Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 12:22 WIB

Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 12:05 WIB

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Rabu, 28 Oktober 2026 11:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
  • Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E
  • Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood
  • Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sindir Sepinya BIJB Kertajati: Sudah Jadi Peuteuy Selong

By Aga GustianaSabtu, 7 Juni 2025 19:02 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka mengkritisi kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dinilainya kini tidak lagi beroperasi secara optimal. Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Hari Jadi ke-535 Kabupaten Majalengka, Dedi menggunakan istilah khas Sunda untuk menggambarkan keadaan bandara yang menurutnya stagnan.

“Majalengka ka kaler na keun, geus aya bandara. Barijeung bandara na téh ayeuna geus robah jadi peuteuy selong. Kunaon jadi peuteuy selong? Pan euweuh pesawat na, teu maju-maju,” kata Dedi di hadapan para anggota dewan dan pejabat daerah, Sabtu (7/6/2025).

Dalam ungkapan itu, peuteuy selong menggambarkan sesuatu yang terlihat menjanjikan di luar, namun kosong di dalam—sebuah sindiran keras terhadap kondisi BIJB yang minim aktivitas penerbangan meski sudah bertahun-tahun berdiri.

Baca Juga:  Lewat Dedi Mulyadi, Kepala Sekolah SMK Lingga Kencana Depok Sampaikan Permohonan Maaf pada Keluarga Korban

Beban APBD Jabar Makin Berat

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap beban anggaran yang terus ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menopang operasional bandara tersebut.

“Pan nombok unggal taun Rp30 miliar jang bandara téh. Kudu kumaha?” ucapnya.

Sebagai gubernur yang baru menjabat selama tiga bulan, Dedi meminta waktu untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menangani persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa perubahan membutuhkan proses, termasuk upaya pengembangan kawasan sekitar BIJB agar memberikan dampak ekonomi lebih luas.

“Kudu kumaha? Keun urang pikiran aya desain strategi kudu disiapkeun, ulah waka nyarekan ayeuna pan aing karek tilu bulan,” ujarnya.

Dorong Pendidikan untuk Hadapi Industri Rebana

Tak hanya soal bandara, Dedi juga menyoroti perubahan wajah Majalengka yang kini bergerak dari wilayah agraris menuju kawasan industri. Ia melihat peluang besar di kawasan Rebana Metropolitan—wilayah strategis yang mencakup Majalengka, Subang, Indramayu, dan Cirebon—namun mengingatkan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama agar masyarakat lokal tidak tertinggal.

Baca Juga:  Viral Pernyataan Hidup Sehat Tanpa Obat, Dedi Mulyadi Jelaskan Alasan Jalani DSA

“Ngeus éta kawasan, kawasan industri, industri strategi naon nu kudu dibangun barang mimiti? Pengembangan pendidikan tinggi anu berbasis pasar, sakola SMK dorong pertumbuhanana, engineer dorong pertumbuhanana. Supaya naon? Supaya nguasai industri Rebana,” tegasnya.

Dedi mengingatkan, keberadaan pabrik-pabrik di kawasan Rebana akan sia-sia jika tenaga kerja lokal tidak disiapkan secara matang. Ia mengkritik pola pembangunan yang tidak dibarengi pembinaan mental dan keahlian warga setempat.

“Jugjleg pabrik di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Subang kudu kumaha? Ai jugjleg pabrik jelemana teu disiapkeun, mentalna teu dibangun, angger eungke na pabrik nu ngeusian batur,” tandasnya.

Baca Juga:  Libur Sekolah, Ini 3 Rekomendasi Tempat Wisata di Majalengka Cocok Dikunjungi Bareng Keluarga

Arah Baru Pembangunan Jawa Barat

Pernyataan Dedi Mulyadi menjadi gambaran kegelisahan sekaligus semangat perubahan dalam kepemimpinannya. Ia menyadari banyak warisan kebijakan sebelumnya yang kini menjadi beban, namun juga melihat potensi besar yang bisa dikembangkan jika dikelola secara terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.

Transformasi kawasan industri dan optimalisasi infrastruktur seperti BIJB akan menjadi bagian penting dari kebijakan pembangunan Jabar ke depan. Meski tantangan besar menanti, Dedi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun secara fisik, tapi juga membentuk mental dan kapasitas masyarakat agar benar-benar mampu bersaing dan berdikari di tanahnya sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Kertajati Dedi Mulyadi Majalengka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.