Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hasil Survei: Dedi-Erwan Tertinggi di Jabar, Peluang Perubahan Dukungan Masih Terbuka

By SusanaKamis, 10 Oktober 2024 16:20 WIB4 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Elektabilitas pasangan calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan unggul jauh dari tiga pasangan calon lainnya.

Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Skala Institute bersama Ragaplasma Research di enam Kabupaten/Kota di Jabar dari 1-7 Oktober 2024.

Berdasarkan hasil survei tersebut, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut empat, Dedi-Erwan unggul di enam kabupaten/kota.

Di Kota Bandung, Dedi-Erwan memiliki elektabilitas 43,50 persen, Kabupaten Bekasi 63,16 persen, Kabupaten Garut 52 persen, Kabupeten Cianjur 58,90 persen, Kabupaten Majalengka 57,30 persen dan Kota Cirebon 45,85 persen.

Direktur Skala Institute, Wahyu Ginanjar mengatakan, survei ini sebenarnya bukan patokan terakhir, tapi ini hanya pemetaan kondisi politik di Pilgub Jabar saat ini.

“Ini lebih ke medical check up saja, bagi para pasangan calon terhadap situasi konstelasi pilkada dan pelgub yang sedang terjadi di Provinsi Jawa Barat,” ujar Wahyu, saat merilis hasil survei, di Kota Bandung, Kamis (10/10/2024).

Kesimpulan dari survei ini, kata dia, diketahui jika pasangan Dedi-Erwan unggul di beberapa daerah. Adapun angkanya, ada yang unggul lebih jauh, tipis dan ada yang masih selisih dalam margin error.

Baca Juga:  Jawa Barat Absen dari Daftar Provinsi Layak Anak 2025, DP3AKB Buka Suara

“Selisih dalam margin error itu ada di Kota Bandung dengan Kabupaten Garut, sedangkan untuk selisih yang cukup jauh itu ada di Kabupaten Bekasi dengan di Kabupaten Cianjur, sedangkan unggul tipis itu ada di Kabupaten Majalengka dengan Kota Cirebon,” katanya.

Namun, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dan Jeje-Ronald masih memiliki kemampuan untuk mengejar elektabilitas pasangan nomor urut empat tersebut.

Sebab, kata dia, tingkat perubahan di masyarakat hingga saat ini masih tinggi. Bahkan, hampir lima daerah masyarakat masih bisa mengubah pilihan berdasarkan figur, kandidat, kampanye kandidat dan kunjungan tim.

“Sedangkan Bekasi yang berbeda itu 45% karena uang barang atau jasa,” katanya.

“Jadi, Pilgub bisa dikejar jika pasangan calon yang elektabilitasnya tinggi terkena kasus hukum, itu yang akan menurunkan elektabilitas. Paslon yang lain pun effortnya harus agak tinggi, karena untuk menaikkan di angka 5% itu agak berat kan posisinya. Sedangkan untuk isu-isu yang lain (agama, keluarga, dll) itu tidak berdampak terhadap pasangan calon posisinya,” paparnya.

Baca Juga:  Tiga Orang Tewas di Acara Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, Izin Keramaian Dievaluasi

Sementara itu, Direktur Ragaplasma Research, Romdin Azhar menyampaikan, berdasarkan hasil riset, semua pasangan calon masih memiliki peluang untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas menjelang masa kampanye berakhir, karena perubahan dukungan masih tinggi di tengah masyarakat.

Hanya saja, dari sisi strategi harus matang. Pasangan yang elektabilitasnya masih rendah harus bisa menentukan daerah mana yang perubahan pilihan masyarakatnya tinggi.

“Masih bisa mengejar, tinggal strategi apa yang digunakan oleh paslon, basis apa yang disasar, segmentasi apa yang mau disasar. Wilayah mana yang difokuskan dengan Tingkat perubahan yang masih tinggi,” ujar Romdin.

Berdasarkan pengamatannya dari pilkada ke pilkada yang lalu, termasuk saat pilpres kemarin, meningkatkan elektabilitas 5 persen itu sangat membutuhkan usaha yang luar biasa, kesiapan sumber daya pun harus menyesuaikan.

“Semua effortnya harus menyesuaikan. Misalkan gini, kan ini jaraknya masih jauh, pengen ngejar, ini jaraknya berapa kali lipat? Misalkan tiga kali lipat, berarti yang harus dilakukan adalah tiga kali lipat yang sedang dilakukan sangat ini,” paparnya.

Baca Juga:  HJKB ke-215, Dedi Mulyadi Dorong Sinergi Pemerintah Bangun Bandung Geulis

“Kalau hari ini ke lapangan tiga titik, harus sembilan titik. Kalau balihonya ada 100, jadi harus 300. Artinya effort ini harus tinggi, karena di lapangan masyarakat sudah semakin memahami,” tandasnya.

Perlu diketahui, survei yang dilakukan Skala Institute bersama Ragaplasma Research ini menggunakan multistage random sampling dengan margin of error +/- 5% dengan sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka di enam daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon dan Kabupaten Cianjur.

Setiap daerah diambil 400 orang responsden terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi dan usia.

Dalam survei ini, setiap responden ditanyakan soal tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah hingga mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas pasangan kandidat Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, serta Gubernur/Wakil Gubernur Jabar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi elektabilitas Erwan Setiawan Pilgub Jabar Ragaplasma Research Skala Institute survei
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.