Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Jumat, 23 Oktober 2026 17:03 WIB

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Jumat, 23 Oktober 2026 16:51 WIB

Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 16:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
  • Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem
  • Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026
  • Jadwal Super League Pekan 7: Persib Bertekad Bangkit di Pakansari
  • Misi Amankan Papan Atas, Persib Bandung Bersiap Hadapi Garudayaksa FC di Bogor
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang
  • Mulai Rp12 Ribu! Cek 6 Rekomendasi Wedang Ronde di Bandung, dari yang Klasik Sampai Kekinian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

HJKB ke-215, Dedi Mulyadi Dorong Sinergi Pemerintah Bangun Bandung Geulis

By SusanaKamis, 25 September 2025 16:06 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan sinergi antara pemerintah provinsi dan kota dalam membangun Kota Bandung.

Hal itu disampaikan Dedi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215, Kamis (25/9/2025).

Dedi menyoroti beberapa poin penting, mulai dari infrastruktur hingga pariwisata. Ia meminta Kota Bandung fokus pada penataan drainase, bangunan, jalan, dan penambahan tenaga kebersihan.

Sementara itu, Pemprov Jabar akan mengambil alih penataan fasilitas yang lebih besar.

“Tadi saya sudah fokuskan, bahwa kita ini kan sama-sama membangun Provinsi Jawa Barat. Bahwa Jawa Barat ini gak punya wilayah. Di Kota Bandung sendiri tadi saya fokuskan bahwa seluruh drainase harus segera dibersihkan, sehingga tidak terjadi penyumbatan,” ucap Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, jika ada haluan sungai yang menjadi tanggung jawab provinsi, Pemprov siap mengelolanya. Ia juga menyinggung penataan bangunan yang dinilai merusak estetika dan pasar-pasar kumuh.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi 'Disentil' Warga Bogor: Mana Atensinya Pak? Erosi Cipamingkis Kian Ganas Akibat Hutan Gundul!

“Yang kedua, penataan bangunan agar bangunan-bangunan yang menjadi hambatan bagi air, merusak estetika, segera dibenahi. Pasar-pasar kumuh segera ditata,” tegasnya.

Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Kreatif

Dedi juga mendorong perbaikan kualitas jalan, seperti dibuat mulus, bergaris, dan penerangan jalan umum (PJU) yang terang. Namun, ia tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong Bandung sebagai pusat hiburan dan olahraga.

“Saya ingin bangun nanti konser musik itu di mana, nanti biar Pemprov yang bangun. Gedung pertemuan yang representatif yang bisa nampung 5-10 ribu di mana, biar Pemprov yang bangun. Kemudian sarana-prasarana olahraga biar Pemprov yang bangun,” katanya.

Dedi berharap, dengan sinergi ini, Bandung akan kembali menjadi pusat kuliner, seni, dan kota dengan taman indah serta bangunan-bangunan heritage yang terawat.

Baca Juga:  Di Balik Angka Romantisme PPDB: Jalan Terjal Sekolah Swasta Jabar Menuju Kesetaraan Akses Pendidikan

“Pokoknya mah Bandung geulis,” ujarnya.

Saat disinggung soal anggaran, Dedi merasa anggaran Kota Bandung yang hampir Rp7 triliun sudah cukup memadai.

“Kalau yang dari kota cukup saya lihat. Anggarannya hampir 7 triliun Pak Wali ya? Wah, banyak. Kalau provinsi nanti kita nyari lah,” ucapnya.

Ia menargetkan semua program ini akan selesai pada 2027. Sebab menututnya, pada 2028 sudah ada cerita baru.

“2027 sudah kelar semuanya. Karena sebentar lagi 2028. 2028 kan sudah lain lagi ceritanya nanti,” ujarnya.

Transportasi Publik dan Macet ‘Spesial’ Bandung

Mengenai isu transportasi publik, Dedi memiliki pandangan berbeda. Ia tidak setuju jika Kota Bandung menerapkan pola transportasi publik seperti kota-kota besar lainnya, yang cenderung menggunakan moda transportasi masif.

“Kalau menurut saya tidak bisa pakai pola menggunakan kota-kota besar, karena jalan Bandung mah sempit, kemudian banyak pohon. Jangan sampai nanti transportasi publik yang besar yang massal itu menghancurkan tata kota Bandung,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Gunting Anggaran Media 94%, Pakar: Harus Terbuka Terima Kritik Masyarakat

Dedi memberikan contoh kasus Pasteur dan Jembatan Pasupati yang ia sebut telah menghilangkan nilai ikonik Pasteur. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas Bandung sebagai kota pohon, kota taman, dan kota heritage.

“Saya ingin ke depan tetap Bandung sebagai kota pohon, kemudian kota taman, kota bangunan-bangunan Heritage harus tetap dipertahankan tapi transportasi publiknya bisa terkelola dengan baik,” terangnya.

Menurutnya, kemacetan di Kota Bandung hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu saja. Di luar hari itu, kondisi lalu lintas di Kota Kembang dipastikan lancar.

“Kalau mau jujur-jujuran Bandung mah macetnya itu hanya Sabtu Minggu sebenarnya. Di luar itu mah biasa-biasa saja,” ungkapnya.

“Tapi kalau Sabtu Minggu tidak macet, kasihan Pak Wali Kota pendapatan daerahnya tidak naik. Berarti tidak ada yang berkunjung ke Bandung,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang

Pelecehan Seksual

Modus Pinjam Uang Rp20 Ribu, Pria Bermotor Nekat Pamer Alat Kelamin ke Siswi di Bogor

Tragis! Pemotor Tewas Usai Terjatuh dan Terlindas Truk Boks di Cileunyi

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.