Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Resmi Berpisah dengan Ferdiansyah, Ini Alasan Maung Bandung Melepas Sang Wonderkid

Rabu, 22 Juli 2026 20:43 WIB

Heboh Aksi Pamer Liburan Mewah hingga Timbun BBM, Anak Pejabat Gayo Lues Tuai Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 20:42 WIB

Resmi! Cek Bansos Kini Bisa Lewat Portal Perlinsos, Ini Panduan Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Resmi Berpisah dengan Ferdiansyah, Ini Alasan Maung Bandung Melepas Sang Wonderkid
  • Heboh Aksi Pamer Liburan Mewah hingga Timbun BBM, Anak Pejabat Gayo Lues Tuai Sorotan
  • Resmi! Cek Bansos Kini Bisa Lewat Portal Perlinsos, Ini Panduan Lengkapnya
  • Kepala BGN Sudaryono Akui Ada Masalah Tata Kelola Program MBG, Siap Dukung Penegakan Hukum
  • Lagi-Lagi Berulah? Influencer Aisar Khaled Dikuliti Netizen Usai Dituduh Tak Punya Etika di Pesawat
  • Fakta Menarik Luka Menalo: Pernah Satu Tim dengan Dani Olmo hingga Bersahabat dengan Pemain Persija
  • Terobosan Baru BKN: Uji Coba Kebijakan Kerja Dekat Rumah untuk Tekan Pengeluaran ASN
  • Mengupas Profil Matej Markovic, Kiper Asal Kroasia yang Dikaitkan dengan Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 22 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Gemini Makin Ganas! Google Diam-Diam Kembangkan Chip Frozen v2 yang Bisa Ubah Masa Depan AI

By SusanaRabu, 22 Juli 2026 19:32 WIB3 Mins Read
Kantor Google. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Google dikabarkan tengah mengembangkan chip server kecerdasan artifisial (AI) generasi baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional model AI Gemini. Chip yang dikembangkan oleh Alphabet, perusahaan induk Google, tersebut disebut memiliki nama internal “Frozen v2” dan diproyeksikan meluncur pada 2028.

Mengutip laporan TechCrunch, pengembangan chip AI Frozen v2 menjadi bagian dari strategi Google untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan miliknya. Chip ini disebut mampu menghadirkan peningkatan efisiensi komputasi yang signifikan dibandingkan teknologi yang digunakan Google saat ini.

Sumber anonim menyebutkan, chip AI Google Frozen v2 berpotensi bekerja enam hingga 10 kali lebih efisien dibandingkan chip AI Google generasi sebelumnya. Tingkat efisiensi tersebut dihitung berdasarkan jumlah token yang mampu dihasilkan untuk setiap unit daya listrik yang digunakan.

Jika pengembangan tersebut berhasil, Frozen v2 diperkirakan dapat membantu Google mengurangi konsumsi energi dalam menjalankan model AI berskala besar seperti Gemini. Hal ini menjadi penting mengingat kebutuhan komputasi AI terus meningkat dan membutuhkan infrastruktur dengan daya besar.

Google Kembangkan Chip AI Sendiri untuk Gemini

Google belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan chip Frozen v2. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut juga tidak membantah laporan mengenai proyek pengembangan chip AI baru itu.

Namun, Google menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan penelitian dan eksperimen terhadap berbagai teknologi baru guna meningkatkan performa serta efisiensi layanan.

“Tim kami terus melakukan penelitian dan eksperimen terhadap berbagai inovasi baru untuk menghadirkan performa dan efisiensi maksimal bagi pengguna dan pelanggan kami,” ujar Google dalam keterangannya.

Google juga menegaskan bahwa tidak seluruh proyek riset yang dikembangkan akan berakhir menjadi produk komersial. Meski demikian, proses penelitian tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan teknologi yang menggabungkan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) secara lebih optimal.

“Dengan merancang perangkat keras dan perangkat lunak secara bersamaan sejak awal, kami memastikan sistem yang dibangun dapat terintegrasi dan dioptimalkan untuk kebutuhan komputasi di dunia nyata,” kata Google.

Persaingan Chip AI Semakin Ketat

Pengembangan chip AI secara mandiri kini menjadi strategi yang dilakukan sejumlah perusahaan teknologi besar dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip eksternal.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan chip AI meningkat drastis seiring berkembangnya teknologi generative AI. Perusahaan seperti Google, Microsoft, dan sejumlah raksasa teknologi lainnya berlomba membangun infrastruktur AI yang lebih cepat, hemat energi, dan mampu menangani beban komputasi besar.

Bagi Google, pengembangan chip AI internal juga menjadi upaya untuk menghadapi tantangan biaya operasional. Infrastruktur AI membutuhkan investasi besar, terutama untuk pusat data (data center) dan perangkat keras pendukung.

Google dilaporkan menyiapkan anggaran sekitar 180 miliar hingga 190 miliar dolar AS untuk memperkuat infrastruktur AI dan mendukung pengembangan teknologi masa depan.

Saham Alphabet Naik Usai Kabar Frozen v2 Beredar

Kabar mengenai pengembangan chip AI Frozen v2 turut mendapat respons positif dari pasar. Saham Alphabet dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 3 persen pada perdagangan Senin pagi waktu setempat setelah laporan mengenai chip tersebut muncul.

Investor menilai langkah Google dalam mengembangkan chip AI sendiri dapat menjadi keuntungan strategis dalam persaingan industri kecerdasan buatan global.

Jika berhasil direalisasikan pada 2028, Google Frozen v2 berpotensi menjadi salah satu komponen penting dalam memperkuat kemampuan AI Gemini, sekaligus membantu perusahaan menghadapi tantangan efisiensi energi dan biaya komputasi di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alphabet chip AI Google Google Frozen v2 Google Gemini kecerdasan buatan server AI teknologi AI terbaru
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lagi-Lagi Berulah? Influencer Aisar Khaled Dikuliti Netizen Usai Dituduh Tak Punya Etika di Pesawat

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Jangan Sampai Terlambat! Link DANA Kaget Hari Ini Tersedia, Cek Cara Klaim Saldo Gratis Tanpa Ribet

Kronologi Tantri Kotak Dipeluk Penonton Tak Dikenal Saat Manggung di Sukabumi

Hamil Anak Kedua Baru 4 Bulan, Miskah Shafa Malah Banjir Hujatan? Profesi Yislam Jaidi Disinggung

Update Harga Emas Antam Hari Ini: Logam Mulia Stagnan, Cek Rincian Lengkap Pecahannya

Kuliner Bandung yang Tak Lekang Zaman, 4 Lotek Legendaris Ini Masih Diburu Wisatawan

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.