur yang menginisiasi program penghapusan pajak kendaraan dari Maret hingga Juni 2025, justru lalai pada kewajiban dasar sebagai wajib pajak.

Fakta nunggak pajak itu mencuat setelah salah satu akun media sosial mempublikasikan data resmi Pemprov DKI Jakarta per 19 April 2025. Dalam data itu, tertera bahwa pajak kendaraan bernomor polisi B 2600 SME milik sang gubernur telah jatuh tempo sejak 19 Januari 2025.

Baca Juga:  Hibisc Fantasy Dibongkar, 23 Ribu Pohon Siap Ditanam

Yang menarik, Dedi Mulyadi tidak membantah. Melalui akun TikTok resminya, ia mengonfirmasi kepemilikan mobil tersebut.

Namun alih-alih langsung membayar, ia justru berdalih bahwa keterlambatan terjadi karena mobil masih berpelat Jakarta dan sedang dalam proses mutasi ke Jawa Barat.

“Tidak elok rasanya sebagai Gubernur Jawa Barat, saya menggunakan pelat Jakarta,” ucap Dedi dikutip dari akun TikTok pribadinya, Selasa (22/4/2025).

Pernyataan tersebut sontak memantik kontroversi. Banyak yang mempertanyakan, apakah etika estetika pelat nomor lebih penting daripada tanggung jawab membayar pajak tepat waktu.

Baca Juga:  Fakta-Fakta Kasus Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot di Bogor

Apalagi, status jabatan publik semestinya menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap aturan, bukan justru mengakali celah administratif.

Dedi juga menjelaskan bahwa mobil tersebut masih dalam masa kredit dan berada di bawah kendali pihak leasing, yang saat ini tengah memproses mutasi ke Jabar. Dia menegaskan bahwa tunggakan pajak akan dibayar begitu proses mutasi selesai.

“Nanti saya bayar pajaknya di Jawa Barat, untuk kepentingan rakyat Jabar,” tegasnya.

Namun, publik tak tinggal diam. Banyak warganet menilai alasan ini seperti bentuk “pengalihan kewajiban”. Alih-alih segera menuntaskan tanggung jawab, Dedi malah membawa isu ini ke ranah simbolik, loyalitas daerah yang justru memperkeruh citra pejabat publik.

Dedi Mulyadi memang dikenal konsisten menggunakan pelat nomor daerah tempat ia menjabat. Ia menyebut hal serupa dilakukan ketika menjabat Bupati Purwakarta.

Baca Juga:  Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!

“Saat jadi bupati, semua mobil saya berpelat Purwakarta. Sekarang semua pelatnya Jawa Barat,” ucapnya.

Meski akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan berterima kasih atas kritik publik, banyak yang menilai kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan konsistensi pejabat dalam urusan publik dan pribadi.

“Sejak jadi bupati purwakarta saja mobilnya mewah2, doi make range over juga loh, alfard dll, sederhaba habya buat ngelabui yg sdm rendah!,” komentar warganet.

“Pleaseee lah warga indo, jgn liat pemimpin dari cara hidup nya merakyat2, lu tau pencitraan kan? Itu pejabat pada pencitraan mulu, ga mulyono ga dedi mulyadi, org indo suka bner orang-orang deso yg pura2 merakyat, hadehhhh,” ujar warganet lain.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HL mobil pajak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.