bukamata.id – Varietas mangga unik asal Thailand mulai mencuri perhatian sebagai calon komoditas unggulan di sektor pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Berbeda dari mangga pada umumnya, buah ini berukuran mini dan dapat dikonsumsi langsung bersama kulitnya.
Mangga mini ini diperkenalkan oleh Hartono Soekwanto, seorang pengusaha asal Bandung yang juga dikenal sebagai penghobi ikan koi dan tanaman buah eksotis. Ia membawa varietas tersebut langsung dari Bangkok dan melihat peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia.
Keunikan Mangga Mini: Bisa Dimakan Bersama Kulit
Secara fisik, mangga mini ini memiliki ukuran kecil, rata-rata hanya sebesar telur ayam. Kulitnya berwarna oranye cerah dengan tekstur yang renyah, sementara daging buahnya manis dengan biji yang sangat kecil.
Keunggulan utamanya terletak pada cara konsumsi yang praktis. Tidak seperti mangga biasa, buah ini dapat dimakan langsung tanpa perlu dikupas.
“Rasanya unik, kulitnya mirip apel tetapi dalamnya tetap mangga. Teksturnya renyah dan sangat manis,” ujar Hartono saat memperkenalkan buah tersebut.
Selain praktis, kulit mangga ini juga disebut mengandung vitamin tinggi, sehingga memberikan nilai tambah dari sisi kesehatan.
Potensi Budidaya di Jawa Barat Sangat Menjanjikan
Hartono menilai, mangga mini ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Jawa Barat. Kondisi iklim tropis serta karakter tanah di wilayah tersebut dinilai sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman mangga berkualitas tinggi.
Bahkan, tanah vulkanik yang subur di Jawa Barat dinilai menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan wilayah lain.
“Petani kita memiliki semua modal untuk membudidayakan mangga ini seperti di Thailand,” ujarnya optimistis.
Jika dikembangkan secara serius, mangga mini ini berpotensi mengisi pasar buah premium yang saat ini masih terbuka lebar di Indonesia.
Belajar dari Keberhasilan Thailand dalam Agribisnis Mangga
Keberhasilan Thailand sebagai eksportir mangga terbesar di Asia tidak hanya ditentukan oleh varietas unggul, tetapi juga sistem budidaya yang modern dan terstruktur.
Petani di Thailand menerapkan:
- Jarak tanam yang teratur
- Pemangkasan rutin
- Pengaturan pola pembuahan agar panen tidak serentak
Strategi tersebut membuat pasokan mangga tetap stabil sepanjang tahun, sehingga harga di pasar tetap terjaga.
Peluang Baru Sektor Agribisnis di Jawa Barat
Pengembangan mangga mini ini dapat menjadi peluang baru bagi sektor agribisnis di Jawa Barat. Selain meningkatkan nilai ekonomi petani, komoditas ini juga berpotensi menembus pasar ekspor.
Namun, keberhasilan budidaya membutuhkan dukungan benih berkualitas yang telah melalui proses adaptasi terhadap kondisi tanah dan iklim lokal.
Dengan pengelolaan yang tepat, mangga mini asal Thailand ini bisa menjadi komoditas unggulan baru yang memperkuat posisi Indonesia di pasar buah tropis.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









